Kenalan dengan Nisha DOTA 2, Ace Team Secret yang Berpindah ke Kompetitornya

454
Nisha Dota 2
Sumber: Instagram @eslgaming

Bagi banyak penggemar esports, Nisha Dota 2 sering disebutkan sebagai seorang Ace yang memiliki pengaruh besar hampir di tiap pertandingan Team Secret.

Namun secara mengejutkan, pria muda asal Polandia ini mendadak mengumumkan perpisahannya dengan tim yang sudah membersamainya selama 4 tahun lebih dan berpindah ke kompetitornya, Team Liquid.

Apalagi bersama Team Secret Nisha berhasil memberikan berbagai gelar kompetisi bergengsi mulai dari runner up The International 2022, juara 3-4 Riyadh Masters 2022, hingga juara 3 pada The International 2021 dan masih banyak lagi.

Tentu hal ini disayangkan banyak pihak mengingat Nisha menjadi player yang sangat potensial dan ditakuti banyak lawan dalam skena kompetitif DOTA 2.

Media menyebutkan jika Nisha bergabung dengan Team Liquid untuk menggantikan posisi Matumbaman yang memutuskan pensiun setelah menjadi juara 3 di The International 2022.

Memang siapa sebenarnya Nisha Dota 2 dan mengapa kemampuannya begitu hebat hingga langsung didapuk bergabung dengan tim kompetitornya? Yuk kenalan lebih lanjut di artikel ini!

Biodata dan Profil Nisha Dota 2 Lengkap

Nisha Dota 2
Sumber: Instagram @dota_2

Nisha DOTA 2 atau pemilik nama lengkap Michał Jankowski merupakan pro player muda asal Polandia. Uniknya, pria berusia 23 tahun ini bahkan telah memulai karirnya sejak usia yang sangat muda pula yaitu pada usia 13.

Awalnya ia bergabung untuk tim lokal Polandia yaitu Let’s Do It. Barulah seiring berjalannya tahun, kemampuannya terus berkembang dan dirinya bergabung dengan tim esports yang lebih besar seperti Team Secret dan Liquid.

Supaya tidak makin penasaran, berikut adalah biodata dan profil lengkap mengenai Nisha Dota 2 mulai dari nama lengkap. usia dan hero unggulannya.

  • Nama Lengkap: Michał Jankowski
  • Kewarganegaraan: Polandia
  • Tanggal Lahir: 28, September, 2000
  • Usia: 23 Tahun (Per 2023)
  • Tahun Aktif: 2014 – sekarang
  • Role: Solo atau Middle Carry
  • Team: Team Liquid
  • Hero Favorit: :Ember Spirit, Morphling, dan Storm Spirit
  • Riwayat Tim:
    • 2014-2018: Let’s Do It
    • 2018-2022: Team Secret
    • 2022- sekarang: Team Liquid
  • Sosial Media: Twitter: @nishadota

Perjalanan Karir dan Prestasi Nisha DOTA 2

Nisha Dota 2
Sumber: Instagram @teamsecret

Sejak awal berkarir di tahun 2014 lalu, Nisha memang sudah menunjukkan kehebatannya dan tampil menonjol di pertandingan perdananya yaitu ESL One Frankfurt 2015 – European Open Qualifier.

Bahkan trend prestasinya terus meningkat seiring dengan berkembangkan kemampuan dan jam terbangnya dalam menghadiri berbagai kompetisi DOTA 2.

Memulai Karir Bersama Sang Kakak

Banyak yang belum tahu jika Nisha memulai karirnya sebagai pemain DOTA 2 di tim Let’s Do It bersama sang kakak bernama Supreme atau Przemysław Jankowski

Sayangnya ia tercatat hanya menjadi pemain aktif hingga tahun 2018 saja dan memutuskan untuk memiliki mimpi yang bersisian dengan saudaranya.

Prestasi yang Meningkat di Tahun 2016

Selama tahun 2015, memang Nisha telah mengikuti lebih dari 21 turnamen. Dimana angka ini cukup padat untuk seorang pemula. 

Namun ternyata hal inilah yang membuat jam terbang dan kemampuannya semakin meningkat dibandingkan pemain seumurannya.

Hal ini terlihat pada tahun setelahnya. Dimana akhirnya ia dan timnya mampu mendapatkan juara pertama dalam karirnya bahkan hingga lima kali di tahun tersebut.

Sebut saja GameOn Invitational, ProDotA Cup Europe #4, Legends Factory Poznań 2016, ProDotA Cup Europe #7, hingga WESG 2016 Poland Qualifier

Bahkan ini belum termasuk banyaknya runner up dan juara 3 yang diraihnya pada tahun tersebut.

Tidak heran jika di tahun inilah namanya mulai terpandang dan diperhitungkan sebagai lawan yang memiliki kemampuan dengan potensi besar.

Langganan Jadi Pemenang The International

Salah satu pencapaian terbesar sepanjang karir Nisha DOTA 2 adalah beberapa kali menjadi pemenang di ajang paling besar dengan total hadiah yang fantastis yaitu The International.

4 tahun bersama Team Secret, Nisha dan timnya mampu menjadi juara ketiga pada The International 2021, runner up di The International 2022 serta juara 4 di The International 2019.

Hebatnya lagi, Nisha menjadi pemain Polandia pertama yang mengikuti The International saat lolos ke The International pada tahun 2019 melalui Dota Pro Circuit bersama Team Secret.

Bahkan jika ditotalkan, penghasilannya atas kemenangan bersama Team Secret di The International mencapai $8,122,437 atau setara dengan Rp. 125 Miliar. Hanya dari satu jenis kompetisi saja!

Ditakuti Para Lawan

Sejak bergabung dengan The Secret, Nisha banyak ditakuti oleh para lwan karena mampu memberikan opsi kepada anggota timnya untuk bermain sebagai midlaner atau carry. 

Bahkan di usianya yang terbilang sangat muda, dirinya mampu memaksimalkan potensinya yang dimiliki hampir di semua tim yang pernah membersamainya. 

Jadi tidak heran meskipun sempat berpindah-pindah tim, prestasi milik Nisha terhitung tetap stabil dan selalu dapat dibanggakan.

Jika berbicara tentang Carry, Nisha selalu menyebut jika dirinya suka menggunakan hero-hero yang rumit mulai dari Morphling, Lone Druid, dan Spectre. 

Hal inilah yang membuat kemampuannya jadi di atas rata-rata dibandingkan pemain seusianya karena penggunaan hero lain terasa lebih mudah.

Memutuskan Berpisah dengan Team Secret

Setelah membawa banyak kemenangan bersama Team Secret termasuk ajang-ajang bergengsi seperti The International, OMEGA League: Europe Immortal Division, hingga ESL One Birmingham 2019 pada akhir 2022 lalu ia akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Uniknya, Nisha bergabung ke Team Liquid yang mereka kalahkan di ajang The International 11 lalu. Bahkan jika dihitung-hitung, Nisha sudah memainkan lebih dari 700 laga bersama Team Secret.

Meskipun banyak disayangkan, tentu sama seperti sebelumnya, ia melakukan semua ini untuk tetap bisa menjadi pro platyer yang mampu berpebang dengan baik.

Kabar Terbaru Nisha Dota 2

Nisha Dota 2
Sumber: Instagram @teamsecret

Nampaknya, bergabungnya Nisha dengan Team Liquid menambah kekuatan baru untuk membuat tim tersebut makin berprestasi. Bahkan dari 9 kompetisi yang diikutinya, hanya 2 kompetisi yang peringkatnya di bawah 4 besar.

Puncaknya saat dirinya menjadi runner up berturut turut pada dua ajang besar di bulan agustus lalu yaitu Bali Major 2023 dan Riyadh Masters 2023

Bahkan di  Riyadh Masters 2023, ia mendapatkan total hadiah terbesar kedua sepanjang karirnya yaitu mencapai $2,500,000.

Saat ini, Nisha dan Team Liquid akan bertarung di The International 2023 yang diselenggarakan pada tanggal 12-29 Oktober 2023 nanti. 

Kira-kira apakah Nisha akan berhasil mempertahankan reputasinya menjadi pemenang di ajang The International ini? Yuk nantikan terus update terbarunya!

banner iklan esportsnesia