Review Game Dishtionary: Survifood

1150
Review game Dishtionary Survifood
Sumber Gambar: dishtionary.com

Dishtionary: Survifood adalah sebuah game bergenre farming simulation buatan developer indie asal Jakarta, Indonesia; Red Rain Studio. Red Rain Studio bukanlah sebuah pengembang game sembarangan. Mereka meraih The Game Prime’s Citizen Choice Awards pada tahun 2017 dan 2018.

Dishtionary: Survifood ini merupakan gim kelima buatan Red Rain Studio. Game ini pertama kali rilis pada tanggal 11 Oktober 2022 di Google Play Store dan mendapatkan update terbarunya belum lama ini, tepatnya tanggal 28 Oktober 2022.

Saat saya menulis review ini, Dishtionary: Survifood sudah diunduh lebih dari 5.000 kali. Gim ini mendapatkan nilai yang lumayan tinggi bahkan hampir nyaris sempurna dari para pemainnya yakni 4,9 bintang.

Anak-anak boleh memainkan game ini tanpa perlu pengawasan orang tua karena rating usia yang diberikan adalah tiga tahun ke atas atau 3+. Artinya dengan kata lain gim ini sangat ramah anak balita. Gim ini di Google Play ditandai sebagai permainan yang terkait simulasi.


Selain di Play Store, kamu juga bisa menemukannya di Candela Imagine, sebagai salah satu platform yang mewadahi kebutuhan game lokal agar eksistensi game Indonesia tetap terjaga.


Memori yang mesti disiapkan untuk meng-install game ini adalah 184 MB. Android Versi 5.0 dan lebih tinggi diperlukan agar gim ini bisa dimainkan. Dishtionary: Survifood juga menawarkan pembelian dalam aplikasi dengan range Rp. 16.000,00 – Rp 109.000,00 per item.

Penasaran tidak game seperti apa Dishtionary: Survifood ini? Kalau penasaran, baca terus artikel review game satu ini yah!

First Impression Dishtionary: Survifood

Kesan pertama yang ditimbulkan oleh game ini adalah sebuah game yang memang cocok untuk segala usia. Karena kita langsung diperlihatkan tampilan kartun yang sangat bagus dengan dialog lucu nan jenaka.

Kesan lain yang ditampilkan game ini adalah permainan bertahan hidup alias survival. Apa sebabnya? Pertama, karena judulnya adalah “Survifood” sehingga mengesankan bahwa kita harus bertahan hidup dengan makanan yang tersedia. Kedua, adalah dari cerita awalnya.

Cerita awalnya memperlihatkan tokoh utama bernama William yang terdampar di sebuah pulau. Pulau tersebut adalah Pulau Ananas. Pulau Ananas ternyata penuh dengan bahan makanan.

Review Dishtionary: Survifood
Sumber Gambar: Screenshot Pribadi Penulis

Saat menjelajahi pulau, William kemudian secara tidak sengaja tidur di tempat tidur milik Timor si “Trash Panda”. Timor kemudian secara manipulatif memperkerjakan William untuk menambang, menebang, memancing, berternak serta bercocok tanam.

Sehingga kemudian kita tahu, gim ini bukanlah gim tentang bertahan hidup melainkan simulasi bertani. Maka, kita bisa masuk ke dalam review game ini.

Review Game Dishtionary Survifood

Aspek Tampilan Antarmuka (Interface) Dishtionary: Survifood

Dari aspek interface sebenarnya game ini cukup simple dan user friendly. Game haruslah dimainkan dengan mode layar vertikal sehingga, walaupun kita memegang HP dengan horizontal, layar tidak akan berubah.

Pilihan menu saat di game dilambangkan dengan icon-icon. Tampilan peta pulau memperlihatkan lokasi masing-masing aktivitas. Ada tujuh aktivitas yang bisa dilakukan sesuai dengan total lokasi yang terdapat dalam Pulau Ananas.

Review Dishtionary: Survifood
Sumber Gambar: Screenshot Pribadi Penulis

Bisa dilihat pada gambar bahwa, sebenarnya ada delapan lokasi. Namun, satu lokasi lain yakni Pier belum bisa diakses saat ini karena masih dalam tahap pengembangan.

Aspek Kendali Permainan (Control) Dishtionary: Survifood

Pada saat mau memainkan game, awalnya juga, saya mengira bahwa permainan ini tidak memerlukan banyak sentuhan. Alias tipe game dengan genre idle tap. Cukup men-tap beberapa kali kemudian tunggu beberapa waktu maka jadilah sesuatu.

Ternyata saya salah. Game Dishtionary: Survifood ini memerlukan banyak tap untuk menyelesaikan aktivitasnya. Contoh untuk menebang pohon perlu tiga sampai lima kali tap sampai pohon benar-benar tumbang.

Bahkan untuk mempercepat energi terisi kita harus men-tap berkali-kali saat tidur agar lebih cepat pulih kembali. Untuk pemain yang bertipe ingin cepat langsung main lagi begitu energi habis, sebenarnya game ini sangat cocok sekali.

Aspek Gameplay Dishtionary: Survifood

Dishtionary: Survifood tidak menyediakan pengaturan tingkat kesulitan. Game ini juga tidak mengenal kematian pemain. Namun demikian, pemain bisa kehabisan energi sehingga tidak bisa melakukan aktivitas lagi.

Saya bisa mengatakan bahwa game ini tingkat kesulitannya sangat rendah. Sehingga memang anak di bawah umur lima tahun pun bisa memainkannya. Maka, game ini cocok buat Anda sendiri maupun bagi Anda yang mencari game aman dimainkan untuk buah hati Anda.

Seperti yang sudah saya singgung sedikit, di bagian First Impression bahwa ada tujuh lokasi untuk melakukan tujuh aktivitas berbeda. Lokasi-lokasi ini serta aktivitasnya pada saat awal dijelaskan oleh Timor alias tutorial cara bermain game Dishtionary: Survifood.

Lokasi pertama atau lokasi paling atas adalah Sweet Nut Quarry. Ini adalah lokasi untuk menambang bahan-bahan mineral seperti Amethyst Grape, Rubby Apple, Saphire Blueberry, dan lain sejenisnya.

Lokasi kedua bernama Cake Forest. Di lokasi ini pemain bisa menebang pohon kue. Iya, Anda tidak salah baca pohon kue bukan pohon kayu.

Sumber Gambar: Screenshot Pribadi Penulis

Pohon kue ini ditebang untuk kemudian dijadikan bahan membuat rumah dan upgrade peralatan. Beberapa bahan dari lokasi ini adalah Acacia Carrot, Whip Cream, Caramel Dome, dan sebagainya.

Lanjut ke lokasi ketiga yakni Spice Lake. Jelas terlihat dari namanya bahwa lokasi ini adalah danau. Langsung bisa ditebak sebenarnya bahwa lokasi ini adalah tempat untuk memancing.

Ikan-ikan hasil memancing kemudian bisa dijual di Ananas Market. Di Ananas Market selain bisa menjual hasil pancingan, tebangan, tambang, bercocok tanam dan hasil ternak, kita juga bisa meng-upgrade peralatan atau rumah kita.

Upgrade tentu saja memerlukan sejumlah uang dan bahan. Di sini saya kadang kebingungan, bahan yang diperlukan itu berada di lokasi mana. Maka sedikit saran saya untuk pengembang, mungkin di-update mendatang perlu juga dijelaskan bahwa bahan tersebut berada di lokasi apa atau bisa didapatkan di mana.

Sumber Gambar: Screenshot Pribadi Penulis

Kita berlanjut ke lokasi selanjutnya yakni Leftover Farm. Pada lokasi ini kita bisa menanam biji-bijian yang sudah kita beli di pasar tadi. Seed atau benih berbeda memerlukan waktu berbeda pula untuk dipanen.

Contohnya Nasi Paddy hanya perlu beberapa detik untuk bisa dipanen. Sedangkan, Cheezy Pineapple memerlukan waktu seharian alias 24 jam baru bisa kita petik hasilnya. Ini juga sepertinya perlu ada keterangan bahwa kita harus menunggu waktu berapa lama agar bisa panen sehingga pemain tidak perlu menebak-nebak sendiri.

Beralih ke lokasi peternakan yakni Slaughter Land. Namanya memang cukup sadis kalau dibahasa Indonesiakan yakni tanah pembantaian. Ini juga menjadi jokes tersendiri ketika tutorial, Timor ketakutan saat menjelaskan lokasi ini karena terjemahan harafiahnya itu tadi.

Lokasi terakhir adalah Homestead. Lokasi ini adalah rumah dari William dan Timor. Tempat tidur mengisi energi kembali lagi untuk bekerja di keesokan harinya.

Pada bagian review control saya juga sempat menceritakan bahwa agar lebih cepat energi terisi, kita bisa men-tap layar berkali-kali. Normalnya energi terisi penuh sampai 100 persen dalam waktu 13 menit 20 detik.

Sumber Gambar: Screenshot Pribadi Penulis

Aspek Graphics & Sound Dishtionary: Survifood

Grafik permainan menggunakan gambar 2D. Gambar yang ditampilkan sungguh menawan mata.

Animasi ketika menambang, menebang pohon, memancing, sebenarnya sama saja hanya berbeda di gambar alat dan latar belakang. Namun demikian, tidak mengurangi kenyamanan mata bahkan boleh dibilang justru memanjakan mata dengan grafik serta animasi yang baik.

Latar musik pada setiap lokasi akan berbeda. Namun di efek suara entah ada bug atau bagaimana, suara ketika menambang mineral atau menghancurkan ore tidak terdengar suara batu beradu dengan alat, sedangkan ketika menebang dan memancing keluar suara seperti menebang pohon serta kail tercelup air.

Mungkin hal ini juga bisa diperbaiki pada update selanjutnya.

Review Dishtionary: Survifood
Sumber Gambar: Screenshot Pribadi Penulis

Akhir Kata

Pada akhir dari review game Dishtionary Survifood, game ini sangat layak untuk dicoba. Bahkan bisa jadi seperti gamegame buatan Red Rain Studio lainnya, game ini berpotensi mendapatkan penghargaan.

Apalagi game ini baru dirilis sebulan sehingga masih bisa diperbaiki bug-bug yang ada. Seperti update versi 1.0.1.0  yang sudah memperbaiki beberapa hal.

Dishtionary: Survifood cocok dimainkan untuk segala usia. Apalagi untuk Anda yang ingin bersantai sejenak melepas kepenatan kehidupan.

Sama seperti banyak pemain lain yang memberikan bintang 5 pada review game ini di Google Play, maka saya pun juga memberikan nilai bintang 5 untuk game ini. Ini merupakan pendapat jujur. Baca juga ulasan jujur lainnya hanya di esportsnesia.com.

banner gamekarta

Tentang Gamekarta

Gamekarta adalah sebuah inisiatif kolaboratif yang digagaskan oleh Esportsnesia dan Candela Imagine untuk memberikan dukungan eksposur kepada para pengembang gim tanah air. Dukungan yang diberikan tidak hanya terbatas pada ulasan media, tetapi juga menunjang keberadaan digital dari suatu karya video game dalam ekosistem Esportsnesia.

Tentang Candela Imagine

Candela Imagine adalah sebuah start up fasilitator game developer Indonesia untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengembang gim untuk menelurkan karyanya.

banner iklan esportsnesia