Jujurly, Ini Review Game The Asafo Journey

1231
Review Game The Asafo Journey

The Asafo Journey adalah sebuah gim platformer yang berlatarkan di Mesir di mana pemain akan mengemban misi sebagai seorang ksatria yang akan melindungi negaranya dari kekacauan yang terjadi.

Dalam game ini, para pemain harus melewati berbagai macam rintangan yang ada, dan tentunya game ini dirancang khusus untuk gamer yang menyukai tantangan dan ingin “menari” ke sana-sini sambil bermanuver mengalahkan musuh.

Game yang baru diluncurkan pada bulan Oktober 2022 ini sudah tersedia di Steam untuk perangkat PC seharga Rp. 48.999, dan juga di App Store untuk perangkat smartphone yang menggunakan iOS.

Pada ulasan kali ini, penulis akan melakukan review game The Asafo Journey yang dimainkan di PC, tepatnya pada versi Update 1.3.

Review Game The Asafo Journey

Sebelum kita terjun ke review-nya, penulis hendak menyampaikan bahwa review game The Asafo Journey ini dilakukan pada perangkat PC dengan spesifikasi sebagai berikut.

  • Windows 7 Ultimate 64-bit
  • Intel Core i5 3.00 GHZ
  • 12GB RAM
  • NVIDIA GeForce GT630

Sedangkan untuk kebutuhan minimum spesifikasi perangkat PC yang diperlukan, adalah sebagai berikut:

  • Windows 10 64-bit
  • Quad Core 2.4 GHz
  • 4 GB RAM
  • NVIDIA GTA 760

Meskipun tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan yang diinginkan namun penulis tetap mampu memainkan game ini dalam kondisi yang layak untuk memberikan ulasan.

First Impression

Review Game The Asafo Journey

Ketika pertama kali masuk ke dalam gim ini, penulis sudah bisa merasakan audio yang sangat kental dengan atmosfer Timur Tengah. Hal ini kemudian divalidasi dengan tampilan visual main menu yang menonjolkan pemandangan padang pasir.

Secara audiovisual, penulis sudah bisa langsung merasakan tema dari game ini, meskipun pada awalnya penulis sama sekali tidak memiliki gambaran terhadap The Asafo Journey.

Ketika memainkan gim ini selama beberapa jam, penulis bisa merasakan bahwa gim ini sangat membutuhkan ketangkasan dan kesabaran untuk bisa melewati setiap rintangan stage-nya.

Tidak jarang, penulis harus terus mengulangi stage sebab penulis tidak cukup gesit dalam menghindari serangan musuh ataupun perangkap-perangkap yang sengaja disusun untuk memberikan tantangan.

Presentasi dunia fiktif yang disajikan oleh game ini pun cukup liar.

Pernah terbayangkan dikejar-kejar oleh pasir penghisap? Atau bahkan menjumpai hewan-hewan yang memiliki kekuatan super, seperti tikus dengan tongkat sihir yang secara gesit terus menembakkan bola api?

Nah, dunia penuh petualangan ini sudah disuguhkan oleh pihak pengembang Black Bricks Studio untuk memacu adrenalinmu.

Review Game The Asafo Journey

Review Game The Asafo Journey

Aspek Interface The Asafo Journey

Dari sisi menu utamanya, penulis hanya menemukan 2 opsi, yaitu Play dan Tutorial. Penulis tidak bisa menemukan menu setting untuk melakukan konfigurasi kontrol atau apapun itu.

Pada awalnya penulis mencoba bermain menggunakan keyboard saja, namun ternyata gim ini juga mendukung penggunaan gamepad atau joystick controller.

Sayangnya penggunaan joystick ini sendiri masih belum sepenuhnya maksimal. Sebab, pada layar main menu, penulis sama sekali tidak bisa mengakses menu apapun menggunakan joystick. Penulis masih harus menggunakan mouse untuk memilih antara opsi Play atau Tutorial.

Review Game The Asafo Journey

Ketika mencoba menu Tutorial-nya, penulis tidak menemukan panduan sama sekali. Dengan kata lain, gim ini menuntut pemainnya untuk bisa melakukan eksplorasi secara mandiri.

Sesi tutorial yang dihadirkan juga hanya seperti stage tanpa resiko di mana kita bebas untuk mencoba-coba setiap tombol yang ada.

Sejauh ini, penulis hanya menemukan tombol untuk lari, lompat, pukul, interaksi, melakukan “dash”, beserta kombinasi tombol seperti menyerang ke bawah.

Dari segi HUD (Heads Up Display) saat kita telah memulai stage, informasi dasar yang diperlukan pemain sudah tersedia jelas di layar atas kanan, mulai dari informasi HP, “Energi”, Lives, Score, Treasure hingga posisi level stage saat ini.

Saat dihadapkan dengan musuh, penulis juga tidak bisa melihat HP musuh sehingga penulis hanya bisa terus memberikan serangan beruntun (spam hit) agar musuh tersebut dikalahkan.

Aspek Gameplay The Asafo Journey

Review Game The Asafo Journey

Dari segi gameplay, The Asafo Journey ini penuh dengan teka-teki dan pilihan yang bisa dieksplorasi. Di setiap level, para pemain bisa secara opsional mencari harta karun di bawah tanah untuk meningkatkan nilai Treasure.

Gameplay yang dihadirkan juga bervariasi mulai dari melewati rintangan di darat, bawah tanah, dalam air, melawan musuh, mencari barang, hingga mengikuti sosok misterius.

Namun itu semua pada akhirnya menuju ke hal yang sama yaitu untuk mencapai garis finish dari tiap level.

Selain hanya melewat rintangan, The Asafo Journey ini juga menyediakan sesi boss fight, misalnya pada saat memasuki stage level 10.

Pada 2 stage awalnya, penulis bahkan tidak mengenali siapa Asafo ini hingga ketika memasuki level 3, penulis mulai menyaksikan sedikit potongan cerita mengenai Pharaoh yang mengutus Asafo ini untuk menyelamatkan Mesir.

Gim ini juga tidak mengandung unsur RPG untuk grinding ataupun untuk meningkatkan ability dari karakter yang dimainkan. Yang bisa dilakukan untuk bisa menamatkan game ini dengan mudah adalah dengan melatih ketangkasan diri.

Melihat dari sifatnya yang penuh dengan tantangan dan jebakan ini, The Asafo Journey bukanlah sebuah game yang mudah untuk diselesaikan. Pemain dituntut untuk bisa beradaptasi dengan ritme ketangkasan game ini yang penuh dengan aksi manuver ala 2 dimensi.

Ketika menjumpai Game Over, para pemain pun harus bisa mengulang lagi dari awal sebab gim ini tidak mengenali konsep Save/Load Game.

Aspek Graphics & Sound The Asafo Journey

Review Game The Asafo Journey

Ketika memasuki ke dalam dunia game ini, penulis merasa seolah berada di dunia Timur Tengah berkat apiknya BGM (background music) yang dihadirkan dalam gim ini. Sound effect (SFX) yang dibawakan juga mendukung keseluruhan gameplay dari The Asafo Journey.

Sedangkan untuk visualisasi grafiknya, The Asafo Journey memiliki gaya penggambaran yang unik dibandingkan game platformer 2D pada umumnya. Di sini penulis seolah-olah menjumpai 2 jenis grafik, yakni vector graphics dan bitmap graphics. Hal ini kontras terlihat saat pertama kali penulis dihadapkan dengan unit tikus yang sama besarnya dengan karakter yang dimainkan.

Meski terbilang baru, gim ini masih memiliki beberapa bug, di mana terkadang unit musuh bisa berjalan di jalur yang tidak seharusnya, seperti semut yang menjadi melayang, ataupun projectile musuh yang masih tersisa meskipun telah dikalahkan.

Selain itu, pada beberapa bagian stage juga terdapat beberapa gaya penggambaran yang terlihat kurang pas, misalnya pada pewarnaan latar yang tiba-tiba berlangit serba putih, namun kekurangan tersebut masih bisa tertutupi dengan indahnya pemandangan saat melakukan loncatan tinggi di kala awal stage yang menunjukkan keindahan langit The Asafo Journey.

Review Game The Asafo Journey

Desain dari setiap stage-nya juga memiliki nilai-nilai kebudayaan yang membawa para pemain menjadi lebih dekat dengan kebudayaan di Timur Tengah.

Akhir Kata

Game The Asafo Journey ini sangatlah cocok untuk dimainkan oleh para pemain yang ingin mencari sensasi baru dalam genre 2D platformer.

Stage-stage yang dihadirkan di sini pastinya tidak mudah untuk hanya sekedar dilalui begitu saja di waktu luang.

Jika seri platformer Metal Slug dikenang dengan aksi tembak-tembakan perang, maka The Asafo Journey ini meninggalkan kesan aksi aksi loncat-loncat tinggi sambil mengayunkan pedang melawan hewan-hewan berkekuatan magis di Timur Tengah.