Apa Saja Beda Dota dan LOL (League of Legends)?

0
102
League of legends

Bergenre MOBA, League of Legends (LOL) dan Dota (dan Dota 2) merupakan game induk dari banyaknya game MOBA mobile saat ini. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui perbedaan Dota dan LOL, terutama pada mekanisme game-nya.

Untuk itu, di tulisan ini penulis mencoba untuk memberikan beberapa highlight perbedaan dari kedua game ini. Kedua judul game tersebut juga masing-masing memiliki ekosistem esports-nya tersendiri dengan jumlah player yang besar serta turnamen yang masyhur.

Mari kita simak perbedaannya dari berbagai sudut pandang.

Dota: Hero vs LOL: Champion

dota hero

Di Dota, karakter yang dimainkan disebut hero mengingat Dota merupakan pengembangan dari custom map game Warcraft III, dan asset dari karakter Dota tentunya berasal dari karakter hero Warcraft III.

Sedangkan di LOL, karakternya disebut dengan champion. Hal ini dikarenakan karakter League of Legends merupakan para pejuang (secara lore) yang berasal dari dunia mereka masing–masing yang berjuang untuk memenangkan perang. Yang memanggil para champion tersebut disebut dengan Summoners (para player).

League of Legends sendiri merupakan sebuah organisasi yang menyelesaikan konflik di Runeterra. Untuk mengerti lore lebih lanjut, kamu bisa mencoba game buatan Riot yang (rencananya) akan diluncurkan pada tahun ini di platform mobile. Judulnya adalah Wild Rift!

Dota: Creep vs LOL: Minion

LOL: Minion

Jikalau pasukan di Dota yang diluncurkan setiap 30 detik disebut creep, sebutan ini ternyata berasal dari kebiasaan di Warcraft 3 yang melakukan creeping (aktivitas meraungi area map untuk mendapatkan gold atau item). Hal ini lebih tampak pada asset ghoul yang digunakan pada creep melee Undead pada game Dota.

Sedangkan di LOL, unit pasukannya disebut dengan istilah minion yang berarti pasukan bawahan yang berada di garis depan untuk menghadapi minion dan champion musuh.

Dota: Ancient vs LOL: Nexus

Dota: Ancient
Ancient DotA: All Stars Warcraft 3

Markas kubu di Dota disebut dengan istilah Ancient yang merupakan penentu kemenangan suatu tim. Sebutan Ancient ini juga merupakan bagian dari judul Dota, yaitu Defense of the Ancients. Di Dota, Ancient menggunakan asset Tree of Life pada tim Sentinel dan Frozen Throne pada tim Scourge.

Nexus tersebut juga dijaga dengan 2 buah turrets atau towers yang akan memberi damage kepada musuh yang berada dalam jangkauannya. Kedua turrets ini harus dihancurkan terlebih dahulu untuk bisa menghancurkan Nexus. Dua Turrets yang menjaga Nexus disebut dengan Nexus Towers.
Blue Nexus (ki), Blue Tower (ka) via riftherald.com

Sedangkan di League of Legends, markas utama disebut dengan Nexus yang berbentuk kristal berwarna merah yang dilindungi oleh 2 turret.

Dota: Static vs LOL: Adaptive

Dota lane

Di Dota, damage pada skill atau item yang memiliki efek damage tidak akan mengalami perubahan jikalau tidak diberi upgrade (misalnya upgrade item Dagon ataupun Necronomicon), dan juga tidak akan mendapat penambahan dari status/atribut hero.

Sedangkan di League of Legends, skill yang kita miliki maupun item yang memiliki efek damage akan dipengaruhi oleh status dari champion. Apabila kita membeli item yang menambah Ability Power (AP), maka skill atau item yang memiliki penambahan AP pada damagenya akan mengalami penambahan juga.

Ini merupakan salah satu perbedaan besar pada kedua game ini. Champion LOL yang kamu pakai berpotensi untuk menjadi karakter one-shot atas mekanika gim ini. Yang dimaksud dengan one-shot ialah karakter tersebut bisa melakukan sekali-pukul-mati pada lawannya baik itu dengan hit biasa maupun dengan skill.

Sebagai tambahan, hit atau attack biasa pada beberapa champion memiliki kemampuan untuk mendapat penambahan dari AP mereka, sehingga tidak semua champion mengandalkan damage fisik mereka.

Jungle Buff

League of legends Jungle buff

Untuk player mobile MOBA seperti Mobile Legends, hal ini tentu sudah tidak asing lagi. Buff merupakan efek yang didapatkan setelah mengalahkan monster hutan yang memberi keuntungan untuk para player, baik itu untuk menguatkan diri ataupun untuk sekedar survive lebih lama di lane.

Di LOL, efek buff ini memiliki 2 varian yaitu red buff dan blue buff. Red buff adalah efek yang membuat pemain untuk melakukan DoT (damage over time) pada musuh yang terkena serangan mereka dan memperlambat laju gerakan mereka.

Sedangkan blue buff adalah efek yang membantu champion dengan memberikan CDR (cooldown reduction) dan mana regen yang membuat champion dengan mana cost yang tinggi untuk bisa bertahan lebih lama di lane tanpa perlu ‘pulang’ ke base karena kehabisan mana.

Dota: Tactical vs LOL: Reflex

Dota laguna

Permainan Dota lebih ditekankan pada taktik melakukan efek bola salju pada musuh, baik itu dengan memberi tekanan di early laning phase, atau melakukan safe late game. Akan tetapi taktik di sini tidak hanya sebatas itu saja.

Taktik yang dimaksud ialah bagaimana cara para pemainnya dalam menghadapi musuhnya. Seringkali di dalam game ini kita lebih menekankan cara bermain aman tanpa banyak memberikan feed pada musuh dan menekankan game kita pada pemanfaatan posisi lawan untuk melakukan snowballing.

Di sisi lain, LOL justru menguji kemampuan kita dalam merespon keadaan pertempuran. Kebanyakan match LOL membuat kita tidak sempat untuk berpikir dua kali mengingat saking banyaknya action yang terjadi di waktu yang sama.

Bahkan pada saat hendak meng-initiate sebuah teamfight sering kali diawali dengan taunting dari kedua sisi dan bergerak mondar-mandir untuk bersiap menyerang layaknya sebuah tawuran dan begitu teamfight dimulai, all hell break loose. Mungkin itu istilah yang cocok menggambarkan situasi teamfight pada game ini.

Dota: Kit Set vs LOL: Combo

Dota ability

Salah satu perbedaan besar pada kedua game ini terletak pada tata penggunaan skill-nya. Di Dota, spell dianggap seperti kit yang membantu hero untuk memenangkan pertandingan dimana setiap spell memiliki fungsi tersendiri, dan bukan untuk dikombinasikan dengan spell lainnya.

Sementara itu di LOL, setiap ability merupakan sebuah kit yang mengubah gameplay dari karakternya. Dengan mengombinasikan setiap ability mereka, para champion dapat melakukan teamfight dengan kit yang akan membantu mereka untuk mengejar, memberi damage tambahan, crowd control (CC), atau burst sekalipun.

Contoh combo yang sedang naik daun ialah combo dari ultimate Malphite yang dapat melakukan sure kill pada lawan yang full health sekalipun dalam waktu kurang dari 3 detik dengan menggunakan ability-nya.

Dota: Partial Skin vs LOL: Theme-based Set

League of Legends skin

Skin kosmetik untuk hero Dota 2 dapat dibongkar-pasang dari berbagai macam varian set yang ada untuk membuat sebuah tampilan hero yang unik sesuai dengan selera masing–masing.

Sedangkan untuk LOL, skin dari champion merupakan set yang memiliki tema tersendiri. Namun ini bukan berarti skin hero Dota 2 tidak bertema, hanya saja beberapa tema skin champion LOL memiliki line spesial yang nantinya diucapkan oleh si champion saat bermain.

Di samping itu, skin LOL kebanyakan juga mengubah efek dari skill, serangan dan gerakan dari champion yang mengubah estetika visual dari karakter tersebut.

Dota: Free-for-all vs LOL: Pay-to-use

League of legends champion

Ini adalah salah satu pembeda terbesar yang membuat banyak pemain Dota untuk tidak mencoba game LOL. Sebab ketika kita bermain Dota, kita bisa memainkan semua hero dan bertemu dengan semua macam hero pada setiap match secara bebas.

Sebaliknya di LOL, setiap champion hanya bisa dimiliki dengan terlebih dahulu membelinya, baik dengan menggunakan in-game currency ataupun premium currency.

Di satu sisi mungkin bagi pemain Dota hal ini membatasi kesempatan belajar hero, namun jika dilihat dari sisi lain, ini juga adalah sebuah pertanda pagi pemainnya untuk fokus pada sebuah karakter atau role pada game dan berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Model bisnis LOL ini membuat para pemainnya untuk berhati–hati dalam memilih role atau membeli champion selanjutnya. Namun, Riot Games juga menyadari hal ini dan menghadirkan fitur rotasi free-to-use champion setiap minggunya, agar para pemain free to play berkesempatan untuk mengenali daftar champion yang lain. Para pemain bisa terlebih dahulu mencicipi champion tersebut sebelum memutuskan untuk membelinya.

Jadi secara teknis, learning curve pada LOL akan lebih teratur dan stabil dibandingkan dengan Dota.

Bagaimana bila saya pemain free to play LOL?

league of legends shard

Did I tell you could be big as free user? Ya, benar sekali. Walau kamu bermain secara gratisan (seperti saya) tanpa ingin mengeluarkan uang sepeserpun, kamu tetap bisa memiliki semua champion dan skin secara cuma-cuma.

Mulai dari skin biasa sampai yang harganya jutaan pun bisa kamu miliki secara gratis. Caranya? Ketika bermain, setiap level profil kamu meningkat, kamu akan mendapatkan kapsul yang berisikan item shard yang dapat memberikan diskon pada champion atau skin.

Item shard ini bisa kamu ubah untuk menjadi essence (in-game currency) untuk membeli skin atau champion lainnya. Kemudian untuk skin, apabila kamu memiliki minimal 3 item, kamu bisa gunakan 3 buah skin shard untuk menjadi sebuah skin permanen secara gratis dengan syarat apabila kamu ingin memiliki skin tersebut, kamu terlebih dahulu harus memiliki champion-nya.

Hal ini juga berlaku untuk skin ward. Hal ini juga belum dihitung dengan hadiah event yang sering memberi kesempatan untuk mendapatkan shard agar kita memiliki lebih banyak item gratisan. Ini semua hanya masalah waktu saja.


Wah, sudah cukup banyak perbedaan yang saya jelaskan ya. Did I miss something? Jangan lupa berikan masukanmu kepada kami agar kami bisa tambahkan dan semua orang bisa lebih banyak tahu ya.

Gxg signing out!