
Dunia akan segera menikmati sebuah karya kreatif dari indrusti game Indonesia. Satu lagi studio indie lokal, Exploding Soes siap untuk merilis RAD: Repeat After Death yang direncanakan akan dirilis di Steam pada 17 April 2026 mendatang.
Rasanya industri game di Indonesia memang sedang bagus-bagusnya belakangan ini. Kita selalu mendapatkan berita-berita positif soal industri ini.
Setelah kesuksesan dari game-game seperti DreadOut, A Space for the Unbound, Coral Island, dan lain-lainnya, ada satu game lagi yang akan berjalan di jalan yang sama dengan mereka yaitu RAD: Repeat After Death.
Repeat After Death sendiri lahir dari sebuah developer atau studio indie lokal yang bernama Exploding Soes. Mereka adalah kumpulan dari sembilan orang yang awalnya berkumpul hanya untuk mengerjakan tugas kelompok.
Melalui wawancara eksklusif pihak Esportsnesia bersama Derrick Anthony dari Exploding Soes lewat konten “Wawancara Ekslusif RAD: Repeat After Death Bersama Exploding Soes | GAMEKARTA INSIDERS” yang diunggah pada 13 Maret 2026 lalu, kita bisa mengenal siapa saja dan bagaimana cerita di balik karya mereka.
Baca Juga: Mengenal Luminote Mio: Aqualoom at Ocean’s End, Karya Indah Studio Game Indie “Thizen Studio”
Mengenal Exploding Soes

Exploding Soes awalnya diisi oleh lima orang. Kelima anggota pertama ini adalah orang-orang yang mengikuti kelas game design di Universitas mereka.
Meski awalnya tidak begitu saling mengenal, Derrick Anthony dan teman-temannya ini pun membentuk sebuah kelompok.
Nama Exploding Soes juga lahir dari kerja kelompok pertama mereka. Singkatnya, saat itu Derrick Anthony membawa kue sus untuk teman-temannya.
Salah satu kue tersebut jatuh dan akhirnya memberi ide untuk mereka memilih nama.
Setelah hasil kerja kelompok mereka yaitu game bernama “Death Line Duel” dipuji oleh Riris Marpaung, CEO dari GameChanger Studio pada sebuah kegiatan pameran, Exploding Soes pun memilih untuk serius.
Berawal dengan hanya memiliki lima anggota, mereka akhirnya mencari tiga anggota lagi guna melengkapi studio mereka.
Anggota terbaru terakhir mereka sendiri ditugaskan untuk mengurus segala macam keperluan mereka di media sosial.
Mengenal RAD: Repeat After Death

RAD: Repeat After Death lahir karena ajang Garena Game Jam 2023. Proses kreatifnya sendiri tidak lepas dari tema unik yang dibawakan acara tersebut yaitu replayablity atau kemampuan game tersebut untuk menghadirkan gameplay yang mengulang-ulang.
Inspirasi dari game ini sendiri adalah game puzzle yang melawan diri sendiri dan lahir dari acara yang sama juga yaitu “You vs You”.
Konsep dan ide tersebut dijadikan referensi oleh Exploding Soes. Namun, mereka memilih untuk mengubah genre game-nya dari puzzle ke arah game arcade.
Awalnya, Exploding Soes tidak langsung merilis karya yang mereka beri nama RAD: Repeat After Death. Mereka membuat sebuah game yang merupakan prototype dengan nama Ghosting.
Setelah menjadi juara 2 di ajang tersebut, Derrick Anthony dan kawan-kawan memutuskan untuk sedikit merubah desain game-nya dengan mempertimbangkan kenyamanan pemainnya. Mereka memilih untuk menyesuaikan kesulitan, menambah beberapa fitur, cerita, dan lain-lain.
Repeat After Death membawakan sebuah game yang memaksa pemain untuk menyelesaikan setiap tantangan di dungeon dengan sebaik-baiknya, lalu harus mengulang untuk menyelesaikan dungeon sembari melawan diri mereka sendiri yang sebelumnya sudah menyelesaikan dungeon.
Baca Juga: Item Premium di Game Online: Perspektif Gamer dan Dampaknya pada Gaya Bermain
Tantangan RAD: Repeat After Death di Pasar Indonesia

Sekilas, apa yang dibawakan RAD terasa sangat menarik. Game di mana kita harus menyelesaikan tantangan dan harus melawan diri sendiri lagi setelahnya.
Namun, bisa jadi hal tersebut malah dianggap rumit di pasar Indonesia. Pihak Exploding Soes harus bisa merespon pasar dengan baik, bisa dengan merespon di sosial media atau di review game-nya.
Selain itu, menurut Derrick Anthony, pasar Indonesia masih didominasi oleh mereka-mereka yang lebih menyukai game dari luar negeri dan merasa bahwa game lokal masih belum memiliki kualitas yang nyaman untuk dimainkan.
Tantangan Studio Game Lokal

Menurut Derrick Anthony, tantangan terbesar mereka sewaktu menggarap RAD: Repeat After Death (dan prototype-prototype sebelumnya) adalah komunikasi, terutama di 8 anggota yang memiliki fokus dalam membuat game.
Sangat sulit untuk menyatukan 8 kepala yang berbeda di dalam satu tim. Padahal, hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama.
Komunikasi di dalam Exploding Soes perlahan diperbaiki bersama. Meski sekarang mereka terdengar blak-blakan setiap berdiskusi, tetapi itu adalah cara komunikasi yang menurut mereka paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Selain komunikasi, masalah paling besar adalah perencanaan. Menurutnya, planning itu sangat penting. Hal ini mencakup ke semua aspek.
Derrick Anthony bahkan menyebut bahwa tanpa planning yang tepat, sebuah game bisa saja gagal jauh sebelum game tersebut rilis.
Satu lagi masalah yang biasa dialami studio lokal adalah marketing. Hal ini sebenarnya juga termasuk di planning seharusnya. Menurut Derrick Anthony, marketing itu seharusnya dimulai sebelum game-nya dibuat. Paling tidak perencanaan marketing sudah ada sejak awal.
Masalah-masalah ini juga biasa dialami oleh studio-studio game lain. Memang menyelesaikan semuanya juga bukan berarti game-nya pasti sukses, tetapi setidaknya masalah-masalah itu tidak menganggu rencana dari perilisan karyanya.
Baca Juga: Eternal Clover Studio: Meracik Kehangatan dan Keberuntungan dalam Dunia Game ‘Cozy’ Indonesia
Harapan Exploding Soes dengan RAD: Repeat After Death

Sejauh ini, Exploding Soes benar-benar senang dan menikmati proses kreatif mereka, baik itu sebelum dan nanti setelah RAD: Repeat After Death benar-benar rampung.
Ia sendiri berharap bahwa timnya bisa berjalan dengan lebih profesional lagi, baik dari dalam atau manajemennya, dan dari luar seperti dengan kehadiran funding yang tepat.
Itu dia pembahasan kami soal Exploding Soes dan karya kreatif mereka, RAD: Repeat After Death. Jangan lupa untuk memainkan game ini di tanggal 17 April 2026 nanti!
























