G-Star 2020 Online: Ajang Pertemuan Bisnis Para Pelaku Industri Game

0
26
G-Star 2020 Online

G-Star 2020 Online – Pandemi Covid-19 telah membuat banyak event game, baik itu turnamen maupun pameran, menjadi tertunda, batal digelar, hingga bertransformasi menjadi event online. Salah satunya adalah Global Game Exhibition (G-Star) 2020 yang biasanya setiap tahun digelar di Korea Selatan.

Masih dalam bayang-bayang Covid-19, G-Star 2020 yang digelar pada tanggal 17 hingga 21 November 2020 lalu juga bertransisi menjadi event online.

Transisi ini pun juga tidak menghambat langkah developer game Indonesia untuk berpartisipasi dalam ASEAN-Korea Online Business Meeting yang merupakan mata acara Business to Business (B2B) dalam G-Star 2020 Online.

Dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 10 developer gim Indonesia pun mendapatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan bisnis dan mencari kerjasama bisnis potensial dengan pelaku industri game luar negeri melalui acara ini.

“Kami meyakini industri game akan menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung pemulihan perdagangan di situasi pandemi COVID19,” ungkap Kasan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan.

“Di tengah pemberlakukan social restrictions  di seluruh dunia, permintaan akan game  baik di pasar domestik maupun ekspor mengalami peningkatan,” lanjutnya

Kasan menambahkan mengenai pentingnya promosi industri game Indonesia untuk lebih dikenal di dunia, maka Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan selaku instansi penjuru kenggotaan Indonesia pada organisasi ASEAN – Korea Centre, melibatkan para game developer Indonesia untuk menjajaki pasar Korea Selatan melalui partisipasi pada program G-STAR 2020 Business Matching yang dilaksanakan secara online tahun ini.

“Tentunya hasil yang telah dicapai pada pertemuan bisnis G-STAR, kami harapkan dapat dieksplorasi lebih dalam oleh para game developer Indonesia”, tutup Kasan.

“Di tengah pandemi yang berdampak buruk bagi ekonomi dunia, industri video game mengalami pertumbuhan drastis di tahun 2020,” ungkap Cipto Adiguno, Ketua Umum dari Asosiasi Game Indonesia (AGI).

“Sebagai industri kreatif digital, batasan geografis dan logistik tidak banyak berlaku bagi produk game. Produk game dapat diproduksi di mana saja dan dipasarkan di mana saja. Oleh karena itu membangun kepercayaan serta kerja sama multinasional sangat penting untuk memaksimalkan potensi bisnis pelaku bisnis game.

Menghadiri acara besar seperti G-Star tidak hanya mengembangkan bisnis para delegasi, namun juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki produk-produk yang mampu bersaing di pasar global,” lanjutnya.

10 developer game tanah air di G-Star 2020 Online

  • Anoman Studio,
  • Assemblr,
  • Digital Happiness,
  • Gambir Studio,
  • GameChanger Studio,
  • Khayalan Arts,
  • Lyto,
  • Megaxus,
  • Niji Games, dan
  • XELO Digital.

Selama lima hari, mereka pun mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara virtual dengan para partner potensial untuk mengeksplorasi kerja sama di masa yang akan datang.

Tercatat, kesepuluh studio ini jika dijumlah sudah mengadakan kurang lebih 125 pertemuan bisnis, dengan potensi kerja sama bisnis yang bisa dieksplorasi lebih lanjut mencapai Rp121 miliar.

Para developer game ini datang ke G-Star 2020 Online dengan berbagai macam target. Ada yang mencari publisher untuk game baru yang dikembangkan, ada yang mencari investasi tambahan untuk mendanai proyek yang sedang berjalan, atau mencari game untuk dipublikasikan di pasar Indonesia.

Event sekelas G-Star 2020 memberi kesempatan pertemuan bisnis dengan berbagai publisher kelas dunia seperti Koch Media, Those Awesome Guys, Another Indie dan lain-lain,” ungkap Riris Marpaung, CEO dari GameChanger Studio.

“Walaupun memang event secara online masih ada beberapa hambatan seperti jadwal meeting yang jamnya berbeda beda, karena perbedaan zona waktu, dan tergantung pada kondisi internet masing masing, namun acara berjalan lancar dan kami juga masih bisa memperkenalkan bisnis kami dan melakukan beberapa meeting dengan potential partner untuk pengembangan bisnis kami ke depannya,” tambah Shafiq Husein, CEO dari Gambir Studio.

“Kami berharap dukungan seperti ini bisa terus berkesinambungan supaya dapat memajukan industri game Indonesia,” pungkas Felix Darmoko, Brand Manager & Overseas Business Development Manager dari Megaxus.

Media Partnership