Overwatch Tips: Melemahkan Musuh dengan Serangan Poking

0
103
Overwatch Tips: Melemahkan Musuh Dengan Serangan Poking
via Blizzard

Menyakiti musuh tanpa masuk ke dalam pertarungan tim dikenal dengan sebutan “poke“, atau “poking“. Poking sangat berguna sebelum pertarungan untuk membuat musuh lebih mudah dikalahkan.

Bila poking dilakukan terus menerus, mau tidak mau mereka harus menggunakan ability hero mereka, atau paling tidak memaksa mereka untuk berpikir dalam membuat keputusan genting. Pada akhirnya mereka harus melawan, kabur, atau mati.

Mengenal Lebih Lanjut Poking

Damage terbesar yang bisa dilayangkan pada lawan menggunakan komposisi choke adalah pada saat berada di titik sempit (choke point). Titik seperti ini memaksa mereka melewati satu arah. Ilsutrasinya adalah pintu kecil, atau koridor dimana serangan berpusat pada satu titik.

Poke lebih berguna ketika digunakan dalam bertahan, dimana penyerang harus melewati pandangan pemain bertahan untuk masuk ke dalam posisi. Dalam jeda inilah mereka dapat dengan mudah menerima banyak damage.

Selain itu strategi ini juga memberi cara untuk menahan tim musuh. Memaksa mereka untuk berlindung dari serangan, atau menggunakan ability mereka untuk melawan.  Jika pemain memilih untuk sembunyi atau kabur dari serangan, ini memberikan kesempatan bagi yang melakukan poke.

Mereka dapat mengisi ultimate tim mereka, dan juga menghabiskan waktu sisa (jika bermain sebagai Defender). Pentingnya, poke menawarkan cara untuk memaksa musuh menjadi penyerang, karena damage poke merupakan ancaman besar yang memburuk seiring waktu.

Bagaimana Menggunakan Poke?

Komposisi poke yang paling populer adalah menggunakan Soldier dan Zenyatta untuk memberikan damage jarak jauh. Para backline (Soldier, Zenyatta, dan support lain) menempatkan diri mereka di tempat yang bisa dipertahankan.

Mereka melakukan ini sembari memberi damage dari jauh, biasanya ke garis tank tim musuh, memaksa mereka untuk dive. Baik frontline dan backline masing-masing memiliki mekanisme poking-nya.

Backline yang melakukan poke bisa selamat dari dive dengan melakukan peel untuk satu sama lain dan membunuh hero agresif tadi, yang pastinya sudah melemah karena poke sebelumnya.

Frontline (Winston, D.Va, Tracer) biasanya akan melanjutkan serangan dari poke damage dengan menyergap target lemah dengan agresif. Selain itu mereka juga bisa bermain secara pasif dan hanya menyerang tim musuh ketika mereka terpaksa melawan karena ancaman dari poke.

Kemampuan untuk bermain bertahan dan bersabar, atau membuat garis depan kalian agresif memberikan komposisi ini adaptabilitas yang tinggi, tergantung situasi.

Baca juga:  Mengulas Frontline dan Backline di Overwatch

Bermain melawan komposisi poke bisa jadi menyulitkan. Ketika tank berusaha untuk mendorong maju atau mengintip mereka bisa mendapat banyak damage, membuat mereka tidak mampu melawan.

Di tingkatan yang lebih rendah, tim juga cenderung tinggal di dalam choke point, akhirnya mendapat serangan yang difokuskan musuh. Kecenderungan ini lebih sering dilakukan daripada menekan maju hingga masuk area aman.

Pemilihan waktu (timing) sangatlah penting, begitu juga dengan mengambil jalan lain dan berpencar.

Selamatkan Para Monyet!

Winston pada khususnya harus menghindari terkena damage poke. Sebagai ujung tombak, dia harus tetap prima dan menyimpan abilitynya untuk memulai pertarungan tim.

Di tingkat tinggi, pemain Winston cenderung sembunyi dan meminta bantuan kepada anggota tim lain untuk menyalurkan informasi penting. Contohnya D.Va, Tracer, atau Genji.

Membuat Musuh Mudah Ditebak

Di luar meta dive, poke juga bisa digunakan dengan efektif sebagai lawan komposisi berbasis Reinhardt. Dengan menyebar dan memberi damage kepada anggota tim Reinhardt, ini akan memaksa mereka untuk bermain di belakang Shield milik Rein.

Mercy Overwatch
via Blizzard

Tindakan tersebut akan membuat penempatan posisi dan pergerakan mereka jadi mudah dibaca. Mereka harus berkumpul di belakang hero yang bergerak lambat, dan membuat serangan terfokus pada Shield 2000HP Reinhardt. Begitu Shield miliknya pecah, tim yang melakukan poke bisa menyerang dari berbagai sisi, dan mengerubungi tim lawan.

Bagaimana, apakah kalian pernah melakukan komposisi ini? Atau justru kalian menjadi korban dari tim yang melakukan ini?

Tulis pendapat dan komentar kalian di bawah ini.


(Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Overtime.id. Isi di dalamnya telah dimodifikasi oleh penulis sesuai dengan standar editorial Esportsnesia; Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here