Review Game Surabaya Inferno, Game Perjuangan Rakyat Surabaya Melawan Penjajah

1220
Game Surabaya Inferno

Game Surabaya Inferno adalah game pertama buatan Sengkala Dev. Bisa dibilang ini adalah game jagoan dan gacoan dari Sengkala Dev. Hal itu terlihat dari update patch terbaru yakni 1.532 pada tanggal 4 Januari 2023 yang memperbaiki beberapa aspek dan menghilangkan sejumlah bug.

Itu artinya Sengkala Dev masih terus ingin memperbaiki serta mengembangkan game Surabaya Inferno. Penampakan bahwa Surabaya Inferno merupakan game utama Sengkala Dev bisa dilihat juga di YouTube Sengkala Dev yang masih mengunggah tentang permainan tersebut serta Facebook Page Sengkala Dev yang photo cover-nya menggunakan gambar Surabaya Inferno.

Surabaya Inferno sendiri bergenre strategi. Gim ini sesuai dengan judulnya berlatar tempat di kota Surabaya dengan setting waktu saat perang revolusi terjadi alias tahun 1945, tepatnya pada bulan September sampai Desember tahun tersebut.

Gim ini menggambarkan perjuangan dari rakyat Indonesia melawan tentara dari Jepang, Inggris dan India. Sengkala Dev mengatakan bahwa Surabaya Inferno dibuat dengan tingkat keakuratan sejarah yang tinggi berdasarkan riset mereka dari berbagai sumber.

Dirilis pada platform Steamgame ini sebenarnya sudah tersedia sejak 3 Juni 2020 dengan harga Rp 52.999, namun seperti yang sudah penulis bilang di atas bahwa banyak terjadi perbaikan dan pembaruan sehingga game ini disebut pengembangnya selalu menawarkan pengalaman berbeda. Pada platform tersebut Surabaya Inferno ditandai para user dengan tag sebagai berikut: strategy, simulation, RTS, Real Time Tactics.


Selain di Steam, kamu juga bisa menemukannya di Candela Imagine, sebagai salah satu platform yang mewadahi kebutuhan game lokal agar eksistensi game Indonesia tetap terjaga.


Penulis kemudian memainkan game Surabaya Inferno ini untuk melihat apakah Surabaya Inferno sesuai dengan yang dijanjikan pada deskripsinya yakni menawarkan pengalaman menyenangkan memimpin pasukan. Jadi, simak terus artikel ini melihat penilaian penulis.

First Impression Game Surabaya Inferno

Pertama kali meng-klik icon game ini di desktop penulis, penulis sudah mengharapkan adanya prolog penyebab peristiwa bersejarah Hari Pahlawan 10 November. Harapan penulis ternyata tidak salah. Prolog ditampilkan untuk mengawali permainan.

Kemudian memasuki permainan, peta landscape Surabaya terbentang dengan skala yang lumayan cukup pas. Tentu saja yang diperlihatkan adalah denah kota Surabaya pada tahun 1945.

Namun, kita tetap bisa mengetahui lokasi-lokasi yang masih ada saat ini, seperti Hotel Yamato yang sekarang sudah berganti nama menjadi Hotel Majapahit, lalu ada Stasiun Gubeng dan Pasar Turi yang masih menggunakan ejaan lama yakni Goebeng dan Toeri.

Sehingga kesan pertama yang ditampilkan game ini sebenarnya cukup baik. Hanya saja ada beberapa kata di prolog dan tutorial dalam bahasa Inggris yang tidak pas, typo bahkan salah seperti “more faster, more good” alih-alih yang benarnya “the faster, the better”. Sisanya game ini kelihatan cukup menjanjikan.

Game ini mensyarakatan requirements minimal sebagai berikut:

    • OS: Windows 7
    • Processor: Intel Pentium Duel CPU E2140 1.60 GHZ
    • Memory: 80 MB RAM
    • Graphics: 32 bit
    • Storage: 80 MB available space

Game yang cukup ringan baik dari segi ukuran maupun spesifikasi lainnya. Sehingga untuk para pengguna laptop maupun PC biasa saja, dapat pula memainkannya seharusnya.

Setelah bagian kesan pertama ini, penulis akan memberikan ulasan tentang game Surabaya inferno dilihat dari lima segi yakni: user interface, control, gameplay, graphics dan sound.

Review Game Surabaya Inferno

Aspek Interface Game Surabaya Inferno

Pada sisi tampilan antarmuka di menu awal sebenarnya tidak terlalu rumit. Hanya ada Play untuk mulai memainkan game baru dari awal. Load untuk memulai game yang sudah disimpan.

Kemudian, ada Credits untuk melihat nama-nama yang berkontribusi pada game ini. Dua menu terakhir adalah Exit untuk keluar permainan dan pilihan bahasa di pojok kanan atas. Pilihan bahasa yang bisa dipilih adalah Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Masuk ke dalam permainan, seperti sudah disinggung dalam bagian First Impression, langsung membentang peta denah landcape kota Surabaya lengkap dengan nama tempat-tempatnya yang diduduki oleh Jepang serta rakyat Indonesia.

Sayangnya tutorialnya hanya berdasarkan tulisan saja, sehingga pemain agak kesulitan harus melakukan apa.

Ini sebenarnya juga terlihat dari satu-satunya komentar di halaman Steam game ini. User tersebut mengatakan bahwa dia agak bingung harus melakukan apa. Seharusnya bisa diberikan mungkin video singkat saja atau tanda panah untuk meng-klik apa dan berfungsi sebagai apa.

Tapi soal tutorial bisa dimaklumi karena dengan beberapa klik dan tombol keyboard permainan bisa dijalankan. Namun ada kelemahan paling fatal yakni: slot save yang hanya satu. Pengembang tidak memberikan opsi untuk menyimpan permainan pada slot yang berbeda.

Slot save yang hanya satu ini membuat sedikit frustasi karena kalau serangan gagal, maka harus kembali ke menu awal untuk me-load. Sungguh sesuatu yang merepotkan.

Seharusnya bisa ditambahkan slot save, kemudian menu load juga ada di dalam permainan tidak perlu kembali ke menu awal.

Aspek Control Game Surabaya Inferno

Aspek kendali permainan pada game Surabaya Inferno sedikit menyusahkan karena dua hal. Pertama untuk menggeser peta atau layar tidak bisa menggunakan mouse, harus menggunakan arrow pada keyboard.

Terus terang penulis cukup kaget dengan tidak bisanya menggeser layar dengan mouse. Awaalnya penulis pikir mouse penulis yang rusak, namun setelah penulis mencoba mengganti dengan mouse lain ternyata memang game-nya tidak menyediakan fitur tersebut. Padahal ini merupakan bare minimum untuk sebuah game bahwa untuk menggeser tampilan cukup menggerakkan mouse ke pojok-pojok, maka layar akan bergeser.

Control keyboard lainnya yang seharusnya bisa diubah adalah penggunaan A, B, C untuk menggerakkan unit atau pasukan. Alih-alih menggunakan A, B, C mungkin pengembang bisa mengubahnya ke tombol 1, 2, 3 atau A, S, D yang berdekatan sehingga memudahkan pemain untuk menggerakkan pasukan.

Aspek Gameplay Game Surabaya Inferno

Gameplay Surabaya Inferno sebenarnya menarik. Sesuai dengan janji pembuat game ini bahwa kita akan merasakan pengalaman memimpin pasukan. Itulah yang penulis dapatkan dari memainkan game ini.

Pasukan Indonesia yang pemain kendalikan terbagi menjadi enam unit yang masing-masing memiliki kekhasan sendiri yakni: BKR/TKR, Arek-Arek, Hizbullah, Santri, Tank dan Bofors. Di tahap awal pemain hanya bisa memainkan BKR dan Arek-Arek.

BKR/TKR mempunyai keunggulan karena punya senjata tapi jumlahnya sedikit. Sedangkan, Arek-Arek punya keunggulan dalam jumlah tetapi, tidak punya senjata, hanya bambu runcing seperti icon kursor dalam game ini. Unit lainnya silakan pembaca coba sendiri yah, biar penasaran.

Gameplay-nya seperti Game Risk yakni menggerakkan unit ke teritori yang dimiliki musuh dan pemain harus menguasai teritori tersebut. Bagi penggemar genre strategi ini tentu saja suatu hal yang menantang sehingga memang, game ini sangat menarik.

Ketika pemain sudah berada di daerah teritorial musuh, pemain diberikan pilihan apakah langsung bertempur atau mau bernegosiasi terlebih dahulu?

Sayangnya, waktu tempur tidak diberitahukan akan berjalan berapa lama jadi pemain harus mengira-ngira kapan pertempuran akan berakhir. Padahal ini dibutuhkan untuk mengambil pilihan yang tepat.

Kekurangan lain dari gameplay-nya Surabaya Inferno adalah waktu yang benar-benar real time.

Misalnya waktu tempuh yang harus dijalankan pasukan untuk bergerak dari Stasiun Gubeng ke Markas Kaigun adalah enam menit, maka enam menit pula di waktu nyata kita harus menunggu pergerakan pasukan.

Seharusnya mungkin semenit pada waktu game adalah 15 detik pada waktu nyata. Bisa juga memberikan opsi kecepatan misalnya kecepatan normal, dua kali kecepatan, tiga kali kecepatan dan empat kecepatan.

Namun hal itu belum diberikan pengembang, penulis berharap di-update selanjutnya selain fitur slot save juga ada fitur kecepatan.

Aspek Graphics Game Surabaya Inferno

Grafik dari Game Surabaya Inferno bisa dibilang so-so alias biasa saja. Ekspektasi penulis memang sudah berada di tahap tidak terlalu terkejut dengan grafik yang biasa saja.

Perjalanan unit hanya statis. Animasi hanya ketika terjadi tempur. Itu pun juga statis sebenarnya hanya seperti gambar unit-unit dengan ledakan saja.

Satu keunggulannya adalah bisa menyajikan peta kota Surabaya tahun 1945 dengan tepat. Bahkan ketika penulis membandingkan dengan Google Maps Surabaya pada saat ini, titik-titik lokasinya berada di sana, misalnya Stasiun Pasar Turi, Stasiun Gubeng, Hotel Yamato.

Artinya memang pengembang game serius dan fokus untuk menampilkan lokasi yang sama hanya dengan latar waktu yang berbeda saja. Sesuai dengan kata mereka juga bahwa, game ini lahir dengan riset yang ketat.

Aspek Sound Surabaya Inferno

Suara dan musik adalah hal yang terbaik dari game Surabaya Inferno ini. Lagu latarnya benar-benar memperdengarkan suasana perang. Sehingga pemain tidak akan bosan ketiduran untuk memainkan game ini.

Efek suara pada game ini juga bagus. Ketika pasukan menyerang teritorial musuh maka, akan terdengar suara tembak-tembakan. Sesuatu yang memicu adrenalin.

Jadi walaupun pemain harus menunggu 36 menit misalnya untuk pasukan berpindah, pemain akan segar kembali begitu terdengar suara adu tembakan. Sekali lagi terbaik dan apik untuk urusan sound memang Sengkala Dev.

Penulis sendiri paling suka dengan musik yang berjudul Flame of Surabaya. Judul-judul dan lagu-lagu latar di game ini bisa dilihat pada folder install-an game ini.

Akhir Kata

Sengkala Dev membuat game Surabaya Inferno ini saja patut diacungi jempol. Karena ini adalah sebuah proyek yang ambisius yakni membuat game sejarah Indonesia khususnya tentang perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah, tidak banyak pengembang game yang mau terjun di tema ini.

Riset yang mendalam juga kelebihan dari game ini. Karena keakuratan sejarah game Surabaya Inferno ini patut diberikan penghargaan.

Surabaya Inferno

Tentu saja game ini banyak kekurangan yang seperti penulis sebutkan, namun bukan berarti game Surabaya Inferno ini tidak layak dimainkan.

Apalagi bagi penggemar sejarah sekaligus strategi juga bagi yang ingin mengetahui sejarah lebih detail tentang perlawanan rakyat Surabaya hingga akhirnya terjadi peristiwa bersejarah 10 November 1945, game ini wajib dimainkan.

Surabaya Inferno benar-benar memberikan pelajaran sejarah yang menyenangkan. Semoga kekurangan-kekurangan yang ada bisa terus diperbaiki sehingga banyak orang yang memainkan game ini.

banner gamekarta

Tentang Gamekarta

Gamekarta adalah sebuah inisiatif kolaboratif yang digagaskan oleh Esportsnesia dan Candela Imagine untuk memberikan dukungan eksposur kepada para pengembang gim tanah air. Dukungan yang diberikan tidak hanya terbatas pada ulasan media, tetapi juga menunjang keberadaan digital dari suatu karya video game dalam ekosistem Esportsnesia.

Tentang Candela Imagine

Candela Imagine adalah sebuah start up fasilitator game developer Indonesia untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengembang gim untuk menelurkan karyanya.