Profil dan Fakta Menarik Abed DOTA 2, Pro Player Pertama yang Meraih MMR 11.000 di Dunia!

186
Abed Dota 2
Sumber: Instagram @abed_dota

Salah satu pro player yang menarik untuk dibahas karena capaian prestasinya adalah Abed DOTA 2. 

Sebab, Abed ‘Abed’ Yusop disebut sebagai pro player DOTA 2 pertama yang mencapai 11.000 MMR pertama di dunia, pada tahun 2020 lalu. Saat usianya masih terbilang cukup muda, 19 tahun.

Sejak awal, pemain asal Filipina ini memang tampil menonjol. Selain karena parasnya yang rupawan, ia juga benar-benar mengikuti banyak sekali jenis kompetisi dalam setahun di awal-awal karirnya.

Hal inilah yang membuatnya bisa melaju makin pesat dan memampukan dirinya untuk berkarir di tim Amerika seperti sekarang.

Memang siapa sebenarnya Abed DOTA 2 ini? Yuk simak profil lengkap dan fakta-fakta menarik dari pemain andalan Shopify Rebellion yang satu ini!

Biodata dan Profil Abed DOTA 2

Abed Dota 2
Sumber: Instagram @shopifyrebellion

Dikenal baik dengan nama lengkap Abed Azel L. Yusop memang besar dengan komputer dan permainan sejak masa kecilnya.

Sebab Abed lahir dan besar di Dasmarinas, Cavite, Filipina dengan orang tua yang memiliki usaha warnet atau kafe internet kecil yang berlokasi di dekat rumahnya.

Hebatnya, Abed sudah mulai serius bermain Dota 2 sejak tahun 2014 dan akhirnya dikenal mendunia karena capaian MMR point miliknya.

Supaya makin kenal dengan sosok hebat ini, berikut adalah profil Abed DOTA 2 mulai dari nama lengkap, hero favorit hingga sosial media miliknya:

  • Nama Lengkap: Abed Azel L. Yusop
  • Kebangsaan: Filipina
  • Lahir: 2 Agustus 2000
  • Usia: 23 Tahun (per 2023)
  • Tahun aktif: 2015- sekarang
  • Role: Solo Middle
  • Hero Andalan: Storm Spirit, Ember Spirit, dan Void Spirit
  • Instagram: @abed_dota
  • Riwayat Tim:
    • 2015: MSI-EvoGT
    • 2015: Trackmate
    • 2016: Execration
    • 2016-2017: Team Onyx
    • 2017: Digital Chaos
    • 2017-2019: Fnatic
    • 2019:-2022: Evil Geniuses
    • 2022-sekarang: Shopify Rebellion

Fakta-Fakta Menarik Abed DOTA 2

Abed memulai karir profesionalnya pada usia yang cukup muda yaitu 14 Tahun, saat esports sedang berkembang begitu pesat di Filipina.

Hebatnya, selama berkarir ia mampu memacu diri lebih jauh dengan bergabung ke tim esports yang berbasis di Amerika maupun menjadi pemenang di banyak pertandingan besar.

Tidak lupa ia juga menjadi pro player pertama di dunia yang berhasil meraih 11.000 MMR dalam kancah DOTA 2.

Tentunya segala pencapaian ini tidak terlepas dari fakta-fakta menarik yang dimilikinya, antara lain adalah:

#1. Sudah Akrab dengan Game Sejak Kecil

Kemampuan bermain Abed tentu tidak bisa dipisahkan dari kebiasaannya bermain game sejak usia muda. Apalagi, Abed tumbuh dengan orang tua yang memiliki kafe internet sehingga game merupakan makanannya sehari-hari.

#2. Bermain DOTA 2 Sejak 7 Tahun

Beberapa tahun yang lalu, Abed mengejutkan banyak penggemar dengan membagikan foto dirinya pada turnamen DOTA pertamanya. Dimana ternyata ia telah mengikuti turnamen DOTA sejak tahun 2007 ketika ia baru berusia tujuh tahun.

Barulah beberapa tahun setelahnya, ia mulai bulat untuk memutuskan berkarir sebagai seorang pro player DOTA 2 dengan bergabung ke tim lokal asal Filipina,  MSI EvoGT*.

#3. Meraih MMR Point dengan Konsisten

Abed Dota 2
Sumber: Instagram @elitegamerzhaven

Hebatnya, Abed DOTA 2 berhasil menampakkan kehebatannya dengan meraih point MMR secara konsisten hampir setiap tahunnya. Dimana ia mencapai 8000 MMR pada tahun 2016 dan tidak sampai satu tahun, ia berhasil meraih 9000 MMR.

Pada tahun 2017 itulah ia disebut menjadi pro player Filipina pertama yang berhasil mencapai 9000 MMR dalam ranah DOTA 2.

Tidak berpuas diri hanya disitu saja, hanya berselang 3 bulan saja ia menjadi pemain pertama yang mencapai 10.000 MMR solo.

Namun terdapat sistem medali baru dari Valve selaku pengembang game dan di tahun 2019, Abed kembali menjadi pemain pertama yang mencapai 10.000 MMR di bawah sistem baru ini.

Update terakhir, Abed DOTA 2 tetap berhasil meraih poin dengan konsisten dimana pada 13 Mei 2020, Abed menjadi pemain pertama yang mencapai 11.000 MMR solo di dunia. Hebat sekali bukan?

#4. Tampil Mendominasi Selama Bersama Fnatic

Setelah bersama Execration selama hampir satu tahun, Abed memutuskan untuk berpisah dengan tim tersebut dan bermain sempat bermain untuk beberapa tim di tahun 2017. Mulai dari Team Onyx hingga Digital Chaos.

Barulah di bulan November 2017, ia akhirnya bergabung dengan tim esports besar dan berbakat yaitu Fnatic untuk mengembangkan karirnya lebih jauh.

Selama berada di Fnatic, ia mengikuti banyak sekali turnamen dan membuat tim tersebut dipandang sebagai tim SEA terkuat

Apalagi, Abed dan timnya secara konsisten menjadi favorit di kualifikasi regional yang akhirnya terus mereka menangkan. 

Beberapa kemenangan terbesar Abed selama di Fnatic ini meliputi The International 2018 Southeast Asia Qualifier, ESL One Birmingham 2018: Southeast Asia Qualifier, GESC: Indonesia Dota2 Minor – Southeast Asia Qualifier dan masih banyak lagi.

Selain itu mereka juga menjadi runner up PVP Esports Championship, DOTA Summit 8 dan 9, DreamLeague Season 9, DreamLeague Season 9 dan masih banyak lagi yang lainnya. Tidak heran jika saat itu mereka cukup mendominasi di ranah regional.

#5. Abed DOTA 2 Berhasil Mengikuti Banyak Turnamen The International

Selama berkarir, total raihan hadiah terbanyak yang pernah diraihnya berasal dari kompetisi The International

Meskipun tidak berhasil finish pada peringkat teratas, Abed berhasil tembus babak kualifikasi hingga berlaga di kompetisi utama bersama tim-tim terbaik dunia.

Sepanjang karirnya, ia sudah berhasil mengikuti banyak turnamen The International mulai dari 2017, 2018, 2019, 2021 dan 2022.

Bahkan totalan hadiah dari kelima turnamen ini jika dijumlahkan bisa mencapai $2.191.943 atau sekitar Rp. 33 Miliar. Jelas ini merupakan prestasi yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

#6. Disebut Fly Sebagai Pemain Langka

Setelah 2 tahun bersama Fnatic, Abed melebarkan sayapnya lebih jauh dan memutuskan untuk menjadi tim esports yang berbasis di Amerika Selatan, Evil Geniuses.

Salah satu rekannya, Fly, menyebutkan jika talenta pemain seperti Abed sangat langka ditemukan.

Sebab Fly menyebutkan jika pemain dari latar  budaya yang berbeda biasanya memiliki ego yang cukup besar. Tapi Abed selalu mau mendengarkan dan belajar sehingga bisa memiliki chemistry dengan tim yang luar biasa.

Hal inilah yang salah satunya membuat Abed DOTA 2 bersama Evil Geniuses berhasil keluar sebagai pemenang di DPC NA 2021/2022 Tour 1: Division I, Tour 2, dan Tour 3.

Nah itulah fakta-fakta lengkap sekaligus profil mengenai Abed Dota 2. Sekarang ia akan berlaga pada ajang The International 2023. Yuk kita nantikan hasilnya!

banner iklan esportsnesia