e-Sports, e-sports, esports, atau eSports?

3
3441
e-Sports, e-sports, esports, atau eSports?
e-Sports, e-sports, esports, atau eSports?

Di tengah kegencaran media memberitakan kepada publik informasi tentang pertandingan, permainan, dan juga kehidupan para pemain profesional di dunia esports, masyarakat Indonesia kini telah memiliki rasa ketertarikan yang tinggi untuk mencari tahu lebih banyak berita seputar industri esports yang sangat menjanjikan ini. Pamor esports saat ini memang sedang naik daun, khususnya di kalangan para pecinta game dan khalayak awam.

Namun, pada beberapa pemberitaan media melalui artikel maupun running text-nya pada suatu siaran, istilah ‘esports’ sering dituliskan dengan berbagai varian. Beberapa penulisan menggunakan garis pemisah, seperti pada ‘e-Sports‘ dan ‘e-sports‘; sedangkan yang lain tidak: ‘esports’, ‘eSports’ atau bahkan ada yang menggunakan istilah ‘e-gaming‘. Inkonsistensi pada penulisan istilah tersebut secara tidak langsung dapat membuat kebingungan di masyarakat. Lalu, bagaimana cara menuliskannya?

Definisi esports menurut Oxford Living Dictionaries
Definisi esports menurut Oxford Living Dictionaries

Sebelum menentukan mana yang benar atau salah, ada baiknya mengetahui asal usul istilah esports itu sendiri. ‘Esports’ merupakan singkatan dari electronic sports yang berasal dari bahasa Inggris dan jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, akan memiliki arti sebagai olahraga elektronik. Esports masih tergolong baru jika dibandingkan dengan cabang olahraga lainnya sehingga istilah ataupun terminologi tersebut masih belum dapat kita temukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia. ‘e-Sports‘, ‘e-sports‘, ‘esports‘, dan ‘eSports‘ memiliki pelafalan yang sekilas sama sehingga tidak dapat dideteksi secara jelas benar atau tidaknya penulisan tersebut.

Pada beberapa kesempatan, penulisan istilah esports mungkin tidak berakibat fatal sehingga terkesan diabaikan. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Penulisan istilah atau terminologi esports harus memiliki bentuk yang disepakati, layaknya sepak bola, bola basket, tenis meja, bulu tangkis dan lainnya. Media memiliki peran yang penting untuk tidak menimbulkan kebingungan istilah esports di tengah masyarakat.

esports menurut AP Stylebook via Twitter (@darinjk2)
esports menurut AP Stylebook via Twitter (@darinjk2)

Sebuah badan yang berperan dalam memberi petunjuk dan arahan di industri media massa, AP Stylebook, juga turut bersuara dalam menentukan istilah mana yang dipakai untuk menyampaikan informasi seputar permainan Dota 2, League of Legends, dan lainnya. Meskipun dalam penentuannya terdapat banyak diskursus internal mengenai eksistensi tanda hubung ‘-‘, keputusan jatuh pada kata ‘esports’. Walaupun bentuk lainnya juga masih dapat dipakai, misalnya pada nama organisasi.

Di sisi lain, merujuk pada English Oxford Living Dictionaries, jenis penulisan yang digunakan adalah dengan menggunakan garis penghubung, ‘e-sports‘. Namun, menurut observasi pada Google Trends terhadap hasil pencarian di Google menggunakan kata kunci pencarian esports, dapat dilihat bahwa kebanyakan pengguna internet menggunakan kata kunci ‘esports’ dan ‘eSports’, meskipun kedua kata kunci tersebut dipandang sama oleh Google. Kata ‘esports’ yang tidak menggunakan garis penghubung memiliki kemiripan dengan penulisan kata ‘e-mail’, yang sekarang menjadi ‘email’.

Hasil pencarian keyword esports dan e-sports pada Google Trend
Hasil pencarian keyword esports dan e-sports pada Google Trend

Seiring berjalannya waktu, garis penghubung tersebut akan melebur dan tidak digunakan lagi oleh kebanyakan masyarakat. Mereka akan lebih sering menuliskannya tanpa menggunaan garis. Bisa jadi penulisan tanpa tanda hubung tersebut mempermudah orang dalam menulis kata esports. Penulisan ‘esports’ juga lebih sering digunakan oleh perusahaan di industri esports. Tren penulisan tersebut menjadi suatu kesepakatan secara tidak langsung. Pada akhirnya, penulisan istilah yang benar dan disepakati bersama adalah ‘esports‘; dan ‘Esports‘ jika digunakan pada awal kalimat.

(Disunting oleh Satya Kevino)

Previous article3 Pelajaran Kehidupan dari PUBG
Next articleSosok Kartini di Esports Indonesia
Ira Atika Zahra
Seorang perantau asal Medan yang dekat dengan keluarga, khususnya Mama selaku sosok yang saya kagumi; kini berdomisili di Jakarta dan berencana melanjutkan studi S2 Program Linguistik. Menyukai belajar dan explorasi terhadap hal-hal baru. Rame, seru, centil, mandiri, wise, dan dewasa adalah alasan mengapa saya jomblo hingga hari ini. Juga seorang penikmat musik rock dan K-Pop yang haus berpetualang dan bermimpi untuk memiliki tubuh ideal. “Menulis lebih dari sekadar menghasilkan tulisan, tetapi juga jiwa dan makna.” – Ira