Komunitas Game Kartu? Yuk, Kenalan dengan Solo Duelist Community

0
744
Yuk, Kenalan dengan Solo Duelist Community

Yu-Gi-Oh! Trading Card Game (TCG) adalah permainan kartu yang dibuat dan dipublikasikan oleh Konami, yang diadaptasi dari manga Duel Monsters buatan Kazuki Takahashi.

Genre trading card game telah lama masuk ke perindutrian game di Indonesia dan sudah sukses membuat banyak orang menjatuhkan hatinya kepada game ini. Tidak hanya sekedar menggemari dan dijadikan hobi; kini para pemain TCG Yu-Gi-Oh! sudah membentuk komunitasnya di Solo yang dikenal dengan Solo Duelist Community.

Awal mula Solo Duelist Community

Hery Prasetya, selaku ketua dari Solo Duelist Community (SDC) bercerita banyak tentang sejarah komunitas. Jauh sebelumnya, para pemain Yu-Gi-Oh! (YGO) hanya memliki perkumpulan untuk bertanding, berdiskusi, dan belajar bersama seputar permainan ini.

Bermain TCG Yu-Gi-Oh!

Tidak adanya wadah komunitas membuat para pemain sedikit kesusahan, terutama jika ada perlombaan. Tepat pada tanggal Oktober 2009, Hery bersama pemain YGO lainnya memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas pemain kartu YGO yang mudah diingat.

Dan, voila, alhasil terbentuklah komunitas ini, Solo Duelist Community, atau yang disingkat dengan SDC.

Komunitas ini sangat terbuka untuk para pemain lama maupun pemain baru. Hery meyakini bahwa kelak komunitas ini akan menjad wadah yang baik untuk teman-teman duelist.

Cara bergabung dengan Solo Duelist Community

Untuk mempermudah para duelist untuk bergabung, komunitas ini memutuskan untuk membangun sebuah jaringan komunikasi di Facebook Fanpage, yang bisa ditemukan dengan keyword Solo Duelist Community.

Teman-teman duelist yang tertarik untuk bergabung juga dipersilakan untuk datang ke basecamp komunitas ini yang berada di Otakon Solo, Jl. Bangau IV no 12, Manahan, Solo.

Tidak terbatas hanya pada duelist Yu-Gi-Oh! saja, komunitas ini juga dengan tangan terbuka menyambut para pemain game kartu lainnya, baik itu Vanguard, Weiss, Magic the Gathering dan game lainnya.

Kegiatan Solo Duelist Community

Membangun kerja sama dan komunikasi yang baik adalah salah satu kunci untuk mengembangkan komunitas. Untuk itu, berbagai kegiatan pun sudah berhasil digeluti oleh komunitas ini, mulai dari hanya sekedar berkumpul, hingga bertanding bersama.

Baca juga:  Merajut Kekerabatan Bersama PES Balikpapan Community

Gathering mingguan Solo Duelist Community

Gathering mingguan sering dilakukan oleh komunitas Solo Duelist Community ini, khususnya di hari Sabtu dan Minggu di basecamp Otakan Solo. Selain mempererat hubungan satu dengan teman lainnya, acara gathering ini juga sering dijadikan friendly match antar sesama duelist yang tergabung di SDC. Kegiatan ini pun diselingi dengan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing kartu.

Yu-Gi-Oh! Championship Solo (YCS) adalah turnamen tahunan yang diikuti oleh para duelist dari berbagai kota untuk memperebutkan gelar kejuaraan. Desember 2018 kemarin memperingati usia turnamen yang sudah berumur 6 tahun, dan tentunya dirayakan setiap tahunnya. Tidak hanya duelist Solo, turnamen ini juga akan diikuti oleh duelist Semarang, Jogja, Malang, Jakarta, dan banyak kota lainnya.

Jumlah peserta yang mengikuti turnamen ini pun bervariasi. Terkadang bisa mencapai 30-60 orang setiap tahunnya. Kegiatan YCS yang ke-6 lalu diadakan di Solo Grand Mall dan diikuti oleh 64 peserta, dengan rekor peserta terjauh yang berasal dari Papua.

GT Joglosemar 2017 | Solo Duelist Community
GT Joglosemar 2017

Grand Tournament Joglosemar, turnamen yang sudah dilaksanakan sebanyak 9 kali ini biasanya diadakan secara bergilir oleh tiap komunitas duelist yang tersebar di pulau Jawa. Tidak hanya diadakan oleh Solo Duelist Community; komunitas Yu-Gi-Oh! Semarang, Emperian; dan Komunitas Yu-Gi-Oh! Yogyakarta juga pernah menjabat sebagai panitianya.

Motivasi yang menggerakkan Solo Duelist Community

Sama dengan komunitas pada umumnya, komunitas ini juga dibentuk dengan harapan adanya wadah bagi para duelist untuk menemukan “rumah” mereka. Tidak hanya menjalin silaturahmi, namun juga untuk berlatih dan mengatur strategi bermain kartu bersama.

Ada harapan kelak, agar kiranya komunitas ini tetap berumur panjang dan mencapai prestasi yang dapat mengharumkan nama Solo Duelist Community ini. SDC pun dilengkapi dengan visi dan misi.

Yu-Gi-Oh! Championship Solo VI | Solo Duelist Community
Yu-Gi-Oh! Championship Solo VI

Visi Solo Duelist Community adalah untuk menjadi sebuah wadah yang menaungi seluruh duelist kota Solo. Visi tersebut tentunya dicapai dengan misi yang mengenalkan permainan Yu-Gi-Oh! kepada masyarakat luas, serta menepis stigma masyarakat bahwa permainan kartu Yu-Gi-Oh! hanyalah sebuah permainan anak-anak.

Suka duka Solo Duelist Community

Sebagai pencapaian terbesar tahun 2018 lalu, salah satu anggota Solo Duelist Community, Rahakim Imam, berhasil menjadi juara pertama di TAC (TCG Asia Championship) yang   diadakan di Jepang.

Baca juga:  Komunitas Esports dari Kalimantan Timur? Komunitas AOV Berau Jawabannya
Rahakim Imam | Solo Duelist Community
Rahakim Imam (ki)

Selain itu, anggota komunitas SDC, Henry “Keju”, juga menjadi juara pertama Shadow Tournament di Jakarta, yang merupakan salah satu turnamen Yu-Gi-Oh! terbesar di Indonesia. Ada juga Roffiquzzaman “Gogol” yang menjuarai GT Joglosemar 2018 di Jogja serta Denny Susanto yang menjuarai GT Semarang 2018.

Di tengah pencapaian dan kebanggaan komunitas, tentu ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh teman-teman Solo Duelist Community. Hingga hari ini, Solo Duelist Community masih terus berjuang untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa permainan kartu Yu-Gi-Oh! bukanlah permainan kartu anak-anak.

Yu-Gi-Oh! Championship Solo VI | Solo Duelist Community
Yu-Gi-Oh! Championship Solo VI

Meskipun merupakan permainan kartu bergambar, tetapi untuk memainkan Yu-Gi-Oh!, diperlukan pemahaman bahasa Inggris yang baik, strategi dalam menyusun deck (kartu yang digunakan untuk duel), serta pemahaman tentang peraturan permainan yang semakin hari semakin berkembang.

Pesan Solo Duelist Community

Bagi komuntas duelist Solo ini, menjalankan hobi dengan sungguh-sungguh merupakan hal yang sangat disarankan. Tidak ada salahnya menunjukkan prestasi melalui hobi, sekalipun itu bermain kartu Yu-Gi-Oh! yang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Selalu bertanggung jawablah terhadap pilihan yang diambil. Jangan sampai melupakan keluarga dan sekolah. Karena stigma masyarakat muncul dari kurangnya kemampuan pelaku esports untuk membagi waktu dengan hal-hal yang lebih penting.

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here