
Artikel ini merupakan hasil wawancara langsung tim Esportsnesia dengan Michelle, atau yang akrab disapa Chelle, brand ambassador Revemoin Esports.
Lewat perbincangan ini, Chelle membagikan pandangannya tentang esports, peran brand ambassador, serta bagaimana proses dan nilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem esports di Indonesia.
Dari Game ke Esports: Ruang Tumbuh yang Membentuk Diri
Bagi Chelle, perjalanan ke dunia esports berawal dari hal yang sederhana: bermain game. Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa game bukan hanya soal hiburan.
Ada proses pembelajaran yang terjadi lewat komunitas, interaksi, dan pengalaman mengatakan menang maupun kalah.
“Game itu bukan cuma hiburan,” ujarnya. Lewat game, ia belajar disiplin, komunikasi, mental, hingga mengenal identitas diri.
Dari sinilah ketertarikannya terhadap esports berkembang menjadi lebih serius, bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari ekosistemnya.
Esports, bagi Chelle, adalah ruang tumbuh. Tempat seseorang bisa berkembang, gagal, belajar, dan kembali bangkit bersama komunitas.

Revemoin Esports: Bukan Sekadar Tim, tapi Arah
Dalam wawancara ini, Chelle juga menceritakan awal keterlibatannya dengan Revemoin Esports.
Menariknya, ia tidak mengenal Revemoin dari prestasi besar atau sorotan publik, melainkan dari ajakan untuk tumbuh dan berkembang bersama.
Baginya, Revemoin terasa berbeda. Bukan tim yang hanya ingin terlihat hebat, tetapi tim yang mau membentuk karakter dan proses.
Di situlah Chelle merasa menemukan kecocokan bahwa ini bukan hanya soal bergabung dengan tim, tetapi berjalan dalam satu arah yang sama.
Brand Ambassador Bukan Sekadar Wajah
Chelle Revemoin Esports memaknai peran brand ambassador secara jujur dan membumi.
Menurutnya, brand ambassador bukan hanya soal exposure atau tampil di depan kamera, tetapi soal membawa nilai tim ke ruang publik dengan cara yang autentik.
“Brand ambassador di esports bukan sekadar wajah atau exposure. Kita itu jembatan antara tim dan komunitas, bukan topeng yang dibuat.”
Nilai-nilai Revemoin seperti perjuangan dari bawah, keberanian untuk berbeda, dan konsistensi menjadi prinsip yang ia bawa dalam keseharian. Ia berusaha tetap rendah hati, mau belajar, dan selalu ingat alasan awal kenapa ia memulai perjalanan ini.
Esports, Komunitas, dan Proses yang Tidak Instan
Dalam pandangan Chelle, esports di Indonesia kini telah menjadi bagian dari pop culture arus utama.
Jika dulu dianggap sekadar hobi, kini esports menjelma menjadi industri sekaligus identitas.
Namun, perubahan terbesarnya bukan hanya soal skala, melainkan soal kesadaran akan pentingnya ekosistem.
Komunitas memegang peran sentral. Chelle percaya koneksi yang tulus lahir ketika seseorang hadir sebagai manusia, bukan figur sempurna.
Mendengarkan, merespons dengan jujur, dan tidak merasa lebih tinggi dari komunitas adalah kunci agar esports tetap hidup.
Di balik layar, tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi mental. Publik sering hanya melihat hasil akhir, tanpa mengetahui tekanan dan proses panjang yang dijalani.
Menjaga diri tetap autentik di tengah ekspektasi bukan hal mudah, tetapi justru menjadi bagian penting dari perjalanan.
“Kalau kamu mau masuk esports, masuklah dengan niat membangun, bukan cuma ingin terlihat.”
Ke depan, Chelle berharap Revemoin Esports terus berkembang sebagai tim yang kompak, membawa vibes positif, dan semakin kuat secara performa.
Pesannya untuk gamer dan kreator muda pun jelas: jangan mencari jalan instan. Bakat memang penting, tetapi sikap, konsistensi, dan kemauan belajar jauh lebih menentukan.
























