EVOS Caramel, dari Manajer Jadi Pro Player

0
51
EVOS Caramel
EVOS Caramel dan tim berhasil membawa kemenang Women Star League.

Perasaan minder saat melihat pro scene Mobile Legends yang didominasi laki-laki tidak menyurutkan semangat EVOS Caramel untuk terjun menjadi pro player. Pasalnya untuk perempuan yang akrab dipanggil Vio ini ingin merasakan rasanya menjadi pro player yang bermain di atas panggung.

Vio memegang peranan penting dalam permainan sebagai role Core dalam tim EVOS ML Ladies. Permainannya yang apik membuatnya berhasil menjajaki berbagai turnamen Mobile Legends, baik dalam skala nasional atau internasional.

Meski sudah menjadi pro player, jalannya untuk menggapai impiannya tersebut tidak mudah. Ada berbagai rintangan yang dihadapi, salah satunya tidak ada dukungan dari orang-orang terdekat saat ia memutuskan untuk meniti karier menjadi pemain profesional dalam dunia esports.

“Bahkan sampai dosen-dosen di kampus juga bilang ‘Ngapain sih kamu kerjaannya main game doang?’,” curhat Vio dalam Empetalk bersama Jonathan Liandi. Vio tetap mencoba untuk bermain gim meski tidak ada yang mendukungnya. Setidaknya ia akan bermain di stage, dan berhenti jika tidak mengalami perkembangan dan tidak diperbolehkan.

Ketika Vio sudah dapat membuktikannya, ia didukung oleh banyak pihak. Orang tuanya kemudian sadar bahwa esports ada peluang karier di dalamnya. Meski di awal-awal kedua orang tuanya cukup ketat dalam mengawasi Vio.

Meski aktif sebagai pro player, dirinya tetap tidak melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Perempuan yang lahir tahun 1998, itu menempuh pendidikan kuliah dan berhasil lulus pada 2020.

EVOS Caramel Tertarik dengan Esports Semenjak Jadi Manajer

Vio Caramel
Vio tertarik menjadi pro player semenjak menjadi manajer tim esports.

Gadis bernama lengkap Violetta Aurelie ini pernah menjadi manajer tim esports asal Pontianak, yaitu Critical Yap, yang menjadi tim yang cukup dipandang dalam turnamen Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 1.

Kegemarannya dalam gim semakin menggebu setelah melihat kompetisi Mobile Legends yang sangat seru. Vio sebetulnya mengenal gim sudah sedari kecil, sehingga ia memiliki kecintaan dengan gim dan lihai bermain gim bergenre MOBA. Tidak hanya itu, ia juga ahli memainkan berbagai role sampai akhirnya ia bermain dengan role Core.

Melihat keseruan turnamen gim selama menjadi manajer, membuatnya tertarik untuk mencoba terjun dalam dunia esports. Ia kemudian meniti karier menjadi pro player dengan bergabung NXA Ladies yang didirikan NIXIA Esports.

Dalam tim pertama yang ia bela tersebut, Vio sudah berhasil mengikuti beberapa turnamen Mobile Legends yang kebanyakan masih diikuti oleh laki-laki. Selama kurang lebih setahun bermain dalam tim NXA Ladies, Vio memutuskan untuk rehat menjadi player Mobile Legends. Meski begitu ia masih berlatih untuk memainkan gim tersebut.

Kembali ke Dunia Esports, EVOS Caramel Mencetak Prestasi di Usia Muda

EVOS Ladies
“Nanti gantian kita yang bawa pulang piala buat EVOS ya!”

Setelah vakum, EVOS Caramel memutuskan kembali dalam pro scene Mobile Legends ladies. Ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan bergabung bersama SFI Queen. Tim tersebut diperkuat Lele Pixie, Lamia, Pucci, dan tentunya Vio.

Vio bukanlah satu-satunya perempuan yang terjun di dunia esports untuk menjadi pro player di dalam keluarganya. Lamia ternyata adalah adik kandung Vio yang turut menapaki karier menjadi pro player Mobile Legends.

Dengan kembalinya Vio dan prestasi yang ditorehkan melalui berbagai turnamen, namanya mulai dikenal publik. Mereka semakin dikenal setelah mendapatkan peringkat yang baik dari mengikuti beberapa turnamen Mobile Legends. SFI Queen menjadi salah satu tim Mobile Legends Ladies terkuat pada waktu itu.

Vio bersama tim berhasil menjuarai Female Esports League (FSL) Kualifikasi Indonesia. Mereka kemudian mewakili Indonesia dalam FSL Elite yang berlangsung pada 7-8 Juni 2019 lalu.

Dalam turnamen FSL Elite, SFI Queen menghadapi berbagai tim esports Mobile Legends dari berbagai negara. Turnamen yang diselenggarakan di Singapura tersebut kembali membuat Vio dan kawan-kawan menorehkan prestasinya dalam esports untuk perempuan.

SFI Queen berhasil menaklukkan Saint Ladies, Sharker, Pokemon, dan berbagai tim lainnya. Mereka akhirnya berhasil memasuki babak final. Sayangnya, mereka harus berpuas diri dengan posisinya menjadi runner-up dalam laga tersebut.

Setelah bermain selama dua tahun untuk SFI Queen, Vio memutuskan untuk hengkang dari tim tersebut karena visi misi yang tidak sejalan lagi. Langkah tersebut diikuti oleh awak SFI Queen lainnya. Para pemain tersebut melanjutkan kariernya dengan tim yang berbeda.

Bergabung dengan EVOS Esports dengan Memegang All-Role

EVOS Caramel menjadi all-role
Vio saat ini memegang role Core setelah memainkan all-role.

Setelah kepergiannya dari SFI Queen, Vio akhirnya mendaftarkan diri ke tim EVOS Esports bersama EVOS Pucci. Mereka berdua direkrut dengan mudah karena sudah saling mengenal dan sering bermain bersama tim EVOS Ladies yang telah direkrut pada waktu itu.

Lalu, terbentuklah EVOS Ladies yang berfokus pada Mobile Legends, saat itu tim EVOS Ladies terdiri dari enam roster, yaitu Earl, Listy (eks EVOS), Pucci, Pica, Funi, dan dirinya, Caramel.

Namanya juga dikenal sebagai EVOS Caramel setelah bergabung dengan tim harimau putih tersebut. Dalam EVOS Ladies, Vio sering memainkan berbagai role, seperti Assassin, Tank, Mage, Marksman, dan lainnya. Di awal kariernya dalam EVOS Ladies, Vio memegang all-role dengan role favoritnya sebagai Assassin.

Dengan pool Hero yang banyak, EVOS Caramel mampu membawa EVOS Ladies menjadi juara di Female Gaming League Mobile Legends Minor Series 2019 setelah mengalahkan Belletron. Mereka juga berhasil memboyong kemenangan dalam turnamen Women Star League Season 1.

Tidak hanya itu, saat ini Vio memegang role Core juga berhasil berhasil meraih gelar juara bersama tim EVOS Ladies di turnamen Woman Star League (WSL) Invitational 2020 MLBB setelah mengalahkan Siren Moon. Prestasinya tersebut membuat ia semakin disegani sebagai player dengan skill yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski saat pandemi ajang kejuaraan jarang dilaksanakan, Vio juga memiliki banyak waktu untuk menjadi streamer lewat channel Nimo TV miliknya, EVOS Caramel. Waktu luangnya tersebut juga ia manfaatkan untuk tetap berkomunikasi dengan para penggemarnya lewat live streaming.

EVOS Caramel juga membagikan berbagai video gameplay lewat akun YouTube, Vio CarameL. Tak jarang ia juga membagikan video-videonya bersama tim EVOS Ladies atau hanya sekedar review skin.

Gusion jadi Hero Favorit EVOS Caramel

Gusion Mobile Legends
Gusion adalah Hero favorit Vio yang sering dimainkan dalam setiap pertandingan.

EVOS Caramel sering mengandalkan Gusion dalam setiap pertarungan. Gusion dikenal sebagai Hero yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Hal itu sepadan dengan burst damage yang besar sehingga dapat dengan mudah menghabisi musuh lewat serangan pisaunya.

Gusion dikenal sebagai Hero Assassin yang memiliki skill unik dan tidak mudah dikuasai. Dengan build item yang pas dan seimbang alias tidak berat sebelah, Hero tersebut menjadi alat yang mematikan bagi para musuh.

Meski dikenal sulit, Vio berhasil menguasainya. Ia sendiri memilih Gusion karena parasnya yang tampan dan keren. Tidak hanya itu, penilaiannya tentang skill Gusion dengan damage yang besar juga menjadi faktor penting buatnya. Baginya, dengan menggunakan Gusion, artinya kita harus rajin farming agar item cepat lengkap.

Esports saat ini sudah bukan milik para pemain pria, dengan masuknya para pemain perempuan, esports menjadi diminati di kalangan kaum hawa. Tim esports perempuan juga menunjukkan berbagai prestasi yang membanggakan dalam ranah kompetisi. 

Jadi meski minder di awal, tetap buktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pro player. EVOS Caramel juga mengalaminya di awal kariernya, tetapi ia berhasil melaluinya dan menunjukkan kemampuannya sebagai pro player yang hebat.