Bro Pasta, Caster Ikonik yang Multitalenta

2
144
Profil Bro Pasta
Bro Pasta, salah satu shoutcaster multitalenta dari Indonesia/kincir.com.

Profil Bro Pasta – Siapa bilang sukses di esports harus menjadi pro player? Menjadi pro player memang menarik di mata orang, tetapi untuk bisa mencapai panggung turnamen ada profesi lain yang tak kalah penting dan menarik, yaitu caster.

Semakin berkembangnya esports membuat shoutcaster semakin mendapatkan posisi di mata penonton. Ternyata, tanpa shoutcaster, pertandingan akan terdengar sangat sepi. Keseruan esports tidak bisa lepas dari caster atau komentator yang memberikan analisa pertandingan dengan seru.

Ternyata, perjuangan menjadi caster pertanding esports tidak mudah, lho. Hal itu menjadi pengalaman dari salah satu caster beken asal Indonesia, yakni Bro Pasta. Caster bernama lengkap Riantoro Yogi Putra ini sudah mulai menekuni shoutcaster sejak 2014, di saat esports belum terlihat berkembang seperti sekarang ini.

Profil Bro Pasta #1: Tantangan Demi Tantangan

Yogi Pasta Saputra
Bro Pasta sempat dilarang menjadi caster oleh orang tua/grid.id.

Untuk menjadi seorang caster, Bro Pasta berusaha dengan sangat maksimal. Awalnya ia ingin menjadi seorang pro player, tetapi ternyata menjadi seorang pro player harus memiliki skill yang jauh di atas rata-rata. Ia tidak memiliki kemampuan yang setara dengan pro player.

Menjadi pro player menurutnya hal yang sulit. Pada saat bermain Dota 2, ia kesulitan untuk menembus skema kompetisi Dota 2. Bahkan untuk sekadar menang di komplek rumahnya saja sulit.

Meski begitu, ia mencari celah profesi lain yang masih berada di seputar dunia game. Salah satunya adalah menjadi seorang komentator. Ia cukup tertarik dengan caster karena memiliki pengetahuan yang luas tentang game.

Pada 2013, ia terjun ke dunia caster. Ia belum masuk ke ranah profesional karena masih meraba-raba arah caster yang akan ia tekuni. Dirinya tertarik dengan caster dengan modal nekat dan kesenangannya bermain game.

Waktu SMA, ia hanya memikirkan cara agar tetap bisa bermain game tetapi tetap menghasilkan uang. Akhirnya ia menjual voucher game, tetapi uangnya digunakan untuk membayar billing warnet untuk bermain game.

Dengan modal nekat yang percaya diri, ia belajar menjadi caster secara otodidak lewat castercaster lain. Baginya menjadi caster tidak dipelajari lewat bangku sekolah, karena materinya tidak diajarkan di perkuliahan. Maka ia memilih untuk belajar mandiri.

Tidak hanya itu, tantangan terbesarnya adalah untuk meyakinkan kedua orang tuanya. Ia sempat dilarang karena profesi sebagai caster pertandingan esports kurang menghasilkan. Pada awal-awal kariernya saat menjadi caster, Bro Pasta mendapatkan gaji yang tidak begitu besar dalam event pertamanya.

Ia mengaku hanya dibayar sejumlah 300 ribu untuk event yang ia bawakan selama 2 hari. Bahkan ia pernah menjadi caster yang digaji antara 250 sampai 500 ribu per bulan. Namun dengan seiring berjalannya waktu, esports semakin berkembang kemudian orang tua akan mulai paham.

Bro Pasta mengaku sempat berbohong kepada orang tuanya. Baginya banyak bidang esports yang bisa dijelajahi lebih lanjut, seperti marketing, finance, business development, content creator, hingga caster, karena esports tidak bisa hanya berdiri lewat pro player saja. Menurutnya, semua itu asal ditekuni dengan usaha yang maksimal dan doa, pasti menjanjikan dan setiap rintangan akan terlewati.

Bro Pasta saat ini dikenal sebagai caster multitalenta yang bisa membawakan berbagai pertandingan game, seperti Dota 2, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), dan PUBG Mobile. Namanya cukup santer dalam dunia esports PUBG Mobile, ia memiliki penggemar yang selalu mendukungnya.

Profil Bro Pasta #2: Segudang Prestasi, Tidak Lepas dari Skandal

Bro Pasta Caster Terbaik
Bro Pasta memenangkan kategori Caster Terfavorit dalam Indonesian Esports Awards/kincir.com.

Bro Pasta dikenal dalam komunitas PUBG Mobile karena ia beberapa kali kerap menjadi komentator dalam turnamen PMCC (PUBG Mobile Campus Championship), PMPL (PUBG Mobile Pro League), dan PMCO (PUBG Mobile Club Open). Ia pernah dipercaya membawakan turnamen PMCO yang digelar oleh Tencent Games.

PMCO diadakan dalam dua kali setahun, yakni setiap spring split dan fall split. Ia juga mendapatkan beberapa prestasi seperti memenangkan gelar Caster Terfavorit pada acara penganugerahan Indonesian Esports Awards 2020. Bro Pasta juga pernah melatih tim PUBG dari Morph Team, tim PUBG esports besutan Reza Arap.

Meski dikenal sebagai caster berprestasi, ia tidak lepas dari berbagai kesalahan yang menimpa karena sikapnya yang dicap buruk oleh netizen. Pada PMCO Spring Split 2019, pada saat siaran langsung, Bro Pasta mengatakan dirinya merupakan orang Malaysia yang membuat heboh warganet yang menyaksikan tayangan tersebut.

Karena banyaknya cacian netizen, ia pun mengklarifikasi bahwa pernyataan itu hanya candaan belaka. Tetapi, tidak berhenti di situ, ia juga menyindir dengan kalimat “Indonesia Sampah” yang membuat geger warganet.

Bro Pasta meluruskan kronologis komentar yang ia keluarkan. Saat PMCO 2019 di China, membuat kesalahan fatal yakni foto dirinya di poster promo PMCO yang disandingkan dengan bersebelahan dengan bendera Malaysia, seolah-olah membuat disinformasi bahwa dirinya merupakan warga negara Malaysia.

Namun, sayangnya netizen tetap masih marah kepadanya karena komentar yang menghina Indonesia. Tidak cukup di situ saja, ia juga sempat mengeluarkan kata-kata ambigu kepada Mochalette alias Icha yang merupakan kekasihnya pada saat nge-cast PMCC 2019. Namun, kejadian-kejadian itu memberikan pelajaran tersendiri untuk Bro Pasta.

Profil Bro Pasta #3: Belajar dari Pengalaman

Bro Pasta dan Wolfy
Bro Pasta dan Wolfy menjadi partner caster turnamen PUBG Mobile.

Selama menjadi caster, Bro Pasta mendapatkan banyak pengalaman baru, seperti bertemu orang-orang baru, mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri, dan menjadi caster pertandingan internasional salah satunya bersama Wolfy. Namun, meski senang, ia pernah mendapatkan pengalaman yang tidak disukainya.

Seperti memberikan analisis yang malah membuat penonton merasa tersinggung, mengeluarkan kata-kata kasar. Hal itu membuatnya merasa kesal, tetapi lama-lama ia terbiasa karena ia fokus untuk kerja menghibur para penggemar.

Menjadi caster memang menyenangkan, tetapi ia memikirkan jangka pendek untuk masa depannya. Ia berencana membuka bisnis, seperti salah satunya adalah bisnis kafe kopi dan clothingan.

“Gue nggak tahu berapa lama gue bakal di bidang esports. Gue juga nggak tahu kan sampai kapan orang-orang betah liat tampang gua di layar monitor mereka masing-masing hahaha,” seloroh Bro Pasta, dikutip dari Kotak Game.

Bro Pasta awalnya dikenal sebagai shoutcaster dari Dota 2, tetapi ia mulai merambah game lain seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends. Dahulu Pasta berpikiran idealis: hanya mau menjadi caster di satu game saja. Namun, di bawah manajemen, ia mendapatkan masukan jika hanya satu game saja, kariernya bisa saja langsung habis.

Menurutnya, ketiga game tersebut memiliki tantangan yang berbeda seperti Mobile Legends dan Dota 2 yang harus memahami basic hero, skill, dan strateginya. Jika game Battle Royale seperti PUBG, ia memiliki tantangan tersendiri di bagian awal pertandingan. Menurutnya, Dota 2 tetap yang paling sulit.

Menjadi caster di beberapa game juga sulit untuknya. Tetapi ia mengakalinya dengan terus berlatih dan memainkan game yang akan ia pandu. Misalnya, jika hari ini dia nge-cast tetapi dua hari dia akan menjadi caster Mobile Legends, dia akan memainkan game Mobile Legends untuk terbiasa dan mempelajari hero.

Tips dari Bro Pasta

Berikut adalah 3 tips menjadi shoutcaster dari Bro Pasta yang dilansir dari Kompas TV.

  1. Siapkan mental yang kuat. Karena jika sudah terjun dalam dunia shoutcasting kita akan diberikan input dari orang-orang yang menonton.
  2. Banyaklah menonton referensi-referensi dari castercaster lain baik, dari dalam negeri maupun luar negeri, supaya kalian akhirnya mendapatkan ikon dari pembawaan yang akan kalian bawakan.
  3. Siapkan backup line kalian. Jika kalian gagal, siapkan pendidikan kalian. Jangan langsung tinggalkan pendidikan kalian. Dengan pendidikan, kalian bisa meneruskan perjalanan hidup kalian.