Loh, Kok di Esports Ada Cosplay?

0
285
Loh, Kok di Esports Ada Cosplay? | Esportsnesia
via cospix.net

Menjadi seorang atlet esports, talent esports, ataupun pemain biasa yang melakukan streaming, dapat memberi sejumlah penghasilan yang menggiurkan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ekosistem esports sendiri di dunia juga tengah mendapatkan sorotan khususnya pada jumlah hadiah yang ditawarkan oleh turnamen-turnamen esports dalam menyelenggarakan ajang unjuk gigi antar pesertanya.

The International, salah satu turnamen esports khusus DotA 2, selalu menyediakan hadiah jutaan Dolar bagi pemenangnya. Tidak hanya sebatas kompetisi, The International juga dilengkapi dengan kompetisi cosplay. Tidak hanya The International, berbagai turnamen esports lainnya seperti DreamHack, ESL (Electronic Sports League), dan termasuk Indonesia Games Championship 2018 juga turut dilengkapi dengan kehadiran para cosplayer.

Cosplay dipercaya dapat menjadi daya tarik tersendiri dalam menjangkau khalayak audiens yang lebih luas. Penasaran kenapa di tiap kegiatan esports ada cosplay? Simak poin-poin ini di bawah ini untuk mendapat pencerahan mengenai hubungan antara esports dengan cosplay.

Cosplay bak sebuah oasis dalam keseriusan kompetisi esports

Cosplay bak sebuah oasis dalam keseriusan kompetisi esports | Esportsnesia
Steel Legion Garen danLux cosplay di Pax Prime 2013 via flickr (@LoL Esports Photos)

Dalam sebuah turnamen, atmosfer tegang dan serius dalah hal-hal yang sudah pasti kita jumpai baik ketika duduk di kursi pemain maupun bangku penonton. Sering ketika tim favorit yang diharapkan untuk menang, ternyata berujung pada kekalahan yang membuat pendukungnya pun frustrasi.

Oleh sebab itu, dalam turnamen yang tingkat kompetitifnya begitu tinggi, sebagai audiens tentu butuh sebuah sarana untuk melepas ketegangan dan keseriusan tersebut. Menyaksikan kompetisi atau pameran cosplay tentu memberikan nuansa yang jauh lebih kasual dan rileks, khususnya ketika kita disapa oleh sang karakter pujaan hati yang sudah menjadi bagian dari realita (walau hanya sesaat).

Cosplay menumbuhkan tingkat partisipasi penggemar esports

Cosplay menumbuhkan tingkat partisipasi penggemar esports | Esportsnesia
via blizzcon.com

Berbagai turnamen juga turut mengadakan program-program sampingan untuk mendukung pengalaman audiensnya dalam menikmati kegiatan ini. Panel discussion, fans greeting, booth perusahaan sponsor, dan cosplay adalah beberapa contoh elemen yang dihadirkan untuk memberi lebih banyak interaksi kepada pengunjung.

Cosplay yang dapat dilakukan oleh siapapun, secara tidak langsung memberi nilai tambahan kepada pengembangan acara. Mereka yang tidak berkarir sebagai atlet profesional, jelas dapat menggunakan sarana ini untuk terjun dalam euphoria turnamen esports. Untuk lebih memanjakan para penggemar esports, kompetisi khusus untuk cosplay juga turut dihadirkan.

Cosplay sebagai sebuah wadah penyaluran kreativitas

Cosplay sebagai sebuah wadah penyaluran kreativitas | Esportsnesia.com
via imaginarymarkets.com

Costume play atau disingkat dengan cosplay, merupakan sebuah seni untuk dapat menampilkan diri sebagai seorang karakter fiksi yang lahir dari alam sebuah game. Berpartisipasi dalam kegiatan cosplay tentu membutuhkan biaya, keringat, dan passion. Ke-3 ‘bumbu’ itulah yang pada akhirnya dapat merefleksikan kualitas dari performa cosplayer.

Tidak jarang cosplayer memilih karakter tertentu karena merasa tersentuh atau mendapat inspirasi dari karakter favoritnya. Setiap karakter yang diciptakan, selalu memiliki latar belakang yang unik, sehingga para pemainnya bisa ‘merasakan’ apa yang dirasakan oleh karakter favoritnya. Tidak hanya sampai di sana, prinsip maupun pelajaran kehidupan pun dapat kita pelajari dari karakter yang kita sukai.

Bermodalkan hal ini, mengtranslasikan energi tersebut menjadi cosplay adalah upaya seorang individu untuk mengaktualisasikan diri dan mengkomunikasikannya kepada orang-orang. Namun, mengingat cost yang dibutuhkan untuk menggemari hobi ini; tentu kita tidak bisa setiap hari melakukan hobi ini. Komunitas cosplayer sendiri untuk menghadirkan eksistensinya membutuhkan sebuah momentum. Dan momentum tersebut dihadirkan melalui kompetisi-kompetisi yang diadakan.


Bergerak dari pemahaman di atas, jatuh cinta pada sebuah karakter adalah hal yang umum terjadi. Layaknya kita mengidolakan aktor dan aktris Korea, Hollywood, atau Bollywood, gamer juga dapat mengidolakan karakter favoritnya dan menginginkan untuk melihat karakter favoritnya secara nyata. Tidak hanya bermodalkan kostum, cosplayer juga turut memperhatikan kedetilan, seperti cara berjalan, gaya berbicara, dan tentunya gerakan jurus-jurus pamungkasnya.

Aman untuk berasumsi bahwa tiap gamer menginginkan impian untuk dapat melihat karakter favoritnya secara langsung. Hal ini turut menambah alasan mengapa cosplay sering dihadirkan dalam kegiatan esports.

Itu dia 3 poin mengapa cosplay sering hadir di esports. Bagaimana menurutmu?

Previous articleApakah Esports Adalah Olahraga?
Next article4 Alasan Mengapa Esports Adalah Olahraga
Lorent Barus
Seorang pemuda yang senang mempelajari tentang hewan, bermain game yg tidak rumit dan senang mengeksplorasi hal-hal yang baru. Saya juga ingin ahli dalam bidang tertentu sehingga dapat berbagi ilmu kepada orang lain serta peduli terhadap orang lain yang menjadi prioritas saya.