Industri Pakaian dan Esports: Dua Sisi yang Tak Terpisahkan

0
139
Industri Pakaian & Esports: Dua Sisi yang Tak Terpisahkan
Credit: We Are Nations

Industri fashion dalam dunia esports telah mengalami perkembangan yang cukup berarti dalam beberapa bulan terakhir. Barang merchandise dan mode pakaian kini semakin diminati oleh pasar dibandingkan sebelumnya, khususnya di saat semakin maraknya kemunculan bisnis ritel hasil dari kesepakatan kerja sama penyediaan merchandise untuk liga-liga esports.

Pertumbuhannya amat cepat,” ungkap CEO We Are Nations, Patrick Mahoney. Awal tahun ini, We Are Nations resmi menjadi rekan penyedia barang merchandise untuk League of Legends Championship Series (LCS). Kabar baik ini jelas akan semakin mendorong laju pertumbuhan perusahaan.

“LCS telah menjadi contoh terbaik dari bagaimana seharusnya suatu liga berjalan layaknya liga dari olahraga tradisional. Selama musim ini ada banyak sekali hal yang terjadi, mulai dari peningkatan penjualan selama pertandingan, hingga puncaknya ketika memasuki LCS Spring Split Finals.

League of Legends Championship Series X We Are Nations
via Business Wire

Produk merchandise dari liga tersebut segera tersedia secara online dan disiarkan secara langsung…layaknya seperti apa yang biasanya dijumpai di olahraga tradisional.”

Mahoney mengatakan bahwa merchandise esports yang berbentuk pakaian sudah diuntungkan sejak awal berkat adanya pengalaman yang dimiliki oleh bisnis olahraga tradisional.

Di saat organisasi esports mulai mengatur manajemen mereka dengan membawa para eksekutif berlatar belakang olahraga tradisional ke dalam perusahaan, pengalaman mereka akan mampu menyaingi keberadaan perusahaan penyedia barang merchandise seperti We Are Nations.

“Mereka yang berlatar belakang olahraga tradisional akan mengatakan bahwa barang merchandise tidak seharusnya menjadi kompetensi yang utama…inilah saat dimana We Are Nations muncul ke permukaan.

Selagi kami membangun pasar dan berupaya menemukan cara baru untuk menjual, kami akan mendatangi tim esports yang ada dan berkata bahwa ini adalah cara monetisasi yang lumrah dalam olahraga tradisional.

Esports Apparel
Credit: UCI Esports

Jika kalian ingin menjalankan toko online milik kalian sendiri, itu sungguh baik. Akan tetapi, kami telah terlebih dahulu mengidentifikasi dan menciptakan pasar lain dimana kalian harus turut berpatisipasi.”

Pengenalan dari model bisnis olahraga tradisional ini juga telah memfasilitasi salah satu poros pertumbuhan terbesar untuk industri merchandise esports, khususnya di sektor pakaian, minat dari kalangan ritel.

Baca juga:  Awal Perjalanan Pendidikan Esports di Universitas Hawai

Pada bulan Mei, We Are Nations bekerja sama dengan Walmart menjadi salah satu pemasok dari perusahaan barang merchandise yang turut berpartisipasi dalam ritel toko online raksasa bagi penggemar esports.

Kesepakatan ini juga mengikutsertakan pembuatan baju kaos untuk tiap tim LCS.

Team Liquid menggunakan pakaian brand We Are Nations. Credit: We Are Nations
Team Liquid menggunakan pakaian brand We Are Nations. Credit: We Are Nations

Dengan diluncurkannya toko ini, Walmart menjadi salah satu bisnis ritel besar yang turut ambil bagian dalam dunia esports, suatu langkah yang dirasa Mahoney dapat menguntungkan industri esports secara menyeluruh.

“Langkah ini merupakan sebuah keuntungan yang pasti,” ungkapnya, “Walmart yang merupakan pusat ritel menyadari sesuatu pada data mereka dan hasilnya mereka menanggapi gejolak esports saat ini. Ini sungguh mengguntungkan semua pihak.”

Saat dimana barang merchandise dan juga pakaian penggemar menjadi perhatian utama, ia menjelaskan bahwa masih hanya satu dari dua gagasan yang telah berkembang seputar dunia clothing line dalam esports.

Gagasan yang kedua merupakan kemunculan lifestyle brand. Contohnya adalah seperti hubungan brand Billabong dengan budaya berseluncur. “Saya selalu melihat kesejajaran antara esports dengan peseluncur.

Faktanya adalah para penggemar yang menonton permainan atlet esports, juga adalah seorang atlet dalam tingkatan amatir,” ujar Mahoney.

Meta Threads Esports Streetwear
Credit: Meta Threads

Inilah sisi yang menjadi fokus utama bagi Meta Threads dan CEO Steve Nabi. “Selagi barang merchandise terus bergerak…ini akan menjadi gambaran langsung dari sebuah brand maupun identitas,” ucap Nabi.

Ia menjelaskan bahwa sepanjang industri esports memperoleh lebih banyak perhatian, sektor pakaian akan menjadi salah satu fokus dari suatu brand atau tim, sebagai cara untuk membangun identitas mereka.

“Saya merasa cukup penting untuk memiliki identitas dalam tiap cabang kebudayaan. Sekarang ini, dalam hal mode, ada banyak sekali perubahan, dan saya rasa setiap orang mengikutinya dan terjalin melalui jaringan sosial. Tren ini semakin berkembang.

Sejarahnya, pakaian yang ditargetkan pada gamer telah difokuskan agar orang-orang yang melihat pemakai pakaian tersebut bisa diidentifikasikan secara jelas bahwa ia adalah seorang gamer.

Nabi mengatakan bahwa tujuan Meta Threads adalah untuk menciptakan pakaian yang menarik secara visual dan otentik terhadap identitas komunitas, serta bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa terlihat mencolok. “Kamu bisa melihat rahasia ini melekat pada siapapun yang memakainya.”

Baca juga:  Match-Fixing dan Cheat: Penghambat Pertumbuhan Esports

Meta Threads Merchandise Partner EGW 2018

Menurut Nabi, permintaan para audiens esports terhadap streetwear esports sudah terlihat jelas. “Jika kamu melihat deretan top influencers,” ungkapnya. “Dari pemain esports dalam suatu tim profesional, para audiens ada memperhatikan apa yang mereka kenakan, dan ini merupakan gambaran yang cukup jelas bahwa para audiens mengikuti tren terbaru.”

Di antara atlet profesional tersebut, tentunya ada yang menggunakan pakaian dengan brand terkemuka yang bisa dikenali oleh publik. Namun apa yang kami berusaha capai adalah menawarkan sesuatu yang unik di lifestyle kita dan membangun hubungan dengan para penonton.”

Tujuan dari Meta Threads adalah untuk membangun sebuah brand gaming yang dikenal secara global. Untuk dapat melakukan ini, Meta Threads sedang berusaha untuk meningkatkan presensinya sebagai bagian dari komunitas esports.

“Ini adalah persoalan bagaimana menjadi otentik,” jelas Nabi. “Bagi kami, kami senang membangun hubungan yang positif dalam dunia esports dan berhubungan baik dengan lebih banyak orang.”

Meta Threads melakukannya dengan berbagai cara, seperti menghadiri events esports untuk terhubung dengan para audiens, hingga mengadakan turnamennya sendiri yang cukup kompetitif, dan disiarkan langsung melalui Twitch.

Kebanyakan hasil dari riset dan pengembangan kami berasal dari interaksi dengan orang-orang dalam komunitas.

Selama industri esports terus berkembang, barang-barang merchandise maupun pakaian streetwear akan semakin berkontribusi memperluas pasar industri pakaian. Nabi setuju dengan pemikiran Mahoney mengenai pengaruh positif dari ritel besar layaknya Walmart yang masuk ke ranah ini.


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah dimodifikasi oleh penulis sesuai dengan standar editorial Esportsnesia; Disunting oleh Satya Kevino; Sumber: The Esports Observer)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here