BTR Branz, Pemain Core Terbaik Asal Jogja

817
Profil BTR Branz
BTR Branz merupakan pemain inti Bigetron Alpha dengan role Core.

BTR Branz mengawali MPL Indonesia Season 7 dengan baik. Pasalnya pemain asal Bigetron Alpha tersebut memimpin posisi MVP Regular Season. Ditambah lagi, Bigetron Alpha pada musim ini memberikan kesan yang baik lewat permainannya dan berhasil menduduki tiga posisi teratas.

Pemain dengan nama asli Jabran Bagus Wiloko ini merupakan pemain dengan posisi core yang piawai memainkan hero Marksman. Ia berhasil mencetak perolehan kill yang sangat tinggi pada MPL Indonesia Season 7 ini. BTR Branz berhasil mengungguli beberapa pemain seperti AE Celiboy dan AE Ahmad.

Ia juga memperoleh assist yang tinggi bersama BTR Kyyy dan membuktikan ia sangat berperan penting dalam team fight. Bigetron Alpha juga beberapa kali berhasil mengalahkan tim besar lainnya. Hal ini menjadi catatan yang baik bagi tim Robot Merah dalam puncak klasemen.

Profil BTR Branz #1: Dari Turnamen Kecil ke MPL

BTR Branz
Hobi game sejak kecil yang mengantarnya menjadi pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang.

BTR Branz mengawali kariernya melalui hobi. Pada sesi wawancara bersama Jonathan Liandi di Empetalk, ia mengaku bermain game merupakan hobinya. Ia sering bermain gamegame mobile seperti Get Rich, Clash Royale, dan Clash of Clans.

Pertama kali berkenalan dengan Mobile Legends: Bang Bang juga berawal dari teman-teman. Bahkan ia terhitung terlambat untuk bermain, saat teman-temannya sudah mencapai Grand Master ia baru memulai bermain game MLBB season 3 terakhir.

BTR Branz mengaku sering begadang untuk bermain game Mobile Legends. Tidak ada alasan khusus yang membuatnya begadang selain hanya suka main game.

Sebelumnya, Branz sering mengikuti berbagai turnamen kecil-kecilan. Saat bermain Mobile Legends, ia juga membentuk tim bersama teman-temannya dan mengikuti berbagai turnamen kecil. Setelahnya, ia bergabung dengan tim MCD, salah satu tim esports lokal di Jogja yang cukup dikenal.

Bigetron Alpha Branz
Pernah bergabung dengan tim lokal Jogja, MCD.

Selepas turnamen, ia dihubungi oleh coach Edwin yang menawarkannya untuk bergabung bersama Bigetron. Saat itu Branz masih duduk di kelas 3 SMA, sehingga ia tidak bisa menetap di gaming house Bigetron. Perjalanan pulang pergi dari Jogja-Jakarta ia tempuh setiap hari libur untuk berlatih bersama sebelum turnamen.

“Jadi aku berangkat itu Jumat, balik ke Jogja itu hari Minggu malam atau Senin pagi. Banyak nggak masuk sekolahnya, sih,” jelas Branz diiringi tawa.

Itulah pertama kalinya Branz bergabung dengan tim esports besar setelah sebelumnya hanya bergabung dengan tim lokal. Pemain asal Jogja itu akhirnya menetap di Jakarta setelah lulus dan fokus untuk kariernya sebagai pro player.

Pertama kali debut di MPL Indonesia Season 3. Meski tidak juara, saat itu Bigetron Alpha menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.

Profil BTR Branz #2: Permainannya Mulai Diakui Pada MPL Season 5

Branz
Skill BTR Branz mulai terlihat mencolok pada MPL ID Season 5.

Saat MPL Indonesia Season 4, BTR Alpha tidak cukup bermain dengan baik. BTR Branz mengakui bahwa saat itu pemain masih kurang chemistry sehingga tidak memiliki kekompakan dalam bermain.

Permainan Bigetron Alpha kembali disorot pada MPL Season 5. Penampilan mereka cukup gemilang karena hasil kerja sama dari tim dan individu yang memiliki performa mencolok. BTR Branz saat itu sangat disorot karena menunjukkan permainan terbaiknya karena berhasil meloloskan BTR ke Playoff MPL Season 5.

Penampilan Branz mendapatkan banyak pujian dari penggemar Mobile Legends dan pro player. Ia menyambet julukan sebagai Marksman terbaik musim itu. Meski begitu BTR Branz tetap humble, ia tidak merasa jumawa.

Bigetron Alpha
Bagi BTR Branz, kerja sama antar tim sangat berperan penting.

Hal itu dianggap sebagai keberhasilan tim karena permainannya tidak akan ada apa-apanya jika tanpa rekan setimnya. Meski Bigetron tidak masuk dalam final, permainan Bigetron Alpha dianggap menarik dan semakin berkembang dari musim sebelumnya.

BTR Branz memiliki 100% winrate di empat hero, yakni Bruno, Clause, Hayabusa, dan Wan-Wan pada musim tersebut. Bahkan ia mengantongi 86% winrate lewat tujuh game dibandingkan dengan Maungzy, EVOS Rekt, dan Tuturu.

Bahkan Branz juga tercatat sebagai top three most kill sampai minggu kelima dengan catatan total gold tertinggi. Ia juga menjadi pemain yang paling jarang mati. Damage yang ia hasilkan juga paling tinggi dari semua pemain Bigetron.

Profil BTR Branz #3: Build Item dan Hero Paling GG BTR Branz

Branz BTR
Build item yang tepat sangat menentukan build hero.

Penampilannya kembali dilirik pada MPL Indonesia Season 7. Pasalnya, core utama dari Bigetron Alpha ini memilih hero Mage Harley. Meski terlihat riskan dengan pilihan hero tersebut, ia berhasil keluar menjadi MVP lewat pertandingan melawan EVOS Legends dengan 8 kill, 5 assist, dan sekali death.

Permainannya terlihat sangat rapi dari mid sampai late game. Penggunaan skill-nya tepat waktu dan objektif membawa kemenangan. Saat menggunakan hero Harley, ia build item dengan jeli. Pertama ia memilih Glowing Hand yang dapat menambah Magic Power dan HP.

Lalu ia memilih item Feather of Heaven yang memiliki pasif unik Basic Attack yang memberikan 40% Magic Damage tambahan. Ketiga ada Divine Glaive yang merupakan item magic yang memberikan peningkatan efek pasif sebesar 30% jika HP hero ini lebih tinggi 70%.

Selanjutnya ada Holy Crystal yang dapat menambahkan Magic Power sebesar +100. Pasif uniknya juga dapat meningkat Magic Attack Harley. Kelima ada Calamity Reaper yang bisa menambah Mana, Mana Regen, dan Cool Down Reduction.

Item tersebut juga memberikan True Damage dan Movement Speed. Keenam ada Immortality yang bisa memberikan tambahan stat sebesar 800 HP dan 40 Physical Defense. Tentunya build item ini juga disesuaikan dengan kondisi gameplay.

Bigetron Alpha Branz
Pick hero yang tepat selama turnamen penting dalam keberlangsungan game.

Selain Harley, BTR Branz memiliki beberapa hero favorit, yakni Hayabusa, Claude, dan Gusion. Hayabusa disebut sebagai salah satu hero assassin yang lincah. Hero ini merupakan karakter ninja yang dapat membunuh dengan cepat.

Hero ini memiliki serangan burst damage yang tinggi, sehingga banyak digunakan. Skill escape juga sangat baik dan ia juga mudah melakukan framing atau clear wave. Tidak hanya itu, hero Hayabusa juga sangat kuat di late game.

Hero ini juga sangat jago dalam satu lawan satu. Sayangnya, hero ini juga memiliki kelemahan, yakni durability yang rendah dan boros energi. Meski memiliki damage yang tinggi, hero ini tidak cocok untuk team fight dan lemah dalam early game.

Hero selanjutnya adalah Claude yang dikenal sebagai hero Marksman paling mematikan. Claude disebut sebagai hero yang memiliki semua yang dibutuhkan untuk bertarung. Claude memiliki burst damage yang besar di late game dan crowd control yang mematikan.

hero gusion
Hero Gusion menjadi salah satu hero favorit BTR Branz.

Kelebihan lainnya, ia dapat bermain solo lane. Kelebihan ini jarang dimiliki oleh hero Marksman. Clause dapat memberikan Minion dengan cepat. Sebagai Marksman, hero ini mampu meng-carry tim karena memiliki damage yang besar dan mampu melakukan split push.

Sama seperti Claude dan Hayabusha, hero Gusion disebut sebagai hero Assassin yang mematikan dengan kelebihan yang jarang dimiliki oleh hero lain. Hero Gusion memiliki damage yang sangat besar di early game.

Tidak hanya itu, ia memiliki skill blink yang sangat banyak. Gusion juga mampu meng-carry tim yang membuatnya tidak menggantungkan kemenangan terhadap orang lain. Karena adanya kelebihan-kelebihan tersebut, hero ini cukup sulit dikuasai. Hal itu dikarenakan Gusion memiliki combo skill yang sangat rumit.

Itulah profil singkat BTR Branz, sebagai role core dengan hero Marksman. Ia tercatat sebagai MVP dalam MPL dan skill-nya tidak perlu ditanya lagi. Meski memiliki performa individu yang sangat baik, BTR Branz tetap humble dan menyebut kerja kerasnya juga berkat rekan setimnya yang saling membantu selama pertandingan.