Apakah Esports Adalah Olahraga?

1
655
Apakah Esports Adalah Olahraga? | Esportsnesia.com

Saat ini, industri gaming telah berkembang menjadi industri besar yang menjanjikan pemasukan fantastis bagi para pemainnya ataupun para produsen game dan juga sponsor. Tak sedikit kompetisi game yang menawarkan hadiah yang cukup menjanjikan. Sebut saja League of Legends yang menawarkan hadiah sebesar 11 milyar Dolar atau sekitar 14,3 trilyun Rupiah. Lalu pertanyaannya, sejenis apakah game ini?

Seiring berkembangnya industri game yang sangat pesat, gaming kemudian digolongkan sebagai salah satu cabang olahraga yang disebut esports. Polemik esports kemudian marak diperbincangkan. Sebagian orang berpikir bahwa esports adalah cabang dari olahraga. Sebagian lagi beropini bahwa esports bukanlah cabang dari olahraga. Lantas, sesungguhnya apakah esports adalah olahraga?

Seperti yang kita ketahui, olahraga lazimnya identik dengan aktivitas fisik yang dilakukan secara intensif, ritmik, berkesinambungan, serta bertujuan untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan. Sederhananya, kata olahraga selalu identik dengan gerakan dan keringat. Sementara itu, gaming sangat berbanding terbalik dengan olahraga.

Jika olahraga identik dengan gerakan dan keringat, maka gamng identik dengan duduk santai dan tanpa keringat. Di samping itu, stigma bahwa game dapat menyehatkan masih tidak dapat diterima oleh khalayak umum. Beberapa orang tua kerap melarang anak-anakanya ketika mereka tahu anaknya senang bermain game dengan alasan kerusakan pada mata yang menjadi efek selanjutnya.

Jika tadi disebutkan bahwa olahraga identik dengan gerakan dan keringat, lalu bagaimana dengan catur yang para pemainnya tidak banyak melakukan gerakan seperti olahraga pada umumnya? Jika diteliti lebih lanjut, ternyata gaming memang bisa dikategorikan sebagai salah satu cabang olahraga. Loh, kok bisa?

Catur dan esports | Esportsnesia.com

Secara garis besar, ada tiga komponen utama dalam olahraga, yaitu strategi, kebugaran (fitness), dan koordinasi tubuh. Ya, hampir semua olahraga membutuhkan strategi. Apalagi olahraga yang dimainkan secara berkelompok. Begitupun dengan esports. Semua game yang tergabung dalam esports membutuhkan strategi untuk memenangkannya.

Menurut beberapa peneliti, game bahkan membutuhkan strategi yang lebih kompleks dibandingkan dengan olahraga catur. Di samping itu, kebugaran juga sangat dibutuhkan oleh para gamers. Bagaimana tidak, seorang gamer harus duduk berjam-jam menatapi layar komputer ketika sedang dalam arena bermain.

Baca juga:  Simak 10 Jenis Karir di Esports

Selain strategi dan juga kebugaran, seorang atlet esports juga membutuhkan koordinasi tubuh seperti reaksi mata melihat objek-objek tertentu, ketepatan menghindar dari serangan lawan dan kemampuan memetakan ruang. Kecepatan dan reaksi tubuh saat bermain game dibutuhkan untuk memenangkan suatu pertandingan. Para gamers dituntut untuk memiliki refleks dan kemampuan berpikir yang cepat agar dapat memenangkan pertandingan.

Pro gamer via Polygon.com
Pro gamer via Polygon.com

Dari paparan di atas, pantaslah bahwa esports dapat digolongkan sebagai salah satu cabang olahraga, sebab olahraga tak hanya bisa dinilai dari seberapa aktif seorang atlet bergerak dan seberapa banyak keringat yang diproduksinya. Ini juga membuktikan bahwa sejatinya, esports telah memenuhi 3 komponen olahraga.

Seorang mantan atlet judo timnas Polandia mengatakan  bahwa esports membutuhkan ketahanan fisik yang hanya diperoleh dari latihan fisik secara teratur, di samping latihan game yang biasanya menghabiskan waktu sekitar 2-7 jam per hari. Dengan ini, pantaslah bahwa esports adalah cabang dari olahraga.

Previous articleMelihat 3 Perusahaan yang Turut Mengembangkan Esports di India
Next articleLoh, Kok di Esports Ada Cosplay?
Ria Restika
Seorang mahasiswi jurusan bahasa dan sastra Inggris yang menyukai travelling tapi uang limited. Bercita-cita untuk membersihkan jerawat dengan perawatan yang seminim- minimnya. Tergabung dalam organisasi kampus yang cukup fenomenal di lingkungan kampus, pernah menjadi Mawapres kedua di tingkat UNIMED, Namun, tidak banyak yang mengakuinya. Ya udah gitu aja.