
Karya kreatif, unik, nan khas lagi-lagi lahir dari studio game lokal di Indonesia. Hoop Studio memperkenalkan Mission Mancala, game yang memadukan berbagai genre dengan budaya lokal.
Tahun 2026 ini rasanya sudah semakin tidak terhitung untuk game-game lokal yang mulai memasuki tahap penyelesaian. Ada banyak game bagus yang siap rilis tahun ini.
Industri game lokal kita memang sedang bagus-bagusnya. Perkembangan ini juga tidak hanya terjadi di studio game yang bisa dibilang besar, mereka yang statusnya masih indie pun bisa melahirkan karya-karya yang cantik.
Setelah sebelumnya kami meliput game-game lokal potensial dari para developer indie lokal seperti Montabi, Luminote Mio, dan lain-lainnya, kali ini mari ikuti liputan terbaru kami soal Mission Mancala.
Mission Mancala sendiri adalah sebuah game yang dibuat oleh Hoop Studio, sebuah studio game lokal yang berlokasi di Bandung.
Melalui konten YouTube kami yang berjudul “Wawancara Ekslusif Mission Mancala Bersama Hoop Studio | GAMEKARTA INSIDERS“, kalian juga akan ikut mengenal siapa sosok dibalik game menarik itu.
Kami telah mewawancarai Stefanus Sandy selaku main 3D artist, Irhaz Wicaksana selaku 2D artist, dan Arga Pratama selaku PR dan marketing dari Hoop Studio dalam pembahasan terkait karya mereka, Mission Mancala.
Baca Juga: Mengenal Montabi: Deckbuilding Unik nan Cantik dari Developer Indie Lokal, Mankibo
Mengenal Hoop Studio

Sekilas, Hoop Studio terkesan sebagai nama dari sebuah tim basket atau sejenisnya, padahal, nama mereka diambil dari bahasa belanda yaitu Hoop berarti harapan.
Irhaz Wicaksana menjelaskan bahwa pemilihan kata tersebut didasarkan pada mimpi awal mereka yang berharap dapat menciptakan game yang bisa dimainkan oleh banyak orang.
Mereka sendiri awalnya terbentuk karena adanya sebuah lomba membuat game pada 2024 lalu. Singkatnya setelah lomba tersebut selesai, mereka masih tetap ingin membentuk dan memperkuat timnya sampai bisa meracik Mission Mancala.
Mengenal Mission Mancala

Irhaz Wicaksana lanjut menjelaskan soal Mission Mancala yang jadi pembahasan utama dalam wawancara kami. Ternyata ide dasar game ini terinspirasi dari salah satu anggota Hoop Studio, Hasbi yang menemukan sebuah congklak tua di rumahnya.
Berawal dari sana, akhirnya ide untuk mengangkat sebuah congkak menjadi game roguelike deckbuilding pun lahir. Ide tersebut direspon dengan baik oleh rekan-rekannya yang lain.
Nantinya, pemain akan berperan sebagai detektif spesialis astral yang akan menginvestigasi sebuah papan Mancala (sebuah board game tertua di dunia dan memiliki konsep serupa dengan congklak) di toko barang antik.
Sebagai game roguelike, nantinya pemain akan terus memainkan papan Mancala yang juga akan terus berevelosi. Unsur deckbuilding-nya sendiri terletak pada mekanik card yang akan membantu pemain dalam mengatur strategi dalam menghadapi papan misterius itu.
Selain gameplay utama yang mengangkat soal Mancala, nantinya pemain juga akan disuguhkan dengan kisah menarik yang dapat dibaca dalam arsip cerita yang ada.
Dunia dari Mission Mancala ini bisa dieksplorasi lewat arsip-arsip tersebut. Nantinya, pemain akan tahu soal seperti apa dunia game-nya secara luas yang penuh dengan hal-hal superanatural.
Baca Juga: Mengenal Luminote Mio: Aqualoom at Ocean’s End, Karya Indah Studio Game Indie “Thizen Studio”
Tantangan Misssion Mancala di Pasar Lokal

Sebagai game yang membawakan genre unik yaitu roguelike yang dipadu dengan deckbuilding, hal tersebut saja sudah cukup menantang karya Hoop Studio ini untuk diperkenalkan ke pasar.
Selain itu, tema dari game ini juga sama-sama menjadi tantangannya. Pasar lokal saja belum tentu sudah familiar dengan congklak itu sendiri, apalagi pasar global yang benar-benar jauh dari permainan tradisional tersebut.
Baca Juga: Item Premium di Game Online: Perspektif Gamer dan Dampaknya pada Gaya Bermain
Tantangan Studio Game Lokal

Sebenarnya, alih-alih tantangan, Stefanus Sandy, Irhaz Wicaksana, dan Arga Pratama menjelaskan bagaimana studio game lokal harus terus mendengarkan kritikan orang-orang terhadap karyanya.
Sebelum ini, Mission Mancala sebenarnya sudah cukup sering menghadiri acara-acara semacam showcase game untuk developer-developer begitu.
Melalui acara tersebut, masing-masing studio bisa saling memberi kritik dan masukan. Hoop Studio sendiri selalu memastikan pesan-pesan dari orang-orang yang mereka temui di sana bisa mereka terima dengan baik. Hal ini terbukti dari bagaimana mereka yang sempat mengubah hampir keseluruhan prototype mereka dengan mempertimbangkan kritikan yang datang.
Sekarang, setelah Mission Mancala sudah merilis demo, mereka masih terus mendengarkan pendapat orang lain di mana mereka mengakui bahwa ada beberapa pemain yang menemukan bug di dalam game mereka.
Selain itu, jelas ada hal-hal dasar yang harus dilakukan studio game lokal yaitu terus memegang teguh prinsip pantang menyerah dan menjaga semangat yang tinggi.
Harapan Hoop Studio dengan Mission Mancala

Melalui Mission Mancala, teman-teman dari Hoop Studio menyampaikan bahwa mereka berharap game mereka ini bisa sukses dari segala sisi tentunya.
Mereka ingin memperkenalkan Indonesia melalui game ini, tetapi dengan halus atau tidak terlalu menekankannya sekali. Hal ini terlihat dari elemen-elemen budaya lokal seperti Barong, Cepot, dan lain-lainnya.
Semoga harapan teman-teman Hoop Studio dengan Mission mancala ini bisa tercapai. Game mereka sendiri sudah sangat menarik secara konsep. Apalagi ditambah antusiasme dan komitmen mereka yang tinggi. Kami juga berharap para pemain dapat merasakan hal yang serupa.
Kurang lebih begitulah pembahasan kami dengan Hoop Studio terkait Mission Mancala. Untuk saat ini, game ini sudah bisa dimainkan demo-nya di Steam. Jangan lupa untuk coba dan langsung dapatkanlah ketika game ini rilis nanti.aa
























