Pentingnya Kesadaran Menjaga Kesehatan Mental dalam Esports

0
17
Pentingnya Kesadaran Menjaga Kesehatan Mental dalam Esports
Credit: Unsplash.com

Esports telah menjadi sebuah pilihan karier yang menjanjikan bagi banyak orang yang memiliki bakat bermain game secara profesional dan kompetitif. Namun, sama seperti profesi lainnya, gamer juga rentan terhadap stres, dan banyak yang tidak siap menghadapi tekanan yang mungkin mereka hadapi.

Artikel ini akan menceritakan mengapa kesehatan mental harus diprioritaskan oleh para gamer profesional dan juga organisasi agar mereka tidak hanya dapat meningkatkan performa mereka tetapi juga untuk menjadi individu yang lebih bahagia dan lebih sehat.

Tekanan yang Dirasakan Pro Player

Ketika menjadi seorang atlet esports, bermain game sudah bukan hanya untuk bersenang-senang lagi, tetapi sebagai cara untuk mencari nafkah.

Walaupun dibayar untuk bermain game terdengar seperti mimpi yang menjadi kenyataan, ada banyak faktor yang membuat profesi ini menjadi sangat menegangkan.

Berikut adalah dua contoh utama:

Burnout

Atlet esports juga bisa mengalami kelelahan seperti orang lain saat mendedikasikan diri untuk berlatih berjam-jam demi meningkatkan performa bermain mereka. Hal ini tentu bisa menjadi sangat melelahkan setelah beberapa saat, yang menyebabkan perasaan terlalu banyak bekerja/overexhausted.

Namun, satu hal yang membuat esports unik dibandingkan dengan profesi lain adalah, rata-rata, karier seorang gamer profesional hanya bertahan beberapa tahun, dan banyak yang pensiun pada usia pertengahan dua puluhan.

Pada masa awal berkarir (grinding) perasaan negatif ini tentu saja bisa muncul dan berpotensi  menyebabkan pengunduran diri lebih awal, terutama untuk para atlet baru. Tekanan untuk menjadi yang terbaik memang ada baiknya, tetapi terkadang hal ini justru dapat menjadi bumerang pada pola pikir mereka.

Berada dalam Sorotan

Ketenaran adalah sesuatu yang tiba-tiba dihadiahi kepada para pemain profesional. Meskipun ini pasti memiliki manfaat positifnya, namun tetap saja ada aspek negatif yang harus diperhatikan juga.

Sebagai contoh, banyak pemain yang mungkin tidak begitu paham tentang cara berkomunikasi dan berperilaku, terutama dengan publik; cara mengelola uang mereka; memahami kontrak mereka; serta cara mengatasi ekspektasi yang dimiliki publik agar mereka dapat bekerja dengan baik.

Pemicu stres yang dimiliki oleh para pro gamer ini seringkali dibandingkan dengan para atlet profesional. Dan karena para gamer biasanya memulai karier mereka di akhir usia belasan, banyak dari mereka yang tidak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengatasinya.


Lantas, bagaimana caranya gamer meningkatkan kesehatan mental mereka?

Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh para gamer profesional untuk mulai mencapai kesehatan mental yang lebih baik.

Dikarenakan sifat karier mengharuskan gamer untuk duduk dalam waktu lama, kesehatan fisik adalah sesuatu yang harus diperhatikan ketika mencoba meningkatkan kesehatan mental mereka. Ini berarti mereka harus mengambil jam istirahat secara teratur, memasukkan pola makan yang sehat dan berolahraga.

Namun, walau demikian, masih banyak masalah yang dihadapi para pro gamer berkaitan dengan kurangnya keterampilan mengatasi, dan ini adalah sesuatu yang dapat ditangani dengan seorang profesional.

Banyak, namun tidak semua tim memiliki konselor sebagai bagian dari staf mereka. Itulah mengapa penting bagi semua pemain untuk menghubungi konselor ketika mereka membutuhkan bantuan, termasuk mendapatkan nasihat kesehatan mental yang dapat ditemukan di: https://www.mytherapist.com/advice/.

Bahkan untuk mereka yang sedang mempertimbangkan berkarier di esports juga sebaiknya terhubung dengan konselor atau terapis demi mempersiapkan mereka untuk menghadapi masalah yang mungkin muncul di hadapan mereka kelak.

Kesimpulan

Dengan memprioritaskan kesehatan mental, gamer dapat melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka dan mungkin menambah jarak tempuh ke jalur karier yang biasanya berlangsung selama beberapa tahun.

Tidak hanya itu, keterampilan yang mereka pelajari dapat diterapkan pada rencana apa pun yang mereka temukan setelahnya dan terus menemukan kepuasan dalam apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup.

Media Partnership