Institut Pertanian Bogor: Juara Student Warchief Championship 2021

0
16
Institut Pertanian Bogor: Juara Student Warchief Championship 2021

Penyelengaraan turnamen esports Mobile Legends antar kampus yang bertajuk Student Warchief Championship (SWC) ini resmi berakhir pada hari Minggu lalu tanggal 2 Mei 2021. Rangkaian kompetisi yang sepenuhnya dilakukan secara daring ini telah melahirkan tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai juara pertama.

Meyusul di posisi juara kedua adalah tim Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang harus gugur di pertandingan babak grand final, dan Universitas Gunadarma yang berada di posisi ketiga setelah kalah dari UDINUS.

Babak grand final pada hari Minggu (2/5) lalu merupakan puncak dari keseluruah turnamen SWC yang sudah berlangsung sejak 16 April lalu.

Dengan sebanyak 32 tim kampus challenger serta delapan kampus anggota UNITY Student Warchief yang saling bertarung memperebutkan gelar jawara; pada akhirnya adalah kampus UDINUS yang gigih dan persisten, mampu terus melaju hingga menantang tim IPB.

Sepanjang perjalanannya di SWC, tim UDINUS terus berusaha menyajikan pertandingan yang kuat di pada setiap lawan yang ditemui. Bersama dengan delapan kampus lain, UDINUS berhasil masuk playoff dan harus bekerja ekstra keras karena masuk tim lower bracket.

Lewat lower bracket round 1, UDINUS berhasil mengunci tim Universitas Ciputra dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada round 2. Kerja keras tidak berhenti di sana, UDINUS masih sempat dihadang tim-tim jagoan lain.

Di sisi lain, ada Universitas Tanjungpura di lower bracket round 3 dan Universitas Gunadarma di final lower bracket. Saat menghadapi Universitas Gunadarma, UDINUS sempat kecolong satu poin di awal. Meskipun pada akhirnya, mereka berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan slot grand final.

Sampai pada tahap puncak, tim raksasa IPB yang selalu mendominasi di setiap pertandingannya, tampil solid. Tim IPB tidak memberikan kesempatan kepada UDINUS untuk mencuri poin di setiap sesi pertandingan dari sistem best-of-five (BO5) yang diterapkan.

Tiga kali pukulan telak dari IPB otomatis menghentikan perjalanan UDINUS menggapai ranking tertinggi SWC. Sholahudin Aditya Al Ayyubi atau yang dipanggil Dital, selaku perwakilan tim IPB dalam sesi wawancara menyebutkan bahwa mereka juga bersyukur atas dukungan yang diterima oleh timnya sejak major group stage hingga menjadi juara.

Karena banyak lika-liku juga yang sudah dihadapi sepanjang perjalanan turnamen SWC, “Yang udah ngedukung sama misalkan blunder-blunder, nge-hate IPB terima kasih aja masukan dan supportnya. Kami terima semuanya dan semoga juga [tim] IPB ke depannya bisa lebih baik lagi.” tambah Dital lagi.