Jalan-jalan ke Pulau Dewata? Sempatkan Bertemu Komunitas AOV Bali, Yuk!

1
877
Jalan-jalan ke Pulau Dewata? Sempatkan bertemu Komunitas AOV Bali, yuk! | Esportsnesia.com

Dunia esports kini sudah mulai menunjukkan masa kejayaannya. Dengan adanya cabang olahraga esports di Asian Games kemarin, para teman-teman komunitas esports di berbagai daerah mulai termotivasi untuk melatih diri dan memperlihatkan jati dirinya sebagai atlet esports, salah satunya adalah mereka, Komunitas AOV Bali.

Awal terbentuknya Komunitas AOV Bali

Beruntung, Esportsnesia berhasil mewawancarai wakil ketua Komunitas AOV Bali, Dion Pratama Setiawan, dan juga ketua komunitas, I Dewa Gede Wahyu Viragusiyana. Komunitas ini berawal dari sebuah acara Mini Gathering with GM AOV yang dilaksanakan di D’Place Bar n Resto pada Minggu, 10 September 2017, yang berarti sudah setahun lebih umur dari komunitas ini.

Tidak menunggu waktu yang lama, hari itu juga teman-teman yang menghadiri gathering tersebut memutuskan untuk membangun sebuah komunitas AOV di Bali. Pemilihan ketua, wakil ketua, serta pengurus inti, yang nantinya mengurusi kegiatan-kegiatan seperti: turnamen, gathering, nobar turnamen, coaching clinic, dan lainnya, pun segera dilakukan.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan komunitas ini sudah cukup jauh mengembangkan eksistensinya di media sosial.

Ingin berkomunikasi dengan Komunitas AOV Bali?

Kamu bisa menghubungi mereka melalui saluran berikut ini.

  • Official Account LINE @rpx3567h,
  • Instagram (@aovbali),
  • Facebook Group AOV Bali,
  • WhatsApp: 082247804960 (Dion) / 081236192928 (Wahyu).

Kegiatan Komunitas AOV Bali

Kini, anggota Komunitas AOV Bali yang aktif sudah mencapai 300 orang. Walau sudah terbilang cukup banyak, usaha Komunitas AOV Bali ini tidak berhenti di situ saja dalam upaya meningkatkan eksistensi komunitas AOV di Bali.

Mereka mengadakan berbagai kegiatan rutin setiap dua minggu sekali. Kegiatan tersebut berupa gathering bersama komunitas, turnamen, bagi-bagi takjil, mengadakan event Championship Regional, dan banyak kegiatan lainnya.

Tercatat jumlah kegiatan yang telah dilakukan sudah mencapai hampir 50 kegiatan. Adapun cuplikan kegiatan Komunitas AOV Bali adalah sebagai berikut.

Gathering Komunitas AOV Bali

Gathering Komunitas AOV Bali

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10 September 2017 ini dilakukan dengan tujuan untuk menempa keakraban, dimana sesama anggota komunitas diharapkan dapat mengenal lebih baik antara satu dan lainnya. Inilah acara gathering pertama yang dilakukan setelah terbentuknya Komunitas AOV Bali .

Turnamen VOCC Regional Bali

Turnamen VOCC Regional Bali

Kepaklah sayap selebar mungkin. Begitulah kata kiasan untuk turnamen kasual yang berskala regional ini. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2017 ini juga menjadi salah satu langkah awal bagi Komunitas AOV Bali untuk mengenalkan keberadaanya, khususnya kepada wilayah Bali dan sekitarnya.

Baca juga:  Apa Itu Arena of Valor?

AOV National Championship Regional Bali

AOV National Championship Regional Bali

Berevolusi dari kegiatan sebelumnya, Komunitas AOV Bali ini semakin tajam dan fokus dalam pengembangan dan penyaringannya untuk melahirkan cikal bakal atlet esports dari komunitas ini.

AOV National Championship Regional Bali ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan yang paling baik di antara yang terbaik untuk mewakili Bali di kancah nasional. Kegiatan yang diadakan pada tanggal 4 Maret 2018 ini diikuti oleh lebih dari 200 gamer AOV.

AOV City Tournament

AOV City Tournament

Kegiatan AOV City Tournament ini dilaksanakan pada 6 April 2018, tentunya dengan partisipasi tim-tim yang luar biasa. Waktu itu, turnamen AOV City ini dihadiri kurang lebih 125 orang, yaitu sebanyak 25 team yang bertanding.

Bagi-Bagi Takjil Bersama Komunitas AOV Bali

Bagi-Bagi Takjil Bersama Komunitas AOV Bali

Tidak hanya sibuk bertanding dan berkumpul demi mengasah kemampuan diri sebagai bagian dari esports, Komunitas ini juga melakukan kegiatan sosial, salah satunya yaitu berbagi takjil pada 2 Juni 2018, saat bulan Ramadhan lalu.

Lima kegiatan yang terangkum di atas masihlah secuil dari keseluruhan kegiatan yang sudah diadakan oleh Komunitas AOV Bali, untuk lebih lengkapnya, tentu bisa dilihat melalui media sosial instagram, @aovbali.

Semua kegiatan yang sudah berlangsung dapat dipastikan dihadiri oleh hampir seluruh anggota komunitas AOV Bali. Di balik menciptakan silaturahmi dan keakraban sesama gamer sekomunitas, kegiatan-kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh teman-teman lainnya sebagai ajang latihan bersama, atau bahkan membentuk sebuah tim dalam persiapan mengikuti pertandingan AOV yang akan datang.

Keseriusan Komunitas AOV Bali dalam mengembangkan komunitasnya tampak melalui hubungan komunikasinya yang baik dengan IeSPA. Hal ini terbukti dengan adanya kerja sama antara keduanya dalam menjalankan sebuah turnamen besar dengan total hadiah 6 juta yang bernama Bali Games Championship 2018 di FAME Hotel Sunset Road pada tanggal 7-8 Juli 2018 lalu.

Baca juga:  Dari Sabang Hingga Merauke, Komunitas AOV Pekanbaru Hadir untuk Indonesia

Tidak hanya itu, Komunitas AOV Bali juga bekerja sama berbagai pihak seperti dengan Indomaret Gatsu Timur, dalam turnamen yang berbeda namun dengan total hadiah yang sama pada 22 April 2018.

Motivasi yang menggerakkan Komunitas AOV Bali

Judul esports Arena of Valor tidak hanya dinikmati oleh kalangan dewasa saja, namun juga remaja dan bahkan orang tua zaman now. Dengan dibentuknya Komunitas AOV ini, diharapkan dapat membantu para gamer esport untuk berlatih bersama, memantapkan kemampuan dan skil, berbagi saran dan masukan, agar kiranya komunitas ini mampu membawa para anggotanya maju ke turnamen nasional, maupun kancah internasional.

Konsistensi dalam pergerakannya tidak lepas dari visi dan misi Komunitas AOV Bali. Komunitas AOV Bali memiliki visi untuk menjadi komunitas game Arena of Valor yang aktif, kompak, dan mampu menjalani hubungan yang erat antar anggota.

Untuk mencapai visi tersebut, Komunitas AOV Bali telah menyusun serangkaian misi berikut.

  1. Membentuk karakter yang positif dalam bermain game maupun dalam berinteraksi sesama pemain;
  2. Memiliki jiwa yang kuat untuk bisa menimbulkan tekad, giat, tekun, dan pantang menyerah; dan
  3. Mampu bersaing dan menjunjung tinggi sportivitas

Suka duka Komunitas AOV Bali

“Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin kencanglah angin yang menerpa”, begitulah kata pepatah. Pencapaian Komunitas AOV Bali hingga saat ini tidaklah selalu berjalan mulus, sebab banyak tantangan dan ujian yang harus dilewati.

Seperti stigma masyarakat yang menganggap bahwa bermain AOV tidaklah bermanfaat dan dianggap negatif, yang akhirnya menyulitkan komunitas ini dalam menyelenggarakan kegiatan.

Sekalipun demikian, Komunitas AOV Bali mendapatkan sebuah pembayaran dari perjuangannya. Sebuah pencapaian bagi komunitas ini, untuk ikut berkontribusi dalam memajukan esports di Bali melalui tim yang dikirim untuk mewakili Bali di turnamen nasional. Dan baru-baru ini, Komunitas AOV Bali juga turut menyukseskan acara Asian Games cabang esports AOV lalu.

Perkembangan esports di Bali

Perkembangan esports di Bali masih dikatakan cukup minim. Peran pemerintah juga tidak signifikan dalam dunia esports ini, apalagi mendukung segala kegiatan yang sudah dilakukan oleh komunitas.

Bisa jadi, minimnya pengetahuan dan informasi tentang dunia esports menjadi alasan dalam kurangnya dukungan pemerintah di industri esports.

Namun, di sisi lain, kegiatan komunitas AOV yang diadakan selama ini ternyata sudah tercium oleh beberapa rekan pengusaha perhotelan. Undangan untuk mengadakan acara kompetisi, gathering, maupun turnamen di beberapa hotel yang ada di Bali pun diterima oleh komunitas ini.

Baca juga:  Berkembang Bersama PES Jakarta Community

Menanggapi perkembangan esports di pulau Bali, tentu bak sebuah kesempatan dalam kesempitan. Hal ini terbaca melalui adanya adanya beberapa pihak yang melakukan kecurangan terkait perjudian, penggelapan dana, atau hal lainnya.

Namun hal tersebut dari sekarang sudah berusaha dicegah oleh komunitas ini. Hal ini dapat dilihat dari usaha teman-teman komunitas yang sudah mendirikan UKM, atau Unit Kegiatan Mahasiswa Esports di beberapa sekolah maupun universitas, dengan harapan kiranya UKM ini dapat menjadi wadah edukatif bagi teman-teman atlet esports untuk mengasah kemampuan dan strategi mereka.

Pandangan Komunitas AOV Bali terhadap isu-isu seputar industri esports

Kembali  lagi, bahwa Asian Games 2018 yang diadakan di Indonesia pada Agustus kemarin, menjadi sebuah ‘bakaran’ bagi teman-teman antusias esports di seluruh Indonesia, apalagi dengan dilibatkannya komunitas-komunitas esports yang sudah ada. Tidak memandang tua dan muda, bahkan remaja 17-an saja sudah mampu memberikan prestasi esports jika diasah dengan baik dan benar.

“Kami percaya, bahwa esports di Indonesia akan berkembang seiring berjalannya waktu, apalagi jika pemerintah turut mendukung kegiatan esports. Hal yang paling mudah untuk dapat kami gerakkan dan harapkan ialah, semakin banyaknya esktrakurikuler atau Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang ini, dengan itu, esports Indonesia akan semakin maju,” sahut Dion, sang wakil ketua Komunitas AOV Bali.

Harapan Komunitas AOV Bali ke depannya

Berkaca dari esports dunia, Komunitas AOV Bali berharap lanskap esports Indonesia akan mampu mengimbangi sampai ke kancah Internasional. Tidak hanya itu, Komunitas  AOV Bali juga berharap khususnya kepada teman-teman Komunitas AOV Bali, untuk dapat membedakan sisi positif dan negative dari bermain game dan juga untuk dapat mengatur waktu kapan harus bermain dan mengasah kemampuan bertarung diri. Karena untuk menciptakan prestasi, perlu untuk terus melatih diri.


(Disunting oleh Satya Kevino)

Siarkan Beritamu Sekarang!
Redaksi Esportsnesia menerima tulisan berupa liputan acara komunitas untuk dipublikasikan. Panjang tulisan minimal 400 kata. Kirim artikel ke editorial@esportsnesia.com. Jika tulisan sudah pernah dimuat di blog atau situs media online lainnya, sertakan pula link tulisan tersebut.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here