
Naik tangga ranked di League of Legends adalah salah satu pengalaman paling memuaskan sekaligus juga paling membuat frustrasi dalam dunia MOBA. Kamu mungkin pernah mengalaminya: terjebak di rank yang sama selama berminggu-minggu, LP yang didapat makin kecil, sementara kekalahan terasa makin menyakitkan.
Kabar baiknya? Kebanyakan pemain bukan stuck karena mekanik atau kurangnya pengetahuan game. Mereka stuck karena kebiasaan yang sebenarnya bisa diperbaiki.
Setelah bertahun-tahun AussyELO menganalisis apa yang membedakan pemain yang bisa naik rank dan yang tidak. Berikut tujuh tips yang efektif, langsung dari pemain high ELO yang sudah membuktikannya sendiri.
Tips Naik Rank League of Legends
Berhenti Memainkan Semua Champion di Ranked
Ini kesalahan terbesar yang sering terlihat di bawah. Banyak pemain memperlakukan ranked seperti mode normal, memilih champion yang terasa seru hari itu.
Kalau ingin naik rank, kamu butuh champion pool maksimal 2–3 champion per role.
Kenapa? Karena League adalah game tentang pengenalan pola. Saat kamu memainkan champion yang sama 50 kali, kamu tidak lagi berpikir soal skill set-mu.
Kamu mulai berpikir soal map. Kamu tahu damage tanpa menghitung. Kamu tahu cooldown tanpa melihat. Energi mentalmu bisa difokuskan ke macro play.
Pemain dengan high ELO hampir selalu mengatakan hal yang sama: mereka naik ke Diamond dengan 2–3 champion, bukan 20.
Pilih champion yang kuat di meta, jarang di-ban, dan cocok dengan gaya mainmu. Lalu spam mainkan champion itu terus menerus.
Jika kamu ingin mencoba champion baru tanpa merusak MMR akun utama, sebagian pemain memilih untuk buy League of Legends account terlebih dahulu agar bisa belajar mekanik sebelum membawanya ke ranked utama.
CS Kamu Mungkin Buruk (Dan Itu Wajar)
Fakta pahit: kalau rata-rata CS (creep score) kamu di bawah 6 per menit, kamu membuang gold setara 1–2 kill di setiap wave. Itu bukan selisih kecil.
CS adalah sumber gold paling konsisten di game. Kill itu situasional. CS itu pasti.
Kalau kamu di Silver dengan 5 CS/min dan lawanmu 7 CS/min, bukan berarti dia lebih jago. Dia cuma lebih rapi last hit.
Solusinya sederhana tapi tidak mudah: masuk ke practice tool selama 10 menit sebelum main ranked. Tanpa item, tanpa rune, fokus last hit. Targetkan 50 CS di menit 5 dan 100 CS di menit 10.
Lakukan ini seminggu penuh dan CS-mu akan meningkat permanen.
Berhenti Teamfight Tanpa Alasan
Pemain low ELO sering fight tanpa tujuan. Berebut scuttle saat tempo kalah. War tier 1 padahal Baron hidup. Fight hanya karena musuh terlihat.
Pemain high ELO selalu punya alasan. Mereka fight saat punya item spike. Saat vision unggul. Saat lawan terisolasi. Setiap fight punya tujuan.
Sebelum ikut fight, tanya diri sendiri: “Kalau menang, kita dapat apa?”
Kalau jawabannya “tidak ada”, jangan fight. Kalau jawabannya “objective”, ambil fight itu. Sesederhana itu.
Vision Menentukan Game (Tapi Kamu Salah Pakai)
Semua orang tahu vision penting. Tapi banyak yang asal pasang ward.
Vision control bukan sekadar meletakkan ward. Itu soal deny vision musuh dan kontrol area penting.
Kalau kamu unggul, ward jungle lawan. Kalau tertinggal, ward jungle sendiri. Kalau objective spawn 60 detik lagi, pasang ward 90 detik sebelumnya.
Rule sederhana: setiap ward harus menjawab pertanyaan.
- “Jungler mereka top atau bot?”
- “Mereka lagi Baron?”
- “Mid lagi roaming?”
Kalau ward-mu tidak menjawab apa pun, berarti salah tempat.
Dan beli control ward. Setiap recall minimal 2–3 pink ward. Kalau tidak, kamu merugikan tim sendiri.
Dodge Lobby yang Buruk
Ini kontroversial, tapi realistis: dodge lobby yang jelek bisa menyelamatkan lebih banyak LP.
Kalau timmu berisi tiga auto-fill, first-time Yasuo, dan satu pemain lose streak panjang, peluang menang sangat kecil.
- Dodge = -3 LP.
- Main dan kalah = -15 sampai -20 LP.
MMR tidak turun karena dodge, hanya LP yang terlihat saja. Dan LP tidak sepenting MMR.
Pemain high ELO rata-rata dodge 1–2 game per hari. Mereka tidak ingin menang semua game. Mereka ingin menang game yang memang bisa dimenangkan.
Main Ranked Saat Kamu Siap Fokus
Banyak pemain antre ranked saat sedang tilt, capek, atau terdistraksi. Ranked bukan mode santai.
Kalau kamu tidak siap fokus 30 menit penuh, jangan queue. Main ARAM, normal, atau TFT saja.
Waktu terbaik main ranked adalah saat kamu cukup istirahat, fokus, dan punya minimal dua jam waktu tanpa gangguan.
Satu game yang benar-benar fokus lebih berharga daripada bermain tiga game setengah hati.
MMR Bisa Menahan Kamu (Dan Cara Mengatasinya)
Banyak pemain tidak sadar bahwa rank terlihat dan MMR adalah dua hal berbeda.
Kalau kamu sudah lama stuck, kemungkinan MMR-mu lebih rendah dari rank terlihat. Itu sebabnya kamu dapat +14 LP saat menang dan -18 LP saat kalah.
Ini bukan semata masalah skill, tapi MMR.
Solusinya? Win rate positif secara konsisten untuk menaikkan MMR. Tapi kalau MMR sudah terlanjur rusak, itu bisa butuh 50+ game.
Sebagian pemain memilih memulai ulang dengan akun baru seperti OCE LoL account yang memiliki MMR bersih, di mana kemenangan bisa memberi +20 LP dan kekalahan hanya -15 LP. Strategi ini sering digunakan pemain high ELO untuk menghindari jebakan MMR di akun utama mereka.
Kesimpulan
Naik rank di League of Legends bukan soal mekanik semata. Ini tentang konsistensi, pengambilan keputusan, dan disiplin mental.
Kalau kamu menerapkan tiga tips saja, hasilnya akan terlihat dalam seminggu. Kalau menerapkan semuanya, kamu bisa naik satu divisi dalam sebulan.
Pemain yang naik rank bukan yang paling flashy. Mereka yang membuat kesalahan paling sedikit. Fokus mengurangi kesalahan dan LP akan mengikuti.

























