Poorman’s Guide to Competitive Hearthstone (Part 2)

0
40
Poorman’s Guide to Competitive Hearthstone (Part 2)

Di post sebelumnya, Poorman’s Guide to Competitive Hearthstone Part 1,kita sudah membahas bagaimana cara mengumpulkan poin kasihan dari Blizzard alias gold gratisan di Hearthstone. Sekarang Esportsnesia akan memberitahu kamu tips menggunakan gold yang terbatas tersebut seefisien mungkin.

The Goal

Sebelum kita membahas tipsnya satu per satu, kita harus pahami dulu bahwa sebagai pemain F2P, di awal kita hanya akan bisa memiliki satu atau dua solid deck karena keterbatasan kartu yang kita miliki.

Odd Paladin | Hearthstone | via Twitter (@@HSProDecks)
via Twitter (@@HSProDecks)

Yang dimaksud dengan solid deck di sini adalah deck yang umum digunakan di meta game saat itu atau disebut juga dengan meta deck (misalnya: Odd Paladin, Miracle Rogue, Aggro Mage, etc.)

Umumnya meta deck telah memiliki syarat baku tentang kartu kartu apa saja yang harus ada di dalamnya. Oleh sebab itu, fokus kita haruslah untuk membangun setidaknya satu saja meta deck dan mendapatkan kartu kartu esensial yang kita butuhkan terlebih dahulu.

Membangun deck

Netdecking

Netdecking adalah istilah untuk menyusun deck dengan meniru susunan deck yang ada di internet. Sudah banyak situs-situs yang menyediakan para pemain untuk memajang susunan deck yang mereka buat untuk ditiru dan dicoba oleh pemain-pemain lain. Salah satu situs yang sering saya gunakan adalah hearthstonetopdecks.

Netdecking | Hearthstone | via Twitter (@BoatBrew)
via Twitter (@BoatBrew)

Di situs tersebut kamu bisa mencari deck yang ingin kamu buat dan yang paling sesuai denganmu. Kamu bisa memilih deck berdasarkan persentase kemenangannya, berdasarkan playstyle yang kamu sukai, atau berdasarkan kartu-kartu yang dibutuhkan dan yang sudah kamu punya.

Jika kamu pemula dan masih sangat miskin, kamu bisa coba membuat budget deck terlebih dahulu. Budget deck adalah versi ringan dari meta deck; tapi dengan kartu-kartu yang “mahal” seperti epic dan legendary, diganti dengan kartu-kartu yang lebih murah.

Whizbang

Whizbang adalah nama salah satu kartu yang paling unik di Hearthstone. Efek dari kartu ini adalah jika kartu ini dimasukkan ke dalam deck, maka pada awal permainan kartu-kartu di deck kita akan otomatis terganti dengan kartu-kartu dari deck Whizbang.

Deck Whizbang ada 10 macam, dan kita akan diberikan salah satu secara random di awal permainan.

Baca juga:  Strategi Overwatch: Mengulur Waktu Dengan Stagger
Whizbang | Hearthstone
via GameCrate

Crafting kartu Whizbang adalah cara paling instan untuk dapat satu deck yang tematis dan lengkap. Tapi kalau ditanya saran saya, … jangan.

Deck Whizbang bisa dibilang di bawah rata-rata, dan tidak mampu bersaing dengan meta deck yang ada. Lebih baik menabung untuk meta deck yang solid. Tapi jika kamu mau deck yang instan dan lumayan asik untuk dimainkan, mungkin membuat kartu Whizbang bisa dipertimbangkan.

Mendapatkan Kartu

Membeli Card Pack

Dalam membeli card pack, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu card pack mana yang harus dibeli dan berapa banyak. Pertama-tama kamu harus tahu bahwa Hearthstone menerapkan sistem rotasi kartu.

Sistem rotasinya bisa kalian cari sendiri di internet; tapi intinya adalah kartu-kartu dari tiap ekspansi akan tidak bisa digunakan lagi di normal mode setelah beberapa lama. Jadi hati-hati jika membeli card pack dari ekspansi yang lama, karena bisa jadi kartu yang kamu dapat akan dirotasi keluar dalam beberapa bulan berikutnya.

Card pack Hearthstone

Untuk alasan ini yang paling aman adalah membeli classic card pack; karena kartu yang bertanda classic tidak memiliki masa berlaku dan tetap berisi beberapa kartu terkuat di game.

Hal kedua yang harus diperhatikan adalah jumlah yang harus dibeli. Membeli pack sebanyak-banyaknya bukan hal yang bijak. Kontrol diri adalah hal yang penting. Disarankan untuk tidak membeli lebih dari 50 pack untuk tiap expansion (sedikit kelonggaran bisa diberikan untuk classic pack, tapi tetap disarankan untuk mengontrol nafsu).

Jadi sebagai kesimpulan, ketika bingung mau membeli pack yang mana, selalu pilih classic pack karena kartu-kartu classic tidak memiliki masa berlaku. Beli pack secukupnya. Sebagai aturan umum, targetkan untuk membeli 50 pack dari tiap ekspansi dan tidak lebih.

Setelah berhasil membeli 50 card pack dari ekspansi terbaru, simpan gold kamu untuk ekspansi berikutnya.

Dusting

Mungkin ada kartu yang sangat kamu inginkan dari suatu ekspansi, atau ada satu kartu yang sangat kamu butuhkan untuk melengkapi deck-mu yang tanggung. Membeli card pack terus menerus untuk mendapatkan satu kartu spesifik bukanlah hal yang bijak.

Baca juga:  6 Tips Bermain Free Fire untuk Pemula

Itulah kegunaan fitur dusting di Hearthstone.

Sebagai pemain F2P, sumber dust utama tentu dari disenchant kartu-kartu yang sudah dimiliki. Kita harus rela mengorbankan sebagian kartu kita demi mendapatkan kartu yang kita butuhkan untuk melengkapi satu deck solid tadi. Pertanyaannya, kartu mana yang harus di-dust?

Dusting Crafting | Hearthstone

Selain kelebihan kartu dari membeli pack, target utama untuk dusting adalah golden card. Golden card tidak memiliki kelebihan apapun dari kartu biasa selain lebih sedap dipandang, tetapi nilai dust-nya jauh di atas kartu biasa; tepatnya sama dengan harga dust untuk membuatnya!

Selain itu sebagai F2P player tentu aspek estetika atau kosmetik bukan prioritas (re:tahu diri).

Kartu berikutnya yang bisa di-dust adalah kartu-kartu yang jarang digunakan di competitive deck. Hanya karena suatu kartu bersifat rare atau bahkan legendary bukan berarti kartu tersebut cukup berharga untuk disimpan.

Jika ternyata kartu tersebut tidak cocok dimasukkan di dalam deck yang kita miliki. Untuk mengetahui kartu-kartu apa saja yang aman untuk didust, bisa melihat video ini.

Dust yang terkumpul ini nantinya bisa kita gunakan untuk crafting kartu-kartu yang kita butuhkan untuk melengkapi deck yang ingin kita buat. Perlu diingat bahwa dusting pada dasarnya “menjual” kartu yang kita miliki dengan harga jauh dibawah harga belinya.

Jadi, sebisa mungkin dusting dilakukan hanya seperlunya. Jangan sampai kamu dusting kartu yang nantinya akan kamu sesali. Begitu juga dengan crafting. Jadi ber-dusting ria-lah dengan bijak.

Konklusi

Sekarang kamu sudah tahu bagaimana mengumpulkan gold dan dust, serta menggunakannya seefisien mungkin untuk membangun deck yang bisa bersaing dengan meta deck lainnya di ladder/ranked.

Sekarang kamu tinggal bersabar dalam mengumpulkan kartu demi kartu yang dibutuhkan untuk membuat meta deck yang kamu idamkan dengan tekun sambil mengasah kemampuan untuk bisa memainkan deck tersebut dengan baik; karena deck yang bagus tidak menjamin kemenangan jika pilotnya tidak lihai memainkannya.

Sekian untuk artikel kali ini, sampai jumpa di artikel berikutnya!

Baca juga:  Poorman's Guide to Competitive Hearthstone (Part 1)

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here