7 Tips Marketing Esports dari Nicola Pigott, Co-Founder The Story Mob

0
76

Artikel ini merupakan terjemahan dari tulisan Nicola Piggott, co-founder The Story Mob, di The Esports Observer. The Story Mob adalah perusahaan konsultan komunikasi internasional untuk industri esports. Sebelumnya, Nicola telah memimpin departemen komunikasi global di Riot Games untuk tim esports Riot selama lebih dari lima tahun. Nicola juga telah banyak memberikan masukan, gagasan serta pelatihan untuk organisasi tim esports di seluruh dunia.


Nicola Piggott, Co-Founder The Story Mob via esportsobserver.com
Nicola Piggott, Co-Founder The Story Mob via esportsobserver.com

Meroketnya perkembangan industri esports dalam beberapa tahun terakhir telah menuntut semua pihak yang berkecimpung di dalamnya, mulai dari atlet profesional hingga CEO, untuk terus berkembang dengan cepat dan segera mempelajari pengetahuan inti dari olahraga tradisional yang telah eksis selama berabad-abad ini.

Perlu waktu bagi industri baru, di bidang apapun, untuk membangun sebuah ekosistem saling mendukung yang berkesinambungan. Mulai dari pengacara yang mengerti dan ahli di bidang esports hingga psikolog yang mampu menerapkan teknik yang dimilikinya ke dalam bidang permainan digital baru ini.

Esports adalah olahraga pertama yang lahir di era pasca internet. Penggemarnya lebih mudah dijangkau dan lebih mudah dipelajari daripada penggemar olahraga apapun sepanjang sejarah.

Keberadaan para aktor pendukung tersebut menjadi semakin berpengaruh terhadap kesuksesan suatu organisasi. Namun, dari itu semua, tidak ada satu pun yang lebih penting daripada bidang komunikasi.

Esports adalah olahraga pertama yang lahir di era pasca-internet. Penggemarnya lebih mudah dijangkau dan lebih mudah dipahami dibandingkan dengan penggemar olahraga lain dalam sejarah. Namun mereka memiliki persamaan untuk tidak mudah termakan omong kosong.

Dengan landasan pemikiran ini, Nicola dan pendiri The Story Mob yang lain membentuk sebuah lembaga konsultasi komunikasi esports untuk memfokuskan perhatian pada tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh industri ini kepada perusahaan yang sudah eksis di ranah ini dan juga yang masih terpojokkan.

Untuk terus memenuhi tuntutan penggemar, label dan tim tidak dapat lagi mengacu pada atura yang lama, terutama di bagian promosi dan hype yang dibuat-buat. Ketika seorang profesional mengalami kehancuran atau sebuah turnamen esports hancur setelah mengalami penundaan dan menerima keluhan dari para tim, sebuah press release tidak akan menyelamatkan Anda.

Baca juga:  3 Alasan Mengapa Mobile Esports Menjadi Tren

Sudah waktunya untuk turun tangan dan ikut andil dengan komunitas yang ingin ditargetkan.

Meskipun esports dapat memperbaiki dirinya sendiri, esports tidak dapat menciptakan dirinya kembali. Kita bisa belajar dari contoh yang ada di sekitar kita, yakni dari olahraga tradisional hingga hiburan, seiring dengan berjalannya kiprah kita di ranah baru ini.

Oleh karena itu, The Story Mob merangkum 7 tips marketing esports. Berikut ini adalah pendapat kami mengenai ketentuan universal dalam komunikasi esports dan bagian yang perlu diperbaiki.

1Ciptakan sebuah nilai

Jika Anda adalah perusahaan yang memasuki ranah esports dan mengharapkan hasil atas investasi Anda, Anda harus bekerja lebih keras.

Menempelkan logo Anda pada suatu broadcast tidaklah cukup. Kesetiaan penggemar esports kepada suatu brand akan bergantung pada kepercayaan. Kepercayaan tersebut diperoleh dengan cara memberikan sesuatu yang belum mereka miliki.

Intel membuat seri turnamen Intel Extreme Masters (IEM) untuk memberikan lebih banyak siaran esports secara langsung kepada penggemar. Dengan demikian, mereka telah mengaitkan brand mereka selama lebih dari satu dekade dengan game kompetitif tingkat tinggi.

2Jadilah Otentik

Para penggemar esports lebih resisten terhadap omong kosong dibandingkan penggemar olahraga lainnya. Memalsukan antusias, menggunakan meme yang sudah basi, atau terang-terangan menempatkan juru bicara yang tidak memahami esports, akan selalu menyisakan catatan kotor.

3Mengambil tindakan di waktu yang tepat

Di keadaan genting dimana berita tersebar dengan cepat, tidak akan ada waktu untuk bereaksi. Para penggemar esports memiliki anggapan didengar berarti dihormati.

Jika komunitas esports menegur Anda dalam suatu skandal, sebaiknya Anda siap untuk segera melakukan sesuatu, walaupun hanya sebatas memberikan sebuah janji untuk memberikan informasi lebih lanjut.

Kesetiaan penggemar esports kepada suatu brand bergantung pada asas kepercayaan.

4Menjalin hubungan baik dengan media

Esports sebagai sebuah industri memiliki kolaborasi yang sama buruknya dengan kolaborasi antara Trump dan media. Dapat menjangkau fanbase secara langsung melalui media sosial telah memberikan suatu kepuasan tersendiri dan memunculkan keraguan terhadap media.

Baca juga:  Pantaskah Esports Menjadi Cabang Olahraga di Olimpiade?

Menjalin hubungan baik dengan media adalah hal yang sangat penting untuk dapat membagikan berita dan wawasan serta menjangkau khalayak yang lebih luas. Melepaskan kendali bukanlah hal yang mudah dan menjalin kerjasama dengan media yang siap menegur kesalahan-kesalahan Anda mungkin menyakitkan.

Akan tetapi, membangun brand yang kuat dengan latar belakang yang kuat dan independen adalah hasil yang setimpal.

5Bersikap Transparan

Seperti netizen pada umumnya, para penggemar esports menuntut transparansi dari para profesional, eksekutif dan brand yang mereka gemari. Anda tidak boleh menghindar dari pertanyaan yang sulit, entah itu tentang mengeluarkan seorang pelatih kesayangan ataupun menjelaskan kenapa sebuah acara dibatalkan.

Jelaskan alasan Anda. Terimalah pertanyaan-pertanyaan tersebut dan jawablah dengan jujur.

6Jujur dengan apa yang Anda perbuat

Berbicara tentang kejujuran, hype yang terbaik adalah yang secara akurat mencerminkan siapa Anda sebenarnya. Jangan mengaku sebagai tim yang paling ramah-pemain jika ternyata Anda akan mengurangi gaji pemain, atau mengantongi hasil kemenangan mereka.

Demikian juga, jangan mengaku sebagai brand yang sepenuhnya mendukung esports jika Anda akan menarik sponsor setelah setengah musim berlalu. Katakanlah siapa Anda sebenarnya – lalu berusahalah memegang teguh perkataan Anda.

7Beranikan diri

Bagaimanapun juga, ini semua hanyalah sebuah permainan bisnis. Tidak perlu takut untuk melanggar beberapa aturan. Esports adalah tempat yang bagus untuk melakukan percobaan dan pendekatan yang berbeda dalam berkomunikasi.

Jika Jeff Kaplan, VP Blizzard Entertainment sekaligus Game Director Overwatch, bisa mendapatkan ribuan penonton hanya dengan menatap kamera dihadapan Yule Log selama berjam-jam, maka tidak ada hal yang mustahil. Jangan bermain terlalu aman.

(Disunting oleh Dwi Damayanti; Sumber gambar: Pixabay, Unsplash)