Potensi Keuntungan dan Resiko pada Investasi Esports

0
291
Potensi Keuntungan dan Resiko pada Investasi Esports
Ad

Sebagaimana perkembangan esports yang begitu pesat dan terlihat sebagai investasi yang amat menjanjikan, para investor dan organisasi esports sudah seharusnya mengerti akan potensi keuntungan serta resiko dalam investasi esports.

Pendahuluan

Ketertarikan dunia investasi terhadap industri esports kian meningkat. Hal ini terlihat dari penambahan jumlah kesepakatan dan nilai yang diinvestasikan pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tercatat bahwa tahun 2018 adalah tahun rekor atas investasi modal swasta pada industri esports, dimana sebagai industri yang terus bertumbuh, industri ini menarik minat banyak investor tradisional yang mencoba mengekplorasi potensi keuntungan baru.

Bagi kalangan investor tradisional yang memasuki  investasi esports untuk pertama kalinya, menyadari potensi keuntungan beserta dengan tantangan yang dihadapi adalah sebuah hal yang amat penting.

Tulisan ini akan mencoba menjelaskan pertimbangan tersebut kepada para investor tradisional yang akan memasuki ruang investasi esports. Bagian ini dimulai dengan 2 paparan utama mengenai potensi keuntungan atas suatu investasi esports.

  • Bagi investor, esports menawarkan akses kepada industri yang berkembang pesat yang diisi oleh para kaum muda.
  • Bagi perusahaan esports, kehadiran investor dengan keahlian dan kredibilitas bisnis yang dimilikinya bisa mendukung perkembangan perusahaan esports dalam hal permodalan jangka pendek maupun jangka panjang.
Champion MLBB Axis Esports Tournament di Malaysia
Champion MLBB Axis Esports Tournament di Malaysia

Nilai Investasi Esports: Pandangan Investor

Para investor tentunya akan mencari sektor industri yang berkembang kuat dan memiliki potensi diversifikasi dan perlindungan nilai serta basis pelanggan dengan karakteristik unik dan menarik saat mengeksplorasi peluang baru di dunia esports.

Ketika brand endemic (misalnya brand dari kalangan produsen hardware, internet provider, ataupun gadget) beserta investornya sudah melihat peluang ini terlebih dahulu di esports, masih ada kesempatan untuk investor dari luar industri ini untuk turut mempelajari potensi keuntungannya.

Meskipun setiap subsektor dari ekosistem esports ini dapat memiliki pengaruh yang memberi manfaat lebih jauh berdasarkan portofolio investor saat ini; secara keseluruhan, performa baik dari industri saat ini serta basis audiens yang unik akan menjadi faktor penentu memunculkan potensi tersebut.

perspektif investor esports

Esports: Industri dengan Profil Pertumbuhan yang Kuat

Dengan pendapatan sebesar 869 juta dolar di tahun 2018 dan ekspektasi CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 34,9% untuk 4 tahun ke depan, industri esports tentu adalah pasar yang atraktif.

Sebagai tambahan, kondisi disruptif yang dihadirkan esports yang berdampak pada media dan olahraga tradisional juga akan melahirkan sejumlah kalangan investor yang berhasrat untuk mencari “hal besar selanjutnya”.

Peluang Diversifikasi

Oleh karena keunikan dari industri ini, investor tradisional mungkin juga akan melihat investasi esports sebagai peluang diversifikasi.

Tidak seperti industri mapan lain yang mungkin hanya memiliki profil pertumbuhan yang terbatas, industri esports masih berada pada tahap awal dan menawarkan tren eksposur yang tidak sepenuhnya ditunjukkan oleh industri lainnya. Sebagai contoh, sebuah investasi esports dapat menawarkan implikasi perlindungan dana yang kuat.

Akses pada Demografi Kunci

Pada tahun 2018, industri esports memilki basis penggemar global sebesar 380 juta dimana 37% diwakili oleh kelompok pria dengan rentang usia 21 hingga 35 tahun dan 16% diwakili oleh wanita dengan rentang umur 21 hingga 35 tahun. Sebagai tambahan, di Amerika Serikat sendiri, 61% penonton esports memiliki penghasilan lebih dari 50.000 dolar per tahun.

Industri ini menawarkan akses kepada demografi unik dengan peralihan dari media tradisional yang tinggi.

Melalui investasi di industri esports, para investor dimungkinkan untuk memperoleh akses pada demografi ini.

Terlepas dari apapun tujuannya, seperti brand non-endemic (misalnya brand fashion, atau brand lainnya yang tidak memiliki relevansi langsung di industri ini) yang ingin mendapatkan brand awareness dari demografi ini; ataupun investor tradisional yang memerlukan jaminan akses sekaligus penjualan silang atas produk dan layanan dari portofolio mereka, basis penggemar yang unik ini yang akan terus menjadi pusat perhatian.

Nilai Investasi Esports: Pandangan Penerima Investasi

Seiring bertumbuhnya industri esports, perusahaan yang melakukan hubungan kerja sama strategis dalam bentuk investasi dapat memperoleh akses baik dalam manfaat yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang mampu memberdayakan pertumbuhan usaha, menciptakan efisiensi operasional, serta mempengaruhi persepsi pasar.

Dalam 15 bulan terakhir atau lebih, sebanyak lebih dari 4,5 miliar dolar telah dikucurkan pada industri esports. Mulai dari organisasi esports yang mapan hingga penyelenggara acara pihak ketiga; mulai dari bisnis rintisan (startup) kecil hingga perusahaan penyediaan layanan streaming ternama. Semua sektor tersebut mengindikasikan bahwa arena investasi pada industri esports berkembang dengan pesat.

Dengan begitu pesatnya kegiatan investasi pada industri esports, penting untuk mengingat bahwa ada banyak nilai-nilai bermakna yang dihasilkan oleh para organisasi/perusahaan esports melalui sirkulasi pendanaan tersebut.

Memahami nilai-nilai yang perlu didukung oleh investasi tersebut tidak hanya membantu perusahaan mengidentifikasi rekan investasi yang benar, tetapi juga dapat membantu investor menentukan sejauh mana keterlibatan mereka dalam proses investasi tersebut.

perspektif dari perusahaan esports

Berdasarkan perspektif dari perusahaan esports, manfaat utama dari investasi dapat disimpulkan atas 3 hal, yaitu: proses, pengetahuan, serta kredibilitas.

Proses

Satu dari manfaat langsung dan nyata dari investasi apapun adalah meleburnya modal ke dalam entitas bisnis. Dengan perkembangan industri esports yang pesat, banyak entitas perusahaan esports yang bergantung pada investasi modal guna memperoleh peluang baru atau menjaga posisi pasar saat ini.

Sistem liga waralaba semisal seri kejuaraan League of Legends ataupun Overwatch League membutuhkan tim untuk biaya waralaba yang berkisar antara 8 miliar dolar hingga 20 miliar dolar.

Ketika pembayaran ini dapat dijabarkan lebih lanjut, hal ini akan menguraikan sebuah pembiayaan yang besar dari tim organisasi manapun, dan masih banyak tim yang tidak menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya pengeluaran tersebut.

Pada akhirnya, banyak tim yang menyatakan bahwa hasil pendanaan yang dimiliki saat ini akan digunakan untuk menutupi biaya waralaba. Sebagai contoh, G2 Esports menggalang dana sebesar 17 miliar dolar pada Februari 2019 untuk menalangi biaya waralaba berpartisipasi di seri kejuaraan Eropa League of Legends.

Worlds 2019
League of Legends Worlds 2019

Masih ada banyak segmentasi pasar yang masih terbuka untuk perusahaan pionir yang ingin membangun fondasi yang kokoh. Contoh utama dari hal tersebut adalah esports untuk pendidikan sekolah menengah.

Di saat beberapa perusahaan mencoba untuk menciptakan sistem nasional untuk esports bagi sekolah menengah, masih belum ada yang kemudian berkembang menjadi sebuah standar bagi industri ini.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa satu dari perusahaan yang berkompetisi di sektor ini, PlayVS, telah melakukan berbagai skema penggalangan dana, untuk secepatnya membangun platform mereka sendiri, mengamankan berbagai hubungan kerja sama, serta membangun infrastruktur pendukungnya sendiri.

Pengetahuan

Dalam berbagai aspek, industri esports masih berfokus pada basis penggemar akar rumput mereka. Beberapa tim besar, penyelenggara acara, dan startup awalnya merupakan projek berbasis minat yang digerakkan oleh para kompetitor dan penggemar ketimbang oleh para pebisnis yang berorientasi profit.

Para perintis tersebut tentunya mengetahui dengan baik mengenai industri esports, namun mereka masih kurang dari segi pengetahuan, pengalaman dan jejaring sosial yang bisa menggerakkan bisnis mereka ke arah yang lebih besar.

Oleh sebab itu, memiliki investor yang terlibat sebagai penasehat adalah posisi yang bernilai bagi perusahaan esports yang sedang bertumbuh. Seringkali, sejumlah perusahaan pada industri esports mencari figur yang lebih dari sekedar pemberi modal, tetapi juga sebagai rekan kerja strategis, yaitu sosok yang dapat membantu perusahaan dalam mengarahkan upaya ekspansi berikutnya, menawarkan panduan untuk proyek selanjutnya, serta menawarkan jejaring yang lebih besar dari kenalan baru di sejumlah industri pendukung.

Kerja sama seperti ini memiliki nilai yang sama dari penanaman modal itu sendiri. Dalam diskusi dengan perusahaan dan rintisan usaha esports, seorang investor seharusnya mempertimbangkan seberapa aktif peran yang mampu dijalankan dalam memberikan saran bagi perusahaan dimaksud, dan nilai tambah apa yang dapat ditambahkan pihak tersebut kepada organisasai secara spesifik.

100 thieves
Credit: 100 Thieves

Ada sejumlah pertanyaan yang sewajarnya dimiliki oleh para investor potensial dalam mempertimbangkan peluang berinvestasi di esports. Bila sang investor mempertimbangkan untuk berinvestasi di sektor event organizer, pertanyaan investor meliputi:

  • Apa langkah selanjutnya yang akan diambil oleh si penyelenggara?
  • Apakah sang investor memiliki jejaring dalam suatu wilayah yang dapat menawarkan lokasi terbaik untuk dijadikan tuan rumah pertandingan?
  • Bila tim yang bertemu dengan sang investor memiliki rencana untuk membangun sarana pelatihan, mampukah sang investor memberi masukan untuk dapat mengurangi pengeluaran?

Investor harus mengajukan pertanyaan yang kritis guna memastikan bahwa mereka cukup mengerti kebutuhan sekarang dan masa depan dari perusahaan tersebut, dan bagaimana sebuah kerja sama dapat menghasilkan keuntungan maksimal.

Kredibilitas

Industri esports telah mendapatkan banyak kredibilitas sejak lebih dari 12 bulan yang lalu, namun tetap masih ada ruang untuk meningkatkan diri agar bisa mencapai tingkat penghormatan universal yang sama dengan industri tradisional lainnya.

Dalam banyak sesi audiensi baik itu dengan rekan baru, investor, atau pejabat pemerintahan, masih dibutuhkan sejumlah upaya edukasi mengenai dasar-dasar berjalannya industri ini. Masih banyak juga investor yang masih perlu diyakinkan pada potensi dari bisnis esports.

Kehadiran investor di industri ini sangatlah penting mengingat bahwa mereka mampu meningkatkan tingkat kredibilitas dari perusahaan penerima investasi. Sebagai sponsor non-endemic, mungkin mereka tidak pernah mendengar aXiomatic, atau belum mengerti betul akan nilai yang dimiliki Team Liquid.

Namun, dengan adanya bintang NBA seperti Michael Jordan yang telah berinvestasi di Team Liquid, hal ini akan menarik perhatian para investor asing lainnya. Hal yang sama juga turut mempengaruhi investor yang berasal dari industri non-endemic seperti tata busana.

Sebut saja industri fashion yang mulai memperhatikan esports sejak keterlibatan tokoh musik hip-hop Aubrey “Drake” Graham dan Scooter Braun di tim 100 Thieves.

Mengikutsertakan selebriti atau figur bisnis ternama dalam sebuah grup investasi akan memungkinkan banyak kesempatan terbuka lebar dan membuat perusahaan esports memperoleh ‘legitimasi’ dari pandangan orang luar. Partisipasi dan dukungan dari kalangan investor tradisional, seperti pemodalan ventura, akan memberikan sinyal kuat kepada para investor potensial di masa depan akan kredibilitas dari bisnis esports ini.

Kesimpulan

Bila dilihat sekilas, potensi investasi di esports terlihat cukup menguntungkan; namun sesungguhnya di balik itu semua diperlukan proses, pengetahuan, serta faktor kredibilitas bagi suatu perusahaan esports agar mampu menjembatani pihak-pihak yang bernegosiasi.

Para investor dapat mengajukan pertanyaan yang kritis serta menentukan nilai spesifik apa yang akan mereka bawa bagi organisasi untuk memaksimalkan potensi keuntungan investasi. Dengan demikian, organisasi esports juga mendapat pemahaman yang lebih jelas dan menemukan investor yang sesuai dengan kebutuhan mereka.


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah dimodifikasi oleh penulis sesuai dengan standar editorial Esportsnesia; Disunting oleh Satya Kevino; Sumber: The Esports Observer)