Gamekarta: Kolaborasi Esportsnesia X Candela Imagine untuk Lestarikan Game Lokal

1365
gamekarta

Dewasa ini, berbagai festival video game yang disajikan dalam gagasan olahraga elektronik (esports) tengah mengalami peningkatan pesat. Jumlah pemain game (gamer) tanah air yang turut andil dalam kemajuan ini juga tidak sedikit.

Tercatat, dalam perhelatan esports terkini, yaitu Piala Presiden Esports 2022 yang diikuti oleh sebanyak 80 ribu pendaftar, jumlah hours watched dari livestreaming Main Event ini pun mencapai rekor 50 juta jam yang merupakan kenaikan 50% dari siaran tahun lalu.

Sayangnya, di tengah perkembangan pangsa pasar video game di Indonesia yang berkembang signifikan ini, tidak banyak para pelaku lokal yang bersaing untuk mengalahkan dominasi dari para pengembang game luar negeri. Indonesia masih belum memegang kekuatan untuk menguasai pasar lokal di kala para gamer-nya sendiri masih belum tertarik untuk “melirik” kehadiran game-game karya anak bangsa.

Padahal, sudah tidak sedikit game lokal yang mencetak prestasi di panggung internasional. Sebut saja, seperti game Coffee Talk besutan Toge Productions yang telah mendunia.

Fenomena ini diduga karena kurangnya popularitas game tanah air untuk bersaing, terutama di saat stigma yang kurang baik masih melekat pada game buatan Indonesia.

Dalam semangat mendukung industri ekonomi kreatif tanah air yang di dalamnya juga turut terkandung ekosistem video game, Esportsnesia bersama dengan Candela Imagine menyatakan dukungannya dengan menghadirkan sebuah inisiatif yang bernama Gamekarta.

Gamekarta dirancang sebagai sebuah wadah untuk mempromosikan dan mempopulerkan gamegame karya anak bangsa ke masyarakat luas.

Dengan memperkenalkan game lokal kepada para penggemar esports serta memberikan ulasan yang representatif, diharapkan kehadiran Gamekarta dapat menjadi sebuah jembatan antara para pengembang game Indonesia dengan pasar gamer lokal.

Esportsnesia, yang merupakan sebuah portal informasi gaming dan esports, akan memberikan dukungan eksposur kepada para audiensnya. Hingga hari ini, Esportsnesia telah menyajikan review untuk judul-judul game lokal berikut:

Menggandeng Candela Imagine sebagai salah satu pilar pendukung, Candela Imagine adalah sebuah platform yang memfasilitasi keberlangsungan game developer Indonesia untuk menjaga eksistensi game dan developer-nya, yang nantinya turut diberikan eksposur di Gamekarta.

Fadel Dzahabi, Founder dan CEO Candela Imagine meyakini bahwa Gamekarta akan membangun kesan baik bagi para game developer Indonesia melalui ulasan mendalam dan objektif untuk karya-karya kreatif anak bangsa ini.

“Gamekarta bisa menjadi ladang untuk memunculkan komunitas maupun penggemar baru game yang diulas. Candela yang saat ini membutuhkan uluran tangan pengulas game, tentunya sangat menyambut hubungan kerja sama dengan Esportsnesia untuk memfasilitasi kebutuhan para game developer Indonesia,” ungkap Fadel Dzahabi.

Candela Imagine akan merekomendasikan game-game lokal pilihan yang memang memiliki potensi. Dengan adanya review dari game pilihan tersebut, kekhawatiran para calon pembeli yang awalnya tidak kenal dan takut “salah beli game” bisa diyakinkan akan apa yang akan mereka dapat.

“Bila Gamekarta dapat mengemasnya dengan lebih menggugah, tentunya publik bisa menjadi lebih terbuka dengan karya teman-teman pengembang game ini, dan melakukan pembelian game. Harapannya, jangkauan market game developer Indonesia bisa menjadi lebih luas”, tambah Fadel Dzahabi.

Mendalami lebih lanjut, Fadel juga mengungkapkan bagaimana review game yang dihadirkan ini bersifat strategis dalam mendukung aspek pemasaran game lokal.

“Kami sangat menghargai karya yang dibuat (game-game Indonesia). Namun, luput dari soal apakah game tersebut layak untuk dimainkan bagi publik, kesesuaian (pada) market maupun aspek teknis dari game tersebut. Seperti bug atau problem loading dsb (dan sebagainya),” ucap Fadel Dzahabi.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pengembangan game, proses evaluasi dari pihak eksternal seperti ulasan dari media game menjadi satu hal yang tidak terpisahkan.

Media game seperti Esportsnesia jadi bagian penting dari keseluruhan proses pengembangan game. Baik masih ditahap alpha hingga game tersebut dirilis.

“Kami merencanakan dari kegiatan ini untuk menimbulkan trust antar pihak game developer Indonesia dengan partner media serta Candela Imagine tentunya. Semakin tenar program ini, maka semakin banyak game developer yang peduli untuk saling mengevaluasi perkembangan karyanya,” jelas Founder dari Candela Imagine.

Gamekarta Fokus pada Game Karya Anak Bangsa

Dalam mengemban misinya untuk mengembangkan ekosistem video game tanah air, Gamekarta hanya akan berfokus pada game-game yang berasal dari Indonesia saja.

“Sudah jadi komitmen Candela di Gamekarta untuk menggaungkan game karya teman-teman Indonesia. Kami dari tim Candela yang fokus utamanya juga memfasilitasi game developer Indonesia, tentunya memiliki perhatian lebih kepada mereka. Game developer Indonesia itu sangat berpotensi, loh! Sudah memenangkan banyak penghargaan seperti di SEA Game Awards, maupun tampil di ajang bergengsi di Gamescom, dan terakhir di IGDX Bali”.

Fadel Dzahabi juga menambahkan bahwa Gamekarta ini bisa menjadi pemicu semangat bagi par developer game Indonesia untuk berkarya secara lebih.

“Tentunya kami ingin program-program ini bisa menjadi pemicu semangat bagi para game dev Indonesia untuk berkarya lebih”.

Cara Game Developer Lokal Berpartisipasi dalam Gamekarta

Bagi para developer game yang ingin karyanya turut diliput dalam Gamekarta, mereka bisa melakukannya dengan cara sebagai berikut ini:

  1. Akses situs Candela Imagine atau langsung mengakses link pendaftaran Register Game Dev.
  2. Setelah membuat akun, mereka bisa menerbitkan secara mandiri game yang ingin didaftarkan.
  3. Isi semua informasi yang dibutuhkan agar pihak reviewer, seperti Esportsnesia, tertarik untuk mengulas karyamu.

Inisiatif kolaboratif Gamekarta yang digagaskan oleh Esportsnesia dan Candela Imagine ini bersifat inklusif dan tidak dikenakan biaya sama sekali, alias gratis.

Dengan nilai inklusivitas seperti ini, para game developer Indonesia tetap bisa memaksimalkan anggarannya untuk fokus mengembangkan karyanya.

“Siapapun bisa ikutan dalam program Gamekarta. Namun, tetap melalui proses kurasi. Jadi ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendapatkan ulasan dari karyamu. Berjuanglah terus hingga terpilih,” ucap Fadel Dzahabi.