4 Aksi Kemanusiaan di Esports

0
608
4 Aksi Kemanusiaan di Esports
4 Aksi Kemanusiaan di Esports

Kepedulian terhadap penderitaan sesama sudah seharusnya memang menjadi insting setiap manusia. Perbedaan kondisi ekonomi menghasilkan kesenjangan yang signifikan antar negara atau bahkan antara manusia satu dengan lainnya. Sederhananya, tidak semua orang dapat menikmati kehidupan yang dijalaninya.

Seperti halnya kenyataan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan atau bahkan sekedar bermain layaknya anak seumuran mereka. Di tengah kesulitan yang dialami, tidak semua orang mampu melewatinya tanpa bantuan orang lain.

Kegiatan amal muncul dengan tujuan untuk memberikan bantuan serta meningkatkan kesadaran khalayak ramai untuk turut mengulurkan tangan kepada mereka yang tidak beruntung. Aktivitas penggalangan dana ataupun penyaluran bantuan ini juga dapat kita jumpai di ekosistem esports.

Meski tidak umum diketahui orang banyak mengenai kegiatan ‘sampingan’ ini, kita patut mengapresiasi inisiatif kemanusiaan ini. Berikut adalah beberapa kegiatan amal dari komunitas esports.

1
Partisipasi PUBG Corp di kegiatan amal Gamers Outreach via Dbltap

Gamers Outreach dan PUBG Corp. bekerja sama untuk mendukung pemulihan anak-anak yang berada di rumah sakit

Gamers for Giving adalah kombinasi dari turnamen competitive gaming, LAN Party, dan Streaming Marathon yang diadakan untuk menggalang dana melalui penjualan tiket dan donasi. Dana yang terkumpul digunakan untuk merealisasikan program organisasi amal Gamers Outreach dalam menyediakan entertainment device untuk hiburan anak-anak yang dirawat di rumah sakit.

Inisiatif ini memiliki dampak yang sangat mendukung pemulihan anak-anak, dimana dengan adanya entertainment device ini, anak-anak akan memiliki motivasi untuk mengikuti program penyembuhan dan juga berinteraksi dengan anak-anak yang lain. Di sisi lain, bermain game juga dapat turut mengalihkan rasa sakit mereka dan menggantikannya dengan sensasi yang mengasyikkan.

Pada tanggal 28-29 April 2018 lalu, Gamers Outreach Foundation mengadakan acara penggalangan dana tahunan Gamers for Giving ke-10 bersama PUBG Corp. Gamers for Giving yang diadakan di Convocation Center Eastern Michigan berhasil menggalang dana sebesar $772,598.59 yang digunakan untuk membangun proyek GO Karts dan Player 2 sebagai hiburan bagi anak-anak yang dirawat di rumah sakit. Dari total dana tersebut, sejumlah $422,598.59 diperoleh dari penjualan tiket, donasi, streaming, serta komitmen dari Metro Detroit Chevy Dealers untuk membangun 17 GO Karts untuk rumah sakit di sekitar Southeast Michigan, sedangkan $350,000 lainnya berasal dari donasi yang diberikan oleh PUBG Corp. (Sumber data: Gamersoutreach.org)

Baca juga:  Sosok Kartini di Esports Indonesia
2
Wilde’s Community Charity Tournament via challengeme.gg

Wilde’s Community Charity Tournament untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental

Berawal dari postingan Blurrr/Vorlex di Reddit dimana ia menceritakan tentang kesedihannya atas temannya, Wilde, yang bunuh diri di usia 15 tahun setelah lama berperang dengan depresi yang dideritanya.

Blurrr berinisiatif mengadakan turnamen CS:GO dalam rangka mengenang kepergian temannya  dan tentunya untuk meningkatkan kesadaran khalayak ramai tentang isu kesehatan mental seperti yang dialami Wilde.

Turnamen yang awalnya hanya diikuti oleh 4 tim berhasil menarik perhatian para gamer di komunitas CS:GO setelah mendapat dukungan dan promosi dari berbagai pihak, seperti dari Megaman, FACEIT dan media informasi Esports Insider. Pada akhirnya turnamen ini diikuti oleh 64 tim dan berhasil menggalang dana sebesar $1740. Dana tersebut digunakan untuk membantu keluarga Wilde dan mereka yang juga mengalami hal serupa.

3
Esports Foundation via esports.us

Melindungi hak anak bersama The Esports Foundation

Pada bulan Juli 2017, esports.us melakukan rebranding menjadi The Esports Foundation. Sebelumnya, esports.us adalah salah satu sponsor utama Team Freedom dari cabang esports Dota 2. Kini The Esports Foundation adalah organisasi non-profit yang memiliki misi untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan anak-anak yang berada di balik isu kemiskinan atau kesehatan melalui berbagai program penggalangan dana bertemakan kompetisi video game.

Sebelumnya, pada tanggal 26 November 2016, di hari Gaming Tuesday, yakni hari dimana para gamer berinisiatif untuk menggalang dana dan meningkatkan kesadaran untuk beramal bersama gerakan Giving Tuesday, esports.us mengadakan turnamen Dota 2 berjudul Save the Children Dota 2 Charity Tournament. Turnamen tersebut diikuti oleh 4 tim Dota 2 profesional yang cukup terkenal dari Amerika yaitu Doo Wop, FDL, Infamous, dan Team Freedom. Turnamen ini menyediakan hadiah sebesar $500 untuk pemenang dan donasi kepada Save the Children sebesar $500 atas nama tim yang memenangkan turnamen. Selain itu, turnamen ini juga berhasil menggalang dana sebesar $3,420 melalui live streaming yang tentunya juga disalurkan kepada organisasi Save the Children.

Setelah berganti nama menjadi The Esports Foundation, organisasi ini juga mengadakan Esports Foundation Inhouse Charity League: Heroes of the Storm pada 3-10 September 2017. Turnamen ini menyediakan pilihan hadiah sebesar $250 kepada pemenang atau donasi sebesar $500 atas nama pemenang yang akan diberikan kepada yayasan amal The Esports Foundation.

Baca juga:  e-Sports, e-sports, esports, atau eSports?
4
Skillz via Glassdoor

Berperang melawan kanker payudara bersama Skillz

Skillz merupakan platform yang menghubungkan 2,1 milyar pemain mobile esports melalui berbagai kompetisi. Pada Maret 2018 lalu, Skillz mengumumkan bahwa akan dilaksanakannya Charity Tournament Play for Cure yang dapat diikuti oleh 12 juta pemain Skillz yang terdaftar. Dana yang berhasil digalang dari turnamen tersebut akan diberikan kepada Susan G. Komen, sebuah organisasi non-profit yang bergerak memerangi kanker payudara, yang terbesar di dunia. Skillz berkomitmen untuk menggalang dana setidaknya sebesar $100,000. Pada tahun sebelumnya, Skillz juga pernah melakukan penggalangan dana untuk Special Olympics dan korban Hurricane Irma.

Dari 4 gerakan kemanusiaan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa terlepas dari apapun latar belakang yang kita miliki, selalu ada ruang bagi kita semua untuk dapat menyalurkan kebaikan. Esports yang kini telah mulai menjadi wadah yang dimanfaatkan untuk melakukan berbagai kegiatan positif, tentu harus kita jaga dan kembangkan bersama.

(Disunting oleh Satya Kevino)

Previous article5 Langkah Awal Menjadi Pro Gamer
Next articleApa itu CS:GO?
Dwi Damayanti
Seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat muda yang memiliki hobi membaca dan menulis, menyukai hal-hal yang ‘unyu’, bercita-cita untuk hidup sehat dan berolahraga teratur, bermimpi menjadi bagian dari organisasi kemanusiaan dunia yang pada akhirnya terjebak di dunia tulis menulis seputar esports. Wanita Indonesia melankolis yang belakangan ini suka mendegarkan lagu random di SoundCloud. Playlist-nya tentu aja lagu dan instrumen yang bikin ‘mewek’ atau joget keliling rumah. There's no in between. "For memories I dont want to forget, for words I've no courage to say, I write."- Dwi