Apakah Smartphone Adalah Masa Depan Esports?

250
smartphone masa depan esports
Photo by Photo by SCREEN POST on Unsplash

Kalau ada yang bertanya apakah smartphone masa depan esports, pasti yang pertama kali kita pikirkan adalah seputar game yang dimainkan para pemain game profesional di PC (komputer) ataupun konsol game lainnya.

Hal itu tentu tidak salah. Akan tetapi ketika seseorang ingin menggali potensi bermain game mereka lebih dalam, ada suatu alat yang bisa dipakai baik untuk menjulang tinggi popularitas maupun meraih pendapatan. Alat tersebut tidak lain adalah smartphone.

Di Jerman sendiri, ada sekitar dua puluh juta orang yang menggunakan smartphone mereka untuk bermain video games. Hal ini menghasilkan pendapatan sekitar 1,8 juta Euro. Hal ini menunjukkan 33% pendapatan lebih banyak dari yang didapatkan oleh konsol game lainnya.

Di Afrika, 95% pemain game bermain video game di smartphone mereka dan angka tersebut jauh lebih tinggi daripada yang dimainkan di konsol game lainnya.

Pertanyaannya adalah apa keuntungan dari hal ini? Apakah nanti akan banyak game terbaik yang bisa dimainkan di smartphone? Apakah smartphone sanggup untuk dijadikan sarana bermain optimal?

Membahas Smartphone Masa Depan Esports

Disadur dari Esports Insider, Bayes Esports punya jawabannya atas prediksi masa depan esports ini.

Pertama dan yang terpenting, tidak ada batasan teknis yang membuat mobile games tidak bisa menjadi sorotan dalam esports.

Mobile games dan PC games dimainkan pada desain dan fungsi yang sama. Hal ini berarti data yang ada di PC/ konsol games juga bisa diaplikasikan di perangkat mobile.

Jika pertanyaan ini ditanyakan di masa beberapa puluh tahun lalu, tentu jawabannya adalah mobile games tidak cocok dijadikan sebagai esports. Game di smartphone itu sederhana dan bisa dimainkan dimana saja seperti saat di dalam bus bahkan rebahan.

Jika kita bandingkan dengan kondisi saat ini, banyak games seperti League of Legends: Wild Rift, Clash of Clans, Arena of Valor, PUBG Mobile, atau Mobile Legends: Bang Bang yang berkontribusi besar dalam membentuk scene esports di dunia.

Sebagai tambahan, Free Fire mencatatkan jumlah penonton terbanyak saat dipamerkan di sebuah acara esports tahunan 2021 (belum termasuk penonton dari Tiongkok).

Di 2021, ada banyak video games populer yang tersedia di pasaran yang memiliki potensi esportsHal ini menunjukkan bahwa terdapat persaingan antar sesama video game.

Kenyamanan teknis juga harus semakin diperhatikan terutama saat mobile games menjadi semakin populer untuk dimainkan.

Satu hal yang ‘hilang’ saat bermain game di smartphone adalah pengalaman dan sensasi yang tidak sama saat dimainkan di PC atau konsol game lainnya.

Tidak banyak para pengembang game yang menciptakan game dengan mempertimbangkan aspek perkembangan jangka panjangnya, yang termasuk di dalamnya adalah unsur esports.

Melihat para pemain game yang juga menganggap bahwa smartphone bukanlah sarana yang cocok untuk memainkan gim dengan kualitas tinggi, para pengembang pun semakin percaya bahwa gim yang dibuat di smartphone hanya untuk yang dimainkan secara santai.

Pada akhirnya, pemikiran ini akan terus ada pada pembuat game maupun pemain game, dan menjadi penghambat perkembangan mobile esports.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar smartphone semakin relevan dengan esports?

Cukup sebuah game mobile esports yang sanggup mengglobal dan memiliki jumlah penggemar yang besar.