JEET Esports: Sang Jawara Pertandingan Persahabatan Lokapala PON XX Papua 2021

522
JEET Esports: Sang Jawara Pertandingan Persahabatan Lokapala PON XX Papua 2021

Salah satu gim yang ikut dipertandingkan di ajang ekshibisi PON XX Papua 2021 adalah gim lokal buatan asli Indonesia, Lokapala. Esportsnesia berkesempatan untuk berbincang dengan anggota tim Lokapala dari JEET Esports yang menyabet juara pertama dalam pertadingan persahabatan Lokapala di PON XX Papua 2021.

Anggota tim mengungkapkan perjalanan tim menuju PON XX Papua terbilang cukup lancar dan prosesnya sangat cepat hanya memakan waktu sekitar dua minggu sejak babak penyisihan sampai Grand Final. Dari total sekitar 64 tim yang mengikuti penyisihan, berhasil menjadi juara pertama tentu saja merupakan suatu kebanggan.

“Manajer sampai nangis karena waktu final melawan Dewa United sempat ragu. Apalagi di babak pertama kami sempat kalah karena ada blunder di tim. Tapi di babak kedua kami sangat yakin sehingga berhasil merebut poin. Di mid-game babak ketiga kami sempat ragu lagi, tapi akhirnya berhasil comeback dan menang,” tutur Gurbinder Singh, salah satu player Lokapala dari tim JEET Esports.

Melaju ke PON XX Papua Tanpa Kendala Berarti

Gurbin mengungkapkan perjalanan mereka menuju PON XX Papua yang terbilang mulus tanpa kendala berarti. “Kami bermain di babak penyisihan sejak awal September dan Pra-PON di pertengahan September. Setelah berhasil lolos dengan win-rate 100% dari babak penyisihan sampai Pra-PON, kami pun berangkat menuju semi final sekaligus final di PON XX Papua,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kendala yang dialami selama mengikuti rangkaian pertandingan menuju PON Papua, Gurbin mengaku kendala terberat hanyalah perjalanan. “Perjalanan dari Medan ke Papua cukup melelahkan,” ungkapnya.

Akan tetapi, sebagai tim, Gurbin dan anggota tim yang lain setuju bahwa mereka perlu meningkatkan komunikasi supaya chemistry terbangun lebih kuat.

“Saat ini karena berbeda domisili, kami berkomunikasi menggunakan Discord. Ke depannya harus tinggal di satu GH (gaming house, -red) yang sama supaya komunikasi lebih bagus,” ungkap Gurbin.

Formasi Timlokapala

Anggota tim Lokapala dari JEET Esports ini mengaku telah memainkan Lokapala sejak pertama kali gim ini dirilis pada tahun 2020. “Waktu itu tahu dari media sosial. Lalu kami tertarik karena gim ini unik dan mengusung tema budaya Indonesia,” terang Vessa Seinz.

Bertemu secara online di gim, mereka kemudian membentu tim sampai kemudian bermain secara profesional di bawah naungan JEET Esports.

“Kami sejak 2020 sudah main Lokapala dan membentuk tim sendiri dengan nama Aurox. Lumayan sering menangin turnamen kecil-kecil yang diadakan Lokapala. Setelah turnamen Trisakti bulan Maret 2021 kemarin, tim JEET Esports menawarkan kontrak ke kami semua untuk bermain mewakili JEET Esports,” ungkap Gurbin yang mengaku sudah suka bermain gim sejak usia 4 tahun ini.

Dalam perjalanannya, tim ini pun sempat mengalami perubahan formasi. “Sempat ada perubahan formasi. Yang terakhir di bulan Juli lalu karena salah satu anggota ada yang mau fokus ke karir sehingga tidak bisa terus aktif di dunia esports,” terang Vessa.

Adanya perubahan formasi ini secara otomatis membuat formasi tim yang sekarang memiliki waktu yang lebih singkat untuk persiapan menuju PON yaitu sekitar dua bulan saja.

Saat ini, tim Lokapala dari JEET Esports beranggotakan lima orang yaitu Gurbinder Singh, Yohanes Ibrahim, Dicxon Fernando, Vessa Seinz, dan Dzikri Adinulloh.

Bertemu dengan Lawan Tangguhlokapala

Setelah memenangkan pertandingan melawan Capital Esports di babak Semi Final, Gurbin dan rekan-rekan satu timnya melaju ke Grand Final melawan tim Dewa United.

Ketika ditanya mengenai lawan yang dianggap paling berat, sejak semula Gurbin sudah menganggap Dewa United sebagai tim yang patut diperhitungkan. “Yang paling berat Dewa United yang sebagian besar playernya berdomisili di Jakarta,” ungkapnya.

Meski demikian, Gurbin tetap yakin akan berhasil meraih target sebagai juara 1 di PON XX Papua. “Sebenarnya awalnya kami sudah yakin akan menang dengan skor 2-0, tapi ternyata tidak semudah itu” ungkapnya.

Berharap Lokapala Makin Berkembanglokapala

Ketika membahas mengenai perkembangan skena esports tanah air khususnya di Sumatera Utara, Gurbin yang berasal dari Medan melihat potensi yang besar. “Sumut memiliki antusiasme dan sangat menjunjung tinggi sportivitas, dan memiliki kemauan untuk mengembangkan esports Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan esports di Sumut sangat baik. “Pihak organisasi resmi esports di Sumut sangat mendukung ekosistem esports yang ada di Sumut dan mencoba memberi edukasi positif tentang esports khususnya ke masyarakat yang kurang mengerti mengenai dunia esports,” tambahnya.

Komunitas esports di Sumatera Utara juga menyambut baik kabar lolosnya Gurbin dan tim ke PON XX Papua. “Sangat senang sekali dan memberi support kepada saya agar dapat tampil maksimal,” ungkapnya.

Ke depannya, Gurbin berharap lebih banyak player yang memainkan gim Lokapala. “Target pribadi ingin menjadi player yang lebih keras lagi agar dapat berkembang dan menginspirasi player-player lain di Sumut agar dapat memainkan gim Lokapala,” tegasnya.

Support Gim Lokallokapala

Gurbin yang masih aktif sebagai mahasiswa semester 5 Universitas Prima Indonesia ini mengaku tertarik memainkan gim Lokapala karena gim ini unik. “Lokapala memiliki nama-nama karakter dan skill-skill yang sangat berhubungan dengan sejarah nusantara. Lokapala juga memiliki gameplay yang lebih menarik dibanding gim MOBA lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota tim yang lain mengaku fokus memainkan gim Lokapala karena mereka ingin mendukung gim lokal buatan anak bangsa. Sebelum menjadi player Lokapala, dua anggota tim yaitu Vessa Seinz dan Yohanes Ibrahim sudah aktif di dunia esports profesional.

Yohanes misalnya, sebelumnya aktif sebagai player gim Arena of Valor dan pernah mendapatkan juara 3 Arena of Valor Championship. Sementara Vessa sebelumnya aktif sebagai pemain gim Mobile Legends dan Dota dan pernah menyabet juara 1 turnamen Dota tingkat Asia.

Mereka mengungkapkan tetap akan aktif memainkan Lokapala karena gim ini mengusung tema budaya Indonesia. “Dari nama-nama karakter dan skill sangat familiar dengan Indonesia,” terang mereka.

Antusias Menyambut Persainganlokapala

Dalam waktu dekat ini, tim Lokapala dari JEET Esports mengaku akan bersiap-siap untuk mengikuti kualifikasi terbuka Piala Presiden Esports 2021. Mereka mengaku siap dan antusias menyambut pesaing yang lebih banyak dan persaingan yang lebih ketat.

“Kemungkinan akan banyak tim baru. Setelah mengikuti ajang ekshibisi PON pasti akan lebih banyak tim yang berminat untuk memainkan Lokapala,” ungkat Gurbin.

Mereka mengaku antusias menyambut kemungkinan makin banyaknya tim Lokapala yang bergabung dan membuat persaingan makin ketat. “Jadi ada kesempatan untuk berkembang,” kata Gurbin yang disetujui oleh anggota tim yang lain.

Menyambut Piala Presiden, mereka mengaku perlu meningkatkan beberapa hal supaya tim makin solid. “Yang utama adalah latihan, komunikasi, dan mental,” ungkap Gurbin. “Attitude juga harus lebih bagus, dan terus melakukan evaluasi,” tambahnya.

Ke depannya, mereka berharap makin banyak player yang memainkan gim Lokapala. “Kita harus support game lokal,” ujar Yohanes.

Mereka juga berharap Lokapala akan terus berkembang dan bahkan sampai level internasional. “Kami berharap akan adanya turnamen Lokapala tingkat internasional dan kemungkinan memang akan ada,” pungkas Gurbin.