[#SUMUTESPORTSPRIDE] Tim EquiteForti Esports Berhasil Wakili Sumatera Utara di Piala Presiden Esports 2021

528

#SUMUTESPORTSPRIDE – Menawarkan total hadiah hingga 2 miliar rupiah, Piala Presiden Esports 2021 menjadi kompetisi yang dinanti-nanti baik oleh para gamers maupun penggemar esports tanah air. Tak terkecuali oleh tim Mobile Legends dari Medan, EquiteForti Esports.

Setelah melawati babak penyisihan yang diikuti oleh sekitar 251 tim Mobile Legends, tim dari EquiteForti Esports berhasil menang dan resmi mewakili provinsi Sumatera Utara untuk berlaga di Piala Presiden Esports tahap selanjutnya.

Uniknya, 4 dari kelima anggota tim ini masih berstatus pelajar. Karena latar belakang ini, tim Mobile Legends EquiteForti Esports sempat merasa tidak percaya diri dalam mengikuti kualifikasi Piala Presiden Esports 2021.

“Sempet merasa nggak PD kalah sama tim yang yang bisa fokus latihan, sedangkan tim kami masih banyak yang sekolah,” ujar Michael Sebastian Sitepu, salah satu anggota tim Mobile Legends EquiteForti Esports.

Tiga anggota dari tim Mobile Legends EquiteForti Esports yaitu Anthonys Leonardo, Marcel Juan Moreno, dan William Angelo saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMA sedangkan salah satu anggota yang masih berusia 14 tahun yaitu Gugun Surya Pratama saat ini masih berstatus sebagai pelajar SMP kelas 3.

Dengan banyaknya anggota yang masih berstatus sebagai pelajar ini, Michael mengaku mereka harus pandai-pandai mengatur waktu dan menentukan jadwal supaya tidak mengganggu waktu belajar.

“Bagi waktunya biasanya dari siang sudah nentuin. Karena ada yang kelas 3 SMP kan, jadi persiapan ujian segala macam. Jadi kita tentukan dulu jadwalnya dari malam sebelumnya atau sejak pagi,” tutur Michael.

Tim EquiteForti Esports memiliki setidaknya 10 tim Mobile Legends. Dari 10 tim ini, Michael dan teman-temannya terpilih untuk mengikuti kualifikasi Piala Presiden Esports 2021. Hal ini diakui Michael karena tim dia memang yang terkuat saat ini.

“Kebetulan karena kami yang terkuat meski masih pelajar. Umur tidak menjadi batasan,” terangnya.

Tetap Juara Meski Banyak Kendala

Selain karena empat dari lima anggotanya masih berstatus pelajar dan sibuk dengan kegiatan sekolah, Michael menuturkan kendala lain yaitu tidak bisa berlatih bersama di GH.

Salah satu anggota tim kami di Jakarta, dan meski kami berempat sama-sama di Medan, kami tidak bisa stay bersama di GH. Yang dua tidak diperbolehkan orang tua karena faktor (pandemi) Corona, sementara yang satu masih SMP kelas 3,” ujar Michael menjelaskan.

Karena adanya kendala ini, tim mereka hanya bisa berlatih secara online. “Baru dua kali latihan offline waktu turnamen di Medan. Sekarang sudah tidak bisa karena tidak diizinkan orang tua. Terutama yang masih SMP kelas tiga,” tambah Michael.

Selain tidak memungkinkan untuk tinggal dan berlatih bersama di GH, Michael juga memaparkan kendala lain yang sempat dialami tim ini yaitu kondisi sarana berupa handphone yang digunakan untuk bermain Mobile Legends.

Dua bulan lalu handpone salah satu pemain rusak. Setiap seminggu sekali selalu servis, jadi kadang bisa main kadang tidak. Tapi sekarang sudah diganti semua sparepart-nya,” katanya.

Hal ini tidak hanya menjadi kendala saat latihan melainkan saat mereka mengikuti turnamen. “HP-nya sering restart sendiri. Bayangin lagi turnamen pernah kejadian itu HP-nya mati,” tutur Michael mengenang kekalahan mereka yang diakibatkan oleh kendala ini.

“Malah sudah tiga kali kejadian,” tambahnya sambil tertawa.

Meski demikian, Michael menegaskan bahwa kendala tersebut sekarang sudah berhasil diatasi. “Sudah satu bulan ini tidak pernah mati-mati lagi. Mudah-mudahan nanti lancar,” tegasnya.

Menjadi Pemain Esports Profesional

Sama seperti kebanyakan gamers profesional lain, pada awalnya Michael bermain gim hanya untuk bersenang-senang. Gamer yang bermain Mobile Legends sejak tahun 2017 ini mengaku baru serius fokus di dunia esports pada tahun 2020.

“Tadinya game hanya hobi, karena masih sibuk kerja. Tahun 2020 karena pandemi dan berhenti bekerja, jadi bisa fokus ke Mobile Legends,” terangnya.

Michael menuturkan, menjadi gamer profesional itu tidak semudah yang dibayangkan. “Saingannya banyak, jadi kita main harus konsisten. Kalau memang mau fokus di esports harus tekun,” ujarnya.

Karena kerasnya persaingan di dunia esports, menurut Michael, setiap gamer yang ingin menjadi pemain pro harus benar-benar yakin dan konsisten menjaga performa.

Di esports ini keras. Yang bagus diambil, yang jelek dibuang. Nggak beda jauh lah dengan pekerjaan lain,” ungkapnya.

Michael menambahkan, menjadi anggota tim esports dan bermain secara profesional menuntut kerja keras dan ketekunan untuk mengikuti berbagai peraturan dan latihan rutin. “Kalau mau seenaknya ya bikin tim biasa aja sendiri sama temen-temen,” tegasnya.

EquiteForti Esports Menuju Piala Presiden Esports 2021

Setelah resmi mewakili regional Sumatera Utara, tim Mobile Legends EquiteForti Esports siap berlaga di babak selanjutnya yaitu group stage. Michael mengaku belum tahu akan berhadapan dengan tim mana di group stage nanti.

“Kan belum selesai, sekarang masih kualifikasi,” terangnya. Meski demikian, Michael dan teman-temannya mempersiapkan diri untuk memberikan performa terbaik terutama karena di tahap-tahap selanjutnya nanti mereka akan bertemu dengan banyak pro player.

“Sudah terbayang sih, karena nanti ada yang namanya invited player dari tim MPL (Mobile Legends Professional League, -red) masuk tiga tim,” terangnya. Saat ini memang kualifikasi M3 World Championship Mobile Legends tengah berlangsung.

Tim-tim MPL Mobile Legends Indonesia yang tidak berhasil lolos kualifikasi nantinya akan diundang untuk mengikuti kualifikasi tertutup. Tiga tim terbaik akan mengikuti Piala Presiden Esports 2021.

M3 World Championship sendiri merupakan turnamen Mobile Legends bergengsi tingkat dunia. Tim-tim yang mengikuti turnamen ini merupakan tim-tim terbaik yang telah sering menjuarai berbagai turnamen.

EquiteForti Esports
Sumber: Piala Presiden Esports

Melihat potensi persaingan yang ketat ini, Michael dan timnya mengaku diuntungkan karena menjadi yang pertama lolos sehingga memiliki cukup waktu untuk menyusun strategi sambil mengikuti perkembangan dan memperhatikan permainan tim-tim regional lain.

“Kami aktif menonton pertandingan untuk mengetahui siapa yang juara satu. Nanti kami replay dari game pertama sampai selesai. Keuntungan juga sih, jadi yang pertama lolos. Jadi bisa memantau untuk menentukan meta,” terangnya.

Michael merasa saat ini salah satu kekurangan mereka adalah kurangnya jam terbang. Tim ini baru terbentuk sekitar dua bulan yang lalu dan belum sempat mengikuti turnamen besar bersama sebelumnya.

“Kalau tim yang ini belum pernah ikut turnamen besar. Kalau tiga di antara kami sudah pernah sebelumnya mengikuti turnamen ESI Medan dan juara 1,” Michael menerangkan.

Meski dengan berbagai kendala, Michael dan teman-temannya yakin akan bisa memberikan performa terbaik di tahapan Piala Presiden Esports berikutnya. “Yakin lah, setidaknya akan lolos sampai play-off,” terangnya.

Menurut penuturan Michael, anggota tim yang lain juga yakin bahwa mereka akan berhasil. “Awalnya aja sempet nggak yakin waktu awal bermain karena jarang latihan,” katanya. Waktu itu, salah satu pemain sempat merasa tidak percaya diri karena kurangnya waktu berlatih akibat berbagai kesibukan lain.

Akan tetapi anggota tim yang lain selalu mendukung dan memberikan motivasi. “Main aja dulu, jangan dipikirin. Nanti rusak gameplay-mu,” begitu kata Michael.

Michael menambahkan, tim mereka lebih fokus untuk melakukan hal-hal yang bisa mereka lakukan alih-alih memikirkan berbagai kendala yang dialami. Dengan demikian tim mereka bisa menjalani tahapan selanjutnya dengan lebih percaya diri.

“PD aja dulu. Kan nggak salah,” pungkasnya.