Rekap Final KOPISODA ESPORTS ARENA Episode 1

0
92
KOPISODA ESPORTS ARENA

Medan, 18 Oktober 2021 – Diikuti oleh sebanyak 58 tim peserta, gelaran turnamen esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) KOPISODA ESPORTS ARENA Episode 1 yang disponsori oleh brand coffeeshop KODA – KOPI SODA telah menemukan ketiga jawaranya, yaitu: EquiteForti 99, FLNG Esports, dan NIGHTFOX BRAVE.

Melihat tren esports yang kian berkembang pesat di tanah air, KODA – KOPI SODA menyadari adanya kebutuhan gamer lokal untuk tidak hanya mengaktualisasikan dirinya secara kompetitif, tetapi juga berkomunitas.

Berlandaskan kebutuhan tersebut, KODA – KOPI SODA pun berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekosistem esports lokal, khususnya di kota Medan dengan membentuk sebuah komunitas yang bertajuk KODA GAMERS CLUB.

KODA GAMERS CLUB merupakan sebuah langkah awal untuk menumbuhkan semangat esports anak muda kota Medan. Setiap harinya, komunitas KODA GAMERS CLUB rutin menggelar berbagai sesi ‘mabar’ (main bareng) menarik bagi para anggotanya. Sebut saja KOPISODA BATTLE WEEK, KOPISODA FUN MATCH, SHARING SESSION, dan juga KOPISODA ESPORTS ARENA.

Digelar secara daring pada tanggal 16-17 Oktober 2021, turnamen KOPISODA ESPORTS ARENA ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para esports enthusiasts untuk bisa menyalurkan hobi bermain game secara positif dan sportif. Format pertandingan ESPORTS ARENA ini menggunakan format BO1 (Best of 1) pada penyisihan, dan BO3 (Best of 3) pada babak final.

Rangkaian babak Final pertandingan yang menyediakan total hadiah sebesar 1 juta rupiah ini dapat disaksikan kembali di saluran YouTube Esportsnesia TV melalui tautan berikut ini.

Keseruan yang berlangsung selama pertempuran babak Final ini juga turut disaksikan dan dianalisis oleh seorang pengamat esports Mobile Legends kota Medan, yaitu Julian Angke.

Berikut adalah highlights beserta analisisnya atas performa tim EquiteForti, tim asal kota Medan yang lolos babak kualifikasi Piala Presiden Esports 2021.

Babak Semifinal KOPISODA ESPORTS ARENA: EF99 VS SOG Namikaze

EF99 VS SOG Namikaze

Dari segi drafting, power pick yang dilakukan tim EquiteForti 99 (EF99) memiliki 2 poin keunggulan, yaitu: mampu menjaga jarak aman, serta mampu mengacaukan formasi tim musuh di saat war berlangsung.

Kehadiran Mathilda di EF99 membuat tim menjadi lebih sustain dalam war melalui efek shield dari pasif skill 2 Mathilda (Guiding Wind) dan juga efek dash-nya.

Di sisi lain, draft hero tim SOG Namikaze tidak terlalu fokus pada damage area. Kontributor damage AOE milik mereka hanya bergantung pada Lylia. Sedangkan untuk EF99, damage AOE bisa ditimbulkan oleh Benedetta, Mathilda, Yve dan Kimmy.

Tim SOG terlihat bergantung pada penggunaan combo mematikan skill hero Ruby, Kaja, serta Rafaela untuk bisa memenangkan war, dibantu dengan high damage dari Lylia dan Roger. Formasi ini sangat kuat jika dirancang untuk menculik hero musuh.

Dari observasi early game di lane EXP, Benedetta terlihat lebih mengusai lane serta mampu melakukan “cutting lane” secara cepat mengandalkan damage tinggi dari basic attack dan Phantom Flash. Dengan demikian, tidak mengherankan jika Benedetta bisa berkuasa di lane dan melakukan rotasi lane dengan cepat.

Kill pertama berhasil diamankan oleh Ling (EF Gugun). Tidak hanya itu, Ling juga terlihat mampu untuk mencuri Orange Buff yang seharusnya bisa diraih Roger. Dari hal ini, bisa dipastikan adanya kesenjangan 1 level serta gold di early game antara Roger dengan Ling.

Dari segi ganking, tim EF99 cenderung melakukan ganking hero di tiap lane dengan formasi 2v1 ataupun 3v1. Hal ini bertujuan agar hero setiap lane bisa tetap sustain dalam meraup gold dan EXP.

Sebagai perbandingan, tim SOG terlihat aktif melakukan ganking dalam kondisi 3v1 atau 4v1. Tim SOG juga memiliki keuntungan dengan adanya high damage lock dari Kaja yang membuat war seolah dalam kondisi menguntungkan 4v5.

Momen tim SOG yang gagal saat war, terutama saat berusaha untuk mengalahkan Kimmy namun tidak berhasil karena adanya bantuan back up dari Mathilda, memberikan kerugian yang sangat besar.

Jika dilihat dari permainan Gugun dengan Ling yang cukup agresif di early game, hal ini cukup berpotensi menjadi kunci kemenangan tim EF99 dengan melakukan owning gold yang banyak dan cepat dari secure kill dan jungle stealing.

Roger dari tim SOG juga mengalami kesusahan dalam farming karena tidak ada yang bisa melindungi Roger dari serangan, termasuk Rafaela yang tidak mendampingi Roger.

Situasi war terakhir ditandai dengan momen terculiknya hero Ruby dan Lylia yang langsung digunakan EF99 sebagai momentum untuk mengakhiri pertandingan. Walau Ruby sempat respawn, namun SOG masih tidak sanggup menahan serangan dari Lord yang fokus ke base.

EF99 VS SOG Namikaze

Memasuki game 2, tim EF99 kini bermain lebih sabar dalam mempertahankan posisi gameplay. Hal ini terlihat dari pick Brody yang ketika late game bisa dijadikan sebagai hero Marksman yang diandalkan karena mampu menjaga jarak dari hero SOG seperti Lancelot, Ruby, maupun Esmeralda.

Power pick EF99 berfokus pada Yve dan Benedetta yang menjadi damage dealer tinggi. Fanny di pertandingan ini juga bisa dimainkan dengan santai karena hero counter Fanny tidak melebihi kondisi 2-3 hero full CC stun sehingga Fanny bisa sustain dalam war serta secure 1 hingga 4 kill sekaligus.

Berbeda dari match sebelumnya, kali ini SOG memilih hero yang cukup fleksibel untuk berotasi. Namun, masih belum cukup untuk bisa sepenuhnya mengungguli EF99 dari sisi drafting. SOG berhasil mendeteksi celah kelemahan EF pada Brody dan Yve, dengan pick Pharsa. Pharsa sangat berguna terutama untuk memberikan damage besar dari serangan jarak jauhnya, yaitu Feathered Air Strike.

Lane Benedetta yang bertemu dengan Ruby memberikan kerugian besar kepada SOG karena Ruby tidak bisa melakukan clear lane dengan cepat, mengingat efek pasif stun dan damage yang besar dari Benedetta.

Tim SOG yang tidak memilik efek full cc stun memberikan keleluasaan besar bagi Fanny untuk bisa menculik dan melakukan rotasi kill dengan cepat.

Permainan yang cukup rapi dari EF99 menjadi kunci kemenangan mulus walaupun ada kelemahan dari segi highground. Fanny dan Benedetta adalah solusi lain yang menjadi hero dive in agar hero-hero highground EF99 bisa melakukan serangan yang tidak terganggu dari SOG Namikaze.

EF99 VS SOG Namikaze

Babak Grand Final KOPISODA ESPORTS ARENA: EF99 VS FLNG Esports

Di match 1 babak Grand Final, secara mengejutkan EF99 menggunakan hero yang tidak biasanya dipakai, yaitu Layla sebagai penjaga Gold Lane, Miya sebagai Hyper/jungler, dan Harith yang sudah tidak “meta” lagi.

Pada awal permainan, EF99 berhasil unggul di poin kill serta berhasil mendapatkan Turtle kedua dan Lord pertama. Memasuki menit 11,EF99 telah mencundangi FLNG Esports dengan meratakan seluruh turret, dan kemenangan pun diraih oleh EF99.

Di match ke-2, FLNG Esports tampak bermain lebih rapi. Di penghujung match menit ke-15, Selena dari tim FLNG Esports berhasil mendapatkan Lord tanpa adanya bantuan Flameshoot ataupun lainnya yang bisa mengenai Lord.

Sangat mengejutkan melihat Gugun dari EF yang berposisi sebagai Hyper/Jungler Miya terkena efek stun Abbys Arrow milik selena yang mungkin memicu efek Lightning yang bisa mengenai Lord dari pasif item Lightning Truncheon.

Momentum tersebut langsung membalikkan keadaan, di mana Lord berhasil direbut oleh FLNG Esports. Namun, EF99 mampu menangkis serangan Lord, dan permainan terus berlanjut dengan sengit hingga pada menit 16:40, hero tank Baxia dari FLNG berhasil mengantarkan mereka kepada kemenangan akibat blunder dari EF99 yang membuat mereka harus kehilangan 2 hero kunci, yaitu Miya dan Layla.

Posisi imbang 1-1 ini memaksa babak Grand Final KOPISODA ESPORTS ARENA untuk memasuki match ke-3. Berlangsung selama lebih dari 15 menit, kedua tim telah bermain dengan serius.

EF99 bermain dengan sangat rapi dari awal hingga 10 menit pertandingan, walaupun masih ada sedikit blunder yang terjadi pada menit 5:45. Ini menjadi kesalahan yang cukup fatal bagi EF, di mana hero Esmeralda dari FLNG berhasil memulangkan 3 hero penting EF99.

Namun terlepas dari kesalahan tersebut, tim EF99 masih tetap mampu mengungguli FLNG dan keluar sebagai Champion dari ajang KOPISODA ESPORTS ARENA.