Fun Fact BAIL FORCE: Unsur Sunda yang Tersembunyi di Game Indie Ini

Fun Fact BAIL FORCE: Unsur Sunda yang Tersembunyi di Game Indie Ini

Sekilas, BAIL FORCE terlihat seperti game action roguelite bergaya cyberpunk pada umumnya. Kota futuristik, kriminal bersenjata, dan tempo permainan yang cepat.

Tapi jika dimainkan lebih dalam, ada detail kecil yang membuat game ini terasa berbeda, unsur Sunda yang diselipkan secara halus di berbagai aspek permainan.

5 Fun Fact BAIL FORCE!

Bukan sebagai gimmick mencolok, melainkan detail yang baru terasa ketika pemain benar-benar memperhatikan.

1. Judul Soundtrack Menggunakan Bahasa Sunda

Fun fact pertama datang dari soundtrack. Seluruh judul OST di BAIL FORCE menggunakan bahasa Sunda, sesuatu yang jarang ditemui di game internasional.

Beberapa contohnya:

  • Sohibul Hikayat – dipakai sebagai musik pembuka, istilah klasik yang sering digunakan untuk memulai cerita-cerita lama.
  • Tangkurak Sia – judul yang terdengar kasar, cocok dengan fungsinya sebagai musik final boss.
  • Hatur Nuhun – diputar di ending credits, menjadi ucapan terima kasih untuk pemain yang menamatkan game.

Buat pemain luar negeri, judul-judul ini sering memicu satu reaksi sederhana: “Ini artinya apa?” Dan di situlah bahasa Sunda diperkenalkan, tanpa ceramah, tanpa paksaan.

2. Healing Item-nya Bukan Potion Biasa

Alih-alih ramuan atau medkit futuristik, BAIL FORCE memilih pendekatan yang lebih “lokal”. Healing item di game ini adalah cilok dan seblacc.

Detail kecil ini mungkin terlewat bagi sebagian pemain, tapi justru jadi sentuhan personal yang membuat dunia game terasa lebih hidup.

Di tengah kota cyberpunk yang brutal, pemain justru bertahan hidup dengan jajanan khas.

3. New Rise City Terinspirasi dari Bandung

BAIL FORCE, Game Action Roguelite Indonesia dengan Sistem Combat Unik, Siap Rilis di Steam

Jika diperhatikan di mission screen, denah New Rise City tidak sepenuhnya fiktif. Tata letaknya terinspirasi dari kota Bandung.

Bukan replika satu banding satu, tapi cukup untuk memberi nuansa familiar, terutama bagi pemain lokal.

Kota futuristik ini terasa seperti Bandung versi distopia, tempat budaya lama dan teknologi tinggi bertabrakan.

4. Eris Firly Hayati, Karakter Sunda di Markas

Eris, karakter perempuan yang berada di markas, bukan sekadar NPC pendukung. Nama lengkapnya adalah Eris Firly Hayati, dan secara lore ia adalah orang Sunda.

Namanya, latar belakangnya, dan perannya dalam cerita menjadi bagian dari identitas dunia BAIL FORCE. Sekali lagi, tidak diumumkan secara eksplisit, pemain menemukannya sendiri seiring progres cerita.

5. Musik Cyberpunk dengan Sentuhan Lokal

Secara genre, BAIL FORCE mengusung retrowave, aliran musik yang dekat dengan dunia cyberpunk.

Namun, ada eksperimen unik di beberapa track, salah satunya dengan penggunaan lonceng, instrumen yang sangat jarang dipakai dalam musik elektronik modern.

Hasilnya bukan musik tradisional, tapi cyberpunk dengan rasa lokal. Modern, gelap, dan tetap punya karakter Indonesia.


Kenapa Semua Ini Dibuat Subtle?

Developer BAIL FORCE memang tidak ingin unsur Sunda tampil sebagai pajangan.

Tujuannya sederhana,yakni untuk mengenalkan bahasa dan budaya Sunda ke pemain internasional lewat rasa penasaran.

Bukan lewat penjelasan panjang, tapi lewat detail yang membuat pemain bertanya, lalu mencari tahu sendiri.

BAIL FORCE, Game Action Roguelite Indonesia dengan Sistem Combat Unik, Siap Rilis di Steam

Satu Dunia, Banyak Cerita

BAIL FORCE bukan hanya soal combat cepat dan sistem roguelite. Ia adalah dunia yang dibangun dari lapisan-lapisan kecil: musik, makanan, nama karakter, hingga tata kota.

Dan semakin lama dimainkan, semakin terasa bahwa di balik nuansa cyberpunk-nya, game ini menyimpan identitas lokal yang kuat.

Jika kamu penasaran ingin menemukan detail-detail ini sendiri, BAIL FORCE sudah bisa di-wishlist di Steam. Kadang, hal paling menarik dalam sebuah game bukan yang paling terlihat, tapi yang paling tersembunyi.