Home Game Review Moses & Plato – Last Train to Clawville: Bawa Perubahan Signifikan...

Review Moses & Plato – Last Train to Clawville: Bawa Perubahan Signifikan atau Biasa Saja?

Review Review Moses & Plato - Last Train to Clawville: Bawa Perubahan Signifikan atau Biasa Saja_
Sumber: Youtube The Wild Gentleman

Moses & Plato – Last Train to Clawville akhirnya resmi meluncurkan versi full release setelah sebelumnya sempat menarik perhatian lewat versi demo yang dirilis pada tahun 2024.

Moses & Plato – Last Train to Clawville dijadwalkan rilis pada tanggal 14 April 2026, dikembangkan oleh The Wild Gentlemen yang dikenal dengan ciri khas penggunaan hewan antropomorfik serta dipublikasikan oleh Toge Production.

Perjalanan pengembangan dari versi demo hingga full release menjadi hal yang dilirik, terutama melihat sejauh mana pengembang menghadirkan versi final dari game ini.

Review Moses & Plato – Last Train to Clawville

Tentu setelah menjadi full release muncul pertanyaan, apakah game ini akhirnya berkembang menjadi lebih baik atau tidak ada perubahan sama sekali? Yuk kita ulas review Moses & Plato – Last Train to Clawville berikut ini.

Spesifikasi Review Moses & Plato – Last Train to Clawville

Saat review Moses & Plato – Last Train to Clawville ini dibuat, game ini bisa dimainkan di PC melalui platform Steam dengan kebutuhan spesifikasi perangkat PC sebagai berikut ini:

MINIMUM:

  • OS: Windows 10 or later
  • PROCESSOR: 2.4 GHz or faster processor
  • MEMORY: 4 GB RAM
  • GRAPHICS: 1 GB VRAM, support Pixel Shader version 2.x or above
  • DIRECTX: Version 10
  • STORAGE: 2 GB available space

Recommended:

  • OS: Windows 10 or later
  • PROCESSOR: 2.4 GHz or faster processor
  • MEMORY: 8 GB RAM
  • GRAPHICS: 2 GB VRAM, support Pixel Shader version 2.x or above
  • DIRECTX: Version 10
  • STORAGE: 2 GB available space

Secara sekilas perangkat yang cukup lama masih bisa bermain dengan nyaman tanpa kendala sehingga cukup ramah bagi para gamer yang belum memiliki perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Cek Harga Akun MLBB, Bisa Sampai Jutaan Rupiah!

First Impression Moses & Plato – Last Train to Clawville

First Impression Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Sebagai salah satu game yang pernah di review langsung oleh penulis, rasa penasaran dan ekspekstasi tinggi langsung memenuhi kepala untuk melihat perkembangan yang ditawarkan. Terlebih waktu pengembangan game ini yang cukup lama yaitu sekitar 2 tahun sejak di review.

Memasuki menu tidak ada yang berubah, secara garis besar tampilan susunan fitur menu game masih sama. Membawa kesan nostalgia ketika mencoba versi rilisan demo Moses & Plato – Last Train to Clawville.

Awal bermain, penulis sempat kaget karena perubahan jenis alur cerita yang dibawakan. Bagi pemain yang sudah mencoba versi demo-nya juga akan kaget dengan perubahan rilisan ini. Fase tutorial akan diajarkan ketika pemain sampai di titik dimana kembali ke awal cerita bermula.

Secara mekanik masih sama persis seperti dengan versi demo-nya. Namun perbedaan yang paling mencolok adalah interaksi yang dilakukan dengan para NPC ataupun objek yang terasa lebih banyak hal yang bisa dieksplorasi.

Beberapa kekurangan yang ada pada versi demo-nya juga sudah berkurang seperti beberapa dialog karakter yang sebelumnya terasa kurang menonjolkan sifat karakter menjadi lebih ditonjolkan. Hal ini tentu menjadi nilai positif untuk game ini.

Tampilan Awal Demo Dengan Versi Rilis
Sumber: Gameplay Penulis

Bagi pemain yang pernah memainkan versi demo seperti penulis pada beberapa adegan awal bisa terasa cukup membosankan, tapi rasa bosan itu akan terlewati sampai di mana demo berakhir yang merangsang rasa penasaran untuk melanjutkan cerita.

Selama me-review Moses & Plato – Last Train to Clawville, terasa game yang sudah benar-benar siap untuk dimainkan oleh para pemain. Walaupun ada sedikit kekurangan yang minor, tapi tidak mengganggu sama sekali jalannya permainan.

Interface Moses & Plato – Last Train to Clawville

Interface Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Interface yang ditawarkan game Moses & Plato – Last Train to Clawville masih terlihat sederhana pada bagian menu awal permainan. Hampir tidak ada perubahan pada fitur menu kecuali hilangnya fitur add to wishlist dan perbedaan foto background. 

Tampilan HUD selama review Moses & Plato – Last Train to Clawville terlihat sederhana, disusun rapi, namun fitur yang dibawakan tetap kompleks. Untuk mendapatkan informasi lebih detail, pemain harus masuk ke fitur permainan yang ada.

Sistem Inventory Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Sistem penyimpanan (inventory) juga sangat sederhana karena berbentuk kotak-kotak saja. Yang menarik adalah barang yang disimpan bisa diinspeksi serta diinteraksi untuk mendapatkan petunjuk tambahan pada beberapa item. 

Selain itu, tampilan sistem hint yang diberikan game ini cukup membantu banyak pemain untuk menandai objek-objek apa saja yang bisa diinteraksi selama bermain.

Hanya ada sedikit kesalahan minor pada terjemahan bahasa Indonesia, di mana pada salah satu interaksi dengan NPC ada 1 kata yang salah penulisan

Gameplay & Mekanik Moses & Plato – Last Train to Clawville 

Genre yang ditawarkan oleh game Moses & Plato – Last Train to Clawville adalah visual novel dan point and click.

1. Mekanik Permainan

Gameplay & Mekanik Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Selama me-review Moses & Plato – Last Train to Clawville, pemain akan bermain seperti game visual novel pada umumnya di mana akan berinteraksi dengan para NPC dan objek di sekitar area permainan. Ketika interaksi ini terjadi, pemain bisa merespon dengan berbagai tanggapan atau aksi untuk mendapatkan informasi yang ada.

Meski demikian, game ini juga terdapat beberapa mini game dengan tingkat kesulitan menengah ke atas sehingga memberikan variasi gameplay yang mencegah pemain merasa monoton, sesuatu yang sering menjadi kelemahan di genre visual novel.

Beberapa mini game bisa diulangi jika tidak mendapatkan hasil yang memuaskan seperti ketika melakukan interogasi dengan para NPC.

Fitur Unik Indera Karakter Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Yang paling unik adalah fitur penggunaan indera karakter binatang yang bisa kamu gunakan untuk mencari informasi tambahan. Misalnya seperti indera penciuman, pendengaran dan penglihatan untuk menemukan petunjuk tersembunyi.

Selain itu, pemain bisa menggunakan beberapa fitur yang tersedia seperti fitur Mind Garden di mana pemain bisa melihat petunjuk yang sudah didapatkan, beberapa latar belakang karakter, bahkan membuat garis hubungan antar karakter.

2. Kontrol Game

Selama bermain dan me-review Moses & Plato – Last Train to Clawville kontrol di game ini bekerja dengan baik. Kontrol bisa menggunakan keyboard dan mouse yang terasa responsif dan tidak pernah bermasalah.

Sayangnya tidak ada fitur kustomisasi kontrol, bahkan sensitivitas mouse juga dikunci ketika menggeser kamera. Selain itu, kontrol pada keyboard kurang begitu banyak bisa digunakan selain tombol escape dan WASD untuk memudahkan memindahkan kamera ke sisi lain.

Meski dengan kekurangan yang ada kontrol, pemain bisa mengontrol pacing untuk percakapan seperti kecepatan teks, ukuran teks, dan subtitle bahasa.

3. Story Moses & Plato – Last Train to Clawville

Story Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Moses & Plato – Last Train to Clawville menggunakan alur cerita maju mundur. Pemain akan langsung memulai cerita ketika inti masalah game terjadi dan akan flashback kembali untuk menjelaskan latar cerita yang dibawakan.

Pengembangan cerita dibawakan dengan baik bukan hanya sekadar dari interaksi NPC dan objek, tetapi juga dari fitur yang ditawarkan pada game. 

Selama bermain dan me-review Moses & Plato – Last Train to Clawville, cara penyampaian cerita dan interaksi bisa membuat pemain terhibur dengan beberapa candaan yang cukup sarkas, namun juga bisa menjadi sangat serius ketika sedang melakukan interogasi dengan para NPC.

Baca Juga: Build Illuga Genshin Impact 2026, Support Penting Lunar-Crystallize!

Grafik dan Audio Moses & Plato – Last Train to Clawville

Grafik dan Audio Moses & Plato - Last Train to Clawville
Sumber: Gameplay Penulis

Dari sisi graphic Moses & Plato – Last Train to Clawville masih menggunakan grafik 2.5D, dimana seperti game visual novel pada umumnya, karakter dan tempat yang digunakan menggunakan animasi komik namun dilengkapi dengan visual 3D pada tertentu

Detail-detail pada karakter dan area permainan dibuat dengan baik. Penggunaan warna, cahaya dan bayangan juga dibuat dengan detail yang sangat baik sehingga mampu memberikan gambaran suasana di lingkungan sekitar terasa hidup.

Dari sisi BGM (Background Music) yang dihadirkan menyatu dengan suasana bagi penulis saat memainkan game ini, musik dengan vibes yang tenang dan damai.

SFX (Sound effect) dibuat dengan detail yang sangat baik karena berhasil menggambarkan aksi karakter ketika melakukan suatu aktivitas seperti suara jam ketika membuka jam, atau suara langkah kaki.

Yang paling unik dari semua SFX adalah suara karakter ketika kita mau memberikan item yang kurang tepat di mana karakter kita akan mengingatkan pemain melalui dialognya.

Kemudahan dan Replayability Moses & Plato – Last Train to Clawville

Moses & Plato – Last Train to Clawville memiliki tingkat kesulitan yang menengah karena isi konten yang bisa dipecahkan dengan mudah jika pemain memang teliti dan berpikir logika, sebaliknya jika salah satu faktor ini tidak dilakukan maka membutuhkan waktu yang lebih lama.

Pacing permainan Moses & Plato – Last Train to Clawville bergantung terhadap cara bermain pemain. Semakin banyak informasi yang didapat dan diolah, semakin lama juga pacing permainan. Begitu juga sebaliknya, semakin sedikit informasi yang didapat dan diolah maka akan semakin cepat namun dengan konsekuensi yang berbeda.

Selama bermain sambil review Moses & Plato – Last Train to Clawville selama kurang lebih 4 jam, pemain membutuhkan ketelitian, dedikasi, fokus, dan berpikir secara logika untuk bisa bermain secara maksimal.

Game tersebut memiliki tingkat replayability yang cukup tinggi sebagai game visual novel karena ada achievement dan ending yang berbeda sehingga akan membuat banyak pemain untuk bermain kembali.

Worth to play or Not?

Dari hasil review Moses & Plato – Last Train to Clawville, game ini paling cocok untuk pemain yang mencari game visual novel detective, gamer yang mau santai bermain namun tetap mengasah daya pikir, dan mekanik permainan yang kompleks.

Game ini layak untuk dimainkan dan dikoleksi oleh para gamer saat ini karena isi konten dan gameplay yang cukup menarik untuk dimainkan hingga akhir.

Sangat disarankan minimal usia untuk bermain adalah untuk kategori Teen karena terdapat beberapa adegan berdarah, dan beberapa kata-kata kasar.

Rangkuman dan Penilaian Akhir

Setelah melalui berbagai penilaian aspek mulai dari mekanik permainan, cerita, hingga kualitas audio visual yang ditawarkan, Moses & Plato – Last Train to Clawville berhasil menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan versi demonya.

Secara keseluruhan, Moses & Plato – Last Train to Clawville merupakan game yang berhasil memenuhi ekspektasi sebagai versi full release. Keunikan fitur lain seperti penggunaan indera karakter dan sistem Mind Garden menjadi nilai jual yang membuat game tersebut berbeda dari visual novel detektif pada umumnya.

Meskipun masih ada kekurangan minor, hal tersebut tidak mengurangi keseluruhan pengalaman yang ditawarkan. Oleh karena itu, Skor akhir review Moses & Plato – Last Train to Clawville yang pantas adalah 92/100.