#AntiBajakan Review: Rage in Peace (Demo)

1
65
Review Rage in Peace
Credit: Steam

Pernah dengar RIP? Bukan lagi rest in peace, tapi Rage in Peace. Ya! Kata tersebut sudah berubah menjadi sebuah gim buatan anak bangsa yang keren loh! Berbeda dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya, kali ini saya akan melakukan review game Rage in Peace yang dikembangkan oleh Toge Production.

Sebelum saya memulai review gim demo ini (#antibajakan), perkenankan saya memperkenalkan rig yang saya gunakan mengulas game kece ini.

  • Laptop ASUS X450CC dengan Mobo X450CA tanpa GPU
  • OS: Windows 10
  • Processor: Intel 3217U – 1.8Ghz
  • RAM: DDR3L 4GB
  • Graphic Driver: Intel HD 4000

Rage in peace intro

Sementara itu, system requirement Rage In Peace adalah sebagai berikut.

  • OS: Windows 7
  • Processor: Dual Core 1.6 GHz
  • RAM: 2 GB
  • Graphics: DX9 or DX11
  • Storage: 2 GB
  • Sound Card: Stereo

Nah, itu saja perkenalan rig yang akan dipakai tuk menghabisi sesi demo dari gim ini. Tanpa menunggu lama, mari kita mulai review Rage In Peace.

Sekilas Rage in Peace

Rage in Peace merupakan sebuah game sidescrolling hazard runner yang mirip seperti I Wanna be the Guy series yang mengharuskan player untuk menyelesaikan level sambil menghindari segala bahaya yang ada di sepanjang perjalanan.

Game ini sendiri memiliki banyak kejutan yang akan membuat kita mati berkali–kali, sekaligus belajar bersabar.

Sesungguhnya, ini bukan gim yang bisa dinikmati untuk semua orang mengingat kemungkinan banyaknya orang yang tidak bersabar mempelajari setiap perangkap yang ada. Apalagi harus berulang kali menyelesaikannya.

Kendati demikian, gim ini jelas sangat menantang.

Sinopsis Rage in Peace

Sinopsis? Ya benar, game ini memiliki sebuah storyline. Jadi dikisahkan karakter utama kita merupakan orang biasa yang membosankan dimana suatu hari di tempat kerjanya ia berbincang dengan malaikat maut di lift.

Rage in peace intro

Death (malaikat maut) mengatakan bahwa Timmy (nama karakter player) akan mati dalam 15 jam dan kepalanya akan dipenggal dalam prosesnya. Akan tetapi Timmy mengatakan bahwa ia memiliki mimpi untuk bisa mati dengan memakai piyamanya dalam damai.

Mengetahui hal ini, Death memberikan kesempatan kepada Timmy untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Oleh karena itu player akan bermain sebagai Timmy untuk mewujudkan mimpi terakhirnya sebelum Death menjemputnya (pun intended).

Gameplay Review Rage in Peace

Gameplay-nya cukup simpel dimana player harus berlari menyelesaikan setiap levelnya sambil menghindari setiap perangkap yang ada dan berusaha untuk tiba di setiap check point hingga akhir level.

rage in peace double jump

Akan tetapi tenang saja, game ini tidak begitu pixel perfect dalam memainkannya sehinnga casual player dapat memainkannya dengan santai (santai indeed).

Kamu sebagai player akan dihadapkan dengan perangkap yang tidak terlihat sebelum kamu memicunya, oleh karena itu kamu akan mati berkali–kali pada perangkap ini sebelum akhirnya bisa belajar untuk menyelesaikan levelnya dan maju ke level selanjutnya.

Game ini juga akan menambah tantangannya dengan memberikan player beberapa upgrade dan kali ini saya sampai di tahap dimana saya mendapatkan upgrade Double Jump.

rage in peace stephen

Ya, seperti namanya yang sudah sangat terkenal seantero game, upgrade ini memberikan player kemampuan untuk melompat sekali lagi pada saat di udara.

Sejauh versi demo ini dapat dimainkan, ada 1 Act dan 4 area yang tersedia untuk dimainkan. Area 1 dan 3 merupakan sidescrolling, area 2 merupakan freefalling (dimana player harus menghindari hazard sambil terjatuh dari ketinggian), dan area 4 merupakan boss fight.

Bos? Di game seperti ini? Why not!

rage in peace boss

Di area terakhir kita akan menjumpai bos dari Timmy yang ternyata merupakan bos pertama di gim ini.  Bos ini akan meniru gerakan kita dan melakukan perlawanan dari arah kiri dan kanan (yang berarti bergerak mendekati bos juga akan membuat si bos mendekati kita juga dan membunuh kita), dan akan menyerang beberapa kali.

Pada awal game, Timmy menyarankan kita untuk menggunakan joystick dan headphone. Ini tentu bukan tanpa alasan. Di sepanjang game ini, beberapa hazard memiliki audio cue (petunjuk suara) yang menunjukkan bahwa ada yang akan datang dan itu juga berlaku untuk bos satu ini.

Jikalau kamu tidak menggunakan headset/headphone sejak awal, maka kamu pasti akan kesulitan melawan bos ini.

rage in peace boss fight

Nah, setelah boss fight selesai, akan ada sebuah epilog dari Act ini dimana Death akan membawa Timmy ke area selanjutnya dan berakhirlah demo dari game ini.

Tapi sebelum kembali ke menu utama, kita akan diberikan recap dari run kita tersebut. Sembari menulis review ini, saya mengulangi game ini sekali lagi dan berhasil mengurangi jumlah death dari run pertama yang awalnya mencapai 76 kali menjadi 30 kali!

So here we go, the review of the gameplay so far!

Rage in peace stats

Fitur yang ada di Rage in Peace

Selain gameplay yang menarik, game ini juga memberikan beberapa achievement untuk player-nya yang dimuat dalam menu journal. Di dalamnya terdapat beberapa subbagian seperti Memos, Mementos, Almadeath, Achievement, dan Stats.

Pada bagian memos, kita akan diberikan sebuah list mengenai Timeline dari game kita sejauh ini beserta beberapa log mengenai hal yang kita dapat dan sejauh ini Timmy sudah punya Double Jump dan ini turut dicatat dalam Memos.

Pada bagian Mementos, ini merupakan bagian dimana game akan menjelaskan beberapa “Timmy Facts” atau secara teknis cerita mengenai Timmy dari item yang bisa kita dapatkan saat bermain.

rage in peace act completed

Mendapatkan item ini tidak begitu mudah karena ketika berhasil mendapatkannya kita harus bertahan agar tidak mati beberapa detik setelah mendapatkan item tersebut agar tercatat ke dalam Journal.

Lalu kita masuk ke bagian yang menarik: Almadeath. Bagian ini berisikan semua hazard yang pernah membunuh kita. Jadi jikalau kamu ingin mengisi bagian ini kamu harus … ya, mati. Tapi di antara beberapa hazard tersebut, ada beberapa yang merupakan reference dari hal–hal iconic.

rage in peace almadeath

Lalu untuk Achievements, bagian ini berisikan beberapa hal yang bisa dicapai oleh player pada saat bermain atau yang bisa disebut juga dengan “Goals”. Ini dikhususkan untuk kamu yang bersifat perfeksionis dalam bermain game.

Terakhir, bagian Stats berisikan mengenai status kita sejauh kita bermain.

Sound Review Rage in Peace

Sound Review Rage in Peace

Aspek suara dalam game ini tidak begitu megah namun klop untuk materi game ini. Yang terutama audio yang digunakan sebagai audio cue pada game ini sangat membantu karena mixing yang baik dari audio director-nya.

Tidak banyak yang bisa dibahas atau mungkin di level selanjutnya akan lebih menarik lagi karena berhubung review ini hanya sebatas demo, jadi tidak banyak yang bisa saya berikan mengenai audio.

Graphics Review Rage in Peace

Seperti yang bisa kita lihat, game ini memiliki keunikan dalam usahanya menyampaikan berbagai hal di dalam game-nya. Mungkin saya tidak bisa memberikan gambaran gerakan dalam gim ini tapi jika kamu penasaran kamu juga bisa mencoba demo dari game ini secara gratis untuk sekedar bisa merasakan pengalamannya.

rage in peace mementos

Satu hal yang saya suka ialah bagaimana para developer berusaha membuat beberapa reference yang iconic di dalam game ini sehingga kita tidak terlalu serius dalam memainkannya, atau bahkan rage quit di pertengahan game ini.

Saya sendiri terkejut habis ketika tiba–tiba ada hantu wanita yang keluar dari layar dan pada saat mati, game memberitahu saya bahwa saya baru saja mati karena hantu legendaris Shodaqoh (hayoo, ngeri kan referencenya?)

Performance Review Rage in Peace

Akan sia–sia memberitahukan soal spesifikasi kalau kita tidak membahas aspek ini. Jadi pada awal game ini dijalankan, menu Option di game ini menjalankan game dengan resolusi 1280×720 dan  quality low serta VSync dalam keadaan disabled.

rage in peace settings

Untuk itu saya jahil dan berkata “why not?” dan mengubah setting menjadi 1366×768 dengan quality High dan VSync enabled. Hasilnya? Didapat dari FRAPS, game ini dapat berjalan dengan:

  • FPSMax 60
  • FPSMin 29
  • FPSAvg 45–60

Untuk spesifikasi rig saya, saya anggap performa saat saya bermain ini cukup memuaskan dan sangat playable.

Final Verdict

Game ini merupakan game runner yang cukup menantang. Di samping keseriusan dalam bermain, kita juga disajikan beberapa hal yang membuat kita lebih tertantang untuk tidak hanya sekedar menyelesaikan game ini.

rage in peace memo

Ada banyak hal yang lebih dari sekedar menyelesaikan game ini.

Untuk kamu yang senang mengumpulkan hal dalam game alias completionist, game ini cocok untuk kamu! Game ini tidak begitu menyita waktu dan setiap kali kamu mengulagi game ini, kamu justru akan cenderung menyelesaikan lebih cepat dan lebih baik.

PS: saya berhasil mengalahkan bos sekali lawan pada run kedua dimana run pertama memakan sekitar 20 kali mati.

rage in peace death

Game ini juga bersifat arcade, sehingga kamu bisa mencoba untuk mendapat pengalaman lain setiap run dengan durasi singkat dan kamu masih bisa bersenang–senang sambil menantang diri di setiap pengulangannnya.

Jadi jangan menilai game ini hanya dengan satu kali permainan karena begitulah sifat dari permainan arcade.

Bagaimana menurutmu gim ini? Kalau kamu ingin mencoba lebih, kamu bisa ke sini untuk membeli game-nya. Pantang bajakan loh ya!

Ulasan ini adalah sebuah upaya untuk mempromosikan game buatan Indonesia dan untuk memperkenalkan kepada dunia bahwa negara kita juga memiliki potensi di industri ini. Untuk itu mari kita dukung industri game di negara kita dengan membeli game dan memberi ulasan untuk turut membangun industri ini menjadi industri yang terpandang di negara kita.

Rage in peace achievements

Sekian untuk review game indie ini. Gxg signing out!

(Disunting oleh Satya Kevino)