Sejarah Singkat Crossfire, Game FPS yang Sempat Populer di Indonesia

1392
Crossfire Indonesia

Crossfire merupakan game first person shooter (FPS) yang populer dan banyak dikenal oleh para pecinta game di Indonesia. Hal tersebut bukanlah klaim tanpa dasar, karena data hingga bulan Februari tahun 2020 menyatakan bahwa game jebolan developer asal Korea Selatan ini memiliki satu milyar pengguna yang teregistrasi dan enam juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Game yang sudah melalang buana selama kurang lebih satu dekade ini berkisah tentang perang terbesar sepanjang sejarah antara faksi teroris terkuat bernama Black List melawan organisasi militer yang sukses dan terkenal dengan citra yang baik, Global Risk.

Pertarungan antara Black List dan Global Risk ini terbukti diminati oleh banyak orang karena merupakan suatu cerita yang menarik. Belum lagi, permainan ini juga dihiasi oleh berbagai jenis mode seperti zombie apocalypse yang akan menantang adrenalin para pemainnya.

Tertarik untuk mengenal game satu ini lebih jauh melalui sejarah singkatnya? Jangan lewatkan informasi apapun dan simak hingga selesai, ya!

Apa Itu Crossfire?

Crossfire Cover 1

Bagi para gamer, siapa yang tidak pernah dengar tentang Crossfire? Popularitasnya sudah tak perlu dipertanyakan lagi sebagai game FPS terpopuler jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Game ini merupakan jebolan perusahaan game asal Korea yaitu Smilegate, yang kemudian dipublikasikan oleh Neowiz.

Dirilis sejak tahun 2007 dan menguasai popularitas game bergenre FPS selama sekitar satu dekade, game satu ini sudah memiliki berbagai macam jenis turunan yang sama populernya.

Dimulai dari CrossfireX, Crossfire Next Generation, hingga yang teranyar yaitu Crossfire: Legion. Versi terbaru game legendaris ini baru dirilis pada bulan Mei tahun ini di Steam dan hanya tersedia sebagai game early access.

Bertahan dalam kurun waktu yang lama, Crossfire juga telah menjadi salah satu game yang ditandingkan untuk turnamen esports, salah satunya yaitu pada pesta olahraga SEA Games 2021 yang diadakan baru-baru ini.

Sebagai informasi tambahan, tim esports Indonesia untuk divisi Crossfire pun turut urun dalam pengumpulan medali di pesta olahraga SEA Games 2021 dan berhasil membawa pulang medali perunggu usai dikala oleh Timnas Filipina, lho!

Prestasi yang cukup membanggakan dari tim Crossfire tanah air, bukan?

Kok Bisa Crossfire Jadi Populer di Dunia?

Crossfire Cover 2

Semua bermula saat Smilegate berhasil didirikan pada tahun 2002 sebagai sebuah developer untuk berbagai jenis game di Korea Selatan.

Namun, pada saat yang sama negara tersebut sedang didominasi oleh berbagai jenis game online yang populer, seperti Ragnarok Online, Maplestory, dan lain sebagainya, sehingga kesempatan untuk bersaing pun terasa lebih menakutkan.

Tak hanya itu, Smilegate juga memiliki rival atau saingan berat yang sedang berjaya dan telah membuat banyak game FPS khususnya di Korea Selatan dan Asia Tenggara, yaitu Nexon. Nexon bahkan telah mendapatkan lisensi untuk membuat versi free to play dari Counter-Strike Online di Asia, yang membuat namanya semakin dikenal.

Maka dari itu, alih-alih mengambil jalan yang berat untuk bersaing secara langsung dengan Nexon di area Korea Selatan dan Asia Tenggara akhirnya Smilegate pun mengubah target pasarnya ke China.

Kwon Hyukbin, pendiri Smilegate kemudian berhasil membuat Crossfire pada tahun 2007 dan diterbitkan oleh Neowiz. Selain itu, dirinya juga berhasil membuat kesepakatan dengan Tencent untuk melakukan pemasaran game tersebut di China.

Dengan banyaknya pemain yang tertarik oleh game FPS tersebut, penghasilan Smilegate terpantau melonjak sangat tinggi hanya dalam kurun waktu lima tahun setelah tanggal perilisannya.

Usai sukses di pasar China, Crossfire pun akhirnya memperlebar sayapnya lebih jauh. Mulai dari perilisan versi Asia Pasifik di tahun 2008-2009, kemudian dilanjutkan ke area Amerika Utara pada tahun 2009.

Tentu saja perjalanan game legendaris ini tak berhenti sampai di sana. Di Asia Tenggara, game satu ini sempat bersaing dengan game populer lainnya saat itu, yaitu Point Blank yang dibuat oleh Zepetto.

Namun persaingan tersebut tak berjalan cukup lama karena usai merilis Point Blank versi mobile game, Zepetto memutuskan untuk gulung tikar di tahun 2017.

Gameplay yang ditawarkan oleh Crossfire sejak perilisan di tahun 2007 pun memiliki beragam mode yang membuat pemainnya tak akan merasa bosan.

Dimulai dari team deathmatch, search & destroy, bounty mode, free for all, elimination, suppression mode, dan berbagai jenis mode lainnya.

Transaksi yang ada di dalam game pun dirasa cukup fair bagi para pemainnya. Hal tersebut membuat para pemain tak merasa enggan untuk melakukan transaksi yang akan menguntungkan mereka di dalam permainan.

Tidak Hanya Sebagai Game Populer, Crossfire Juga Diadaptasi ke Layar Lebar dan Drama

Crossfire Cover 3

Meski sangat disayangkan bahwa Smilegate memutuskan untuk menutup server di Korea Selatan untuk game ini di tahun 2020, namun perjuangan selama 13 tahun memberikan yang terbaik bagi para pemain tidaklah sia-sia.

Crossfire dapat mempertahankan namanya sebagai suatu brand yang tak mudah untuk dilupakan. Terbukti dengan kerjasama bersama Remedy Entertainment oleh Max Payne dan Alan Wake yang mengembangkan Crossfire menjadi salah satu game FPS paling populer di dunia.

Tak hanya fokus untuk meningkatkan pemain, nyatanya di tahun yang sama yaitu tahun 2020 Smilegate berkolaborasi dengan Sony Pictures untuk mengangkat game legendaris ini ke layar lebar demi meraih lebih banyak penonton.

Tencent Pictures yang namanya tak asing di negeri China itu pun menawarkan diri sebagai co-producer dan co-financing untuk film tersebut, sehingga proses produksi pun dapat dijalankan dengan baik dan lancar.

Crossfire juga mendapatkan sebuah adaptasi berupa serial drama di China dengan total 36 episode yang diperankan oleh Lu Han dan Leo Wu, aktor yang memiliki popularitas tinggi di China. Dua episode pertama pun telah ditonton lebih dari seratus juta kali di Tencent Video.

Tak mengherankan, ternyata drama tersebut memiliki biaya produksi sebesar kurang lebih 38 juta dollar. Nominal yang cukup mencengangkan, bukan?

Pecinta drama asal negeri tirai bambu pastinya akan dimanjakan oleh alur cerita menarik dengan aktor dan aktris ternama yang dikemas secara apik.

Bukan hal mustahil jika akhirnya beberapa orang dari kalangan pecinta drama pun akhirnya akan turut mencoba serunya bermain game FPS satu ini.


Demikian sejarah singkat tentang game legendaris yang sudah berusia cukup tua dan telah melalui berbagai versi, Crossfire. Apakah kamu merupakan salah satu Crossfire Indonesia di masa jayanya? Atau justru merupakan salah satu pemain early access dari versi Legion?

Jika kamu belum pernah mencoba bagaimana rasanya bermain permainan yang menjadi buah bibir selama lima belas tahun terakhir ini, kamu bisa langsung memulainya atau mungkin menonton drama produksinya.

Semoga informasi ini cukup menarik dan dapat menambah informasi mengenai sejarah popularitas Crossfire, ya!