
Ada satu lagi game lokal dari developer indie yang siap dirilis, nantikan Montabi, sebuah “Monster Taming Roguelike Deckbuilder” yang punya gameplay unik dengan visual yang cantik.
Studio-studio atau developer indie lokal dari Indonesia telah membuktikan bahwa mereka dapat memproduksi game-game dengan kualitas yang cukup bersaing dengan mereka yang lebih besar atau pun dari luar negeri.
Kesuksesan game-game yang lahir dari studio yang bisa dibilang “kecil” seperti DreadOut, Coral Island, A Space for the Unbound, dan lainnya yang sudah laku di pasar lokal maupun global jadi buktinya.
Selain kualitas, kehadiran mereka juga membuktikan bahwa kreativitas studio game indie di Indonesia sudah cukup kreatif. Kita tidak terbatas pada satu genre, kita bisa melahirkan karya-karya indah yang mengangkat genre horror, cozy, drama, dan lain-lainnya.
Aspek kualitas dan kreativitas itu semakin diperkuat dengan hadirnya satu game baru dari developer indie bernama Mankibo yang membawakan genre deckbuilding atau deckbuilder. Nama game tersebut adalah Montabi.
Lewat wawancara kami dengan Richard, tech lead atau programmer dari Mankibo lewat konten “Wawancara Ekslusif Montabi Bersama Mankibo | GAMEKARTA INSIDERS” di Youtube kami, kita akan mengenal karya kreatif yang cantik dari timnya.
Mengenal Mankibo, Game Developer Indie

Menurut penjelasan Richard, Mankibo telah berdiri sejak Maret 2022 lalu. Awal terbentuknya game developer ini bermula dari Boy Dozan (CEO Mankibo) yang memberanikan diri untuk meninggalkan pekerjaan lamanya ke sebuah pembangunan studio game indie.
Meski sempat kesusahan, ia justru menemukan sebuah hal yang kelak menjadi tujuan organisasinya ini yaitu ingin memberikan semua orang kesempatan yang sama. Richard sendiri menekankan bahwa salah satu bentuk pelaksanaan pertama dari tujuan CEO-nya itu adalah perekrutan Prayogo yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi punya kemampuan sebagai game programmer yang handal sebagai salah satu anggota pertama.
Lebih jelasnya, visi dan misi dari Mankibo sendiri adalah memberikan ruang atau wadah untuk siapa saja yang ingin sama-sama mengkreasikan game yang menyenangkan. Hal ini terlepas dari keterbatasan yang dimiliki mereka yang ingin bergabung, seperti keterbatasan secara fisik, perbedaan latar belakang, bidang studi, pengalaman kerja, dan lain-lainnya selama mereka memang memiliki kemampuan untuk itu.
Untuk saat ini, Mankibo beranggotakan delapan orang anggota tetap dengan dilengkapi beberapa intern dan part timer. Mereka bekerja secara WFH, tetapi tetap memiliki sesi meeting offline untuk memenuhi kebutuhan yang sulit dilakukan secara online.
Mengenal Montabi, Game Kreatif Lokal yang Unik dan Cantik

Sebelum ini, Mankibo belum memiliki karya yang akan dirilis secara publik sampai akhirnya mereka menciptakan Montabi. Game tersebut sudah bisa kalian wishlist di Steam kalian masing-masing dan nantinya akan mendapat porting ke Switch dan XBox.
Pemilihan genre yang dilakukan developer ini bisa dibilang cukup unik. Sesuai yang sudah dituliskan di awal, mereka menuliskannya sebagai “Monster Taming Roguelike Deckbuilder”.
Montabi mengkombinasikan genre roguelike yang memiliki pengulangan di setiap sesi; dengan deckbuilder atau deckbuilding yang berarti penyusunan kartu; ditambah creature collection atau monster taming yang adalah mekanik mengumpulkan monster yang nantinya bisa menjadi deck kita.
Kombinasi dari ketiganya membuat Montabi memiliki keunikan tersendiri dibanding game-game dengan genre serupa. Deck di dalam game ini tidak disiapkan sebelum pertandingan, tetapi selama match berlangsung dengan adanya stage-stage yang punya difficulity berbeda dan menantang.
Baca Juga: Mengenal Luminote Mio: Aqualoom at Ocean’s End, Karya Indah Studio Game Indie “Thizen Studio”
Tantangan Montabi di Pasar Lokal

Berbicara soal tantangan Montabi di pasar lokal atau Indonesia itu sendiri rasanya tidak jauh dari ketidakfamiliaran konsumen lokal dengan genre yang dibawakan game ini.
Benar bahwa ada orang-orang Indonesia yang memainkan game dengan genre serupa, seperti Balatro, Pokemon Trading Card Game Pocket, Yu-Gi-Oh! DUEL LINKS, dan lain-lainnya. Namun, benar juga bahwa jumlahnya tidak banyak. Pemain di genre seperti MOBA, FPS, dan lainnya bisa dikatakan lebih banyak.
Tantangan ini juga sempat dirasakan Mankibo. Sebelum nama Montabi hadir, mereka sudah membuat sebuah purwarupa game dengan monster-monster yang mereka nyatakan susah menembus pasar.
Akhirnya, kerja kolaboratif Mankibo lah yang menyelesaikan tantangan-tantangan ini. Mereka yang mendesain mekanik game-nya jelas harus membuat game ini ramah untuk pengguna yang bahkan tidak familiar dengan genre-nya, kemudian itu dilengkapi dengan art dari game ini juga sudah dibuat semenarik dan secantik itu; dan nantinya posisi marketing akan menuntaskan promosinya dengan tepat.
Tantangan Studio Game Lokal

Sepengakuan Richard, selain dari pasar yang lokal yang lebih akrab dengan genre lainnya, seharusnya tidak begitu ada tantangan untuk studio lokal lainnya.
Ia merasa bahwa komunitas dari sesama mereka yang bergerak di industri yang sama, atau teman-teman penikmat game lokal kerap mengikuti internal play test dengan memberikan feed back yang sangat suportif.
Baca Juga: Item Premium di Game Online: Perspektif Gamer dan Dampaknya pada Gaya Bermain
Harapan Mankibo dengan Montabi

Jelas ada harapan bahwa Montabi nantinya akan sukses secara keseluruhan, utamanya jelas secara penjualan. Mankibo sendiri tidak begitu memberikan target bahwa game-nya harus sukses di pasar lokal, tetapi bisa saja konsumennya datang dari pasar global.
Selain itu, kelanjutan dari visi dan misi yang dibawakan Mankibo diharapkan akan terus terjaga. Mereka ingin terus menjadi wadah untuk siapa pun yang memang ingin dan berkompeten dalam membuat game yang menyenangkan tanpa mempertimbangkan hal-hal seperti kekurangannya.
Nantikan perilisan dari Montabi yang sebenarnya belum memiliki tanggal resmi, tetapi Richard sendiri menyatakan bahwa game yang sedang ia kerjakan ini akan dirilis pada pertengahan 2026 ini. Jangan lupa untuk segera memainkannya, baik itu lewat PC atau Laptop dengan Steam, Nintendo Switch, atau Xbox.
























