Siapa Saja Tim Kuat di M1 World Championship?

0
248
Siapa Saja Tim Kuat di M1 World Championship?

Setelah berhasil menggelar Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 4 di bulan Agustus hingga Oktober kemarin, kini Moonton menggelar kompetisi tingkat dunianya, yaitu M1 World Championship 2019.

Ajang yang dilaksanakan pada tanggal 11-17 November 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia ini akan menyediakan total hadiah sebesar 250 ribu USD, dan menghadirkan 16 tim dari 14 negara berbeda.

Banyak pendatang baru dari alam kompetitif Mobile Legends yang hadir mengingat M1 World Championship menghadirkan kualifikasi hingga di tingkat dunia. Pendatang baru tersebut tidak lain adalah: 10Seconds Gaming dari Jepang, GEO Esports dari Brazil, Evil Esports dari Turkey dan lain sebagainya.

Rangkaian kualifikasi telah menyaring para pemain terbaik dari tiap negara untuk mempertemukan dan mempertandingkan gelar best of the best di M1 World Championship.

Berikut adalah pembagian grup tim peserta di M1 World Championship 2019 beserta masing-masing jalur kualifikasinya:

Grup A: EVOS SG (MPL MY/SG), RRQ (MPL INDONESIA), IMPUNITY KH (M1 Cambodia Qualfiier), VEC Fantasy Main (M1 Vietnam Qualifier)

Grup B: Burmese Ghouls (MPL MYANMAR), AXIS Esports Club (MPL MY/SG), Candy Comeback (M1 Thailand/Laos Qualfiier), Team Gosu (M1 US Qualifier)

Grup C: Sunsparks (MPL PHILIPPINES), Todak (MPL MY/SG), GEO Esports (M1 Brazil Qualifier), Evil Esports (M1 Turkey Qualifier)

Grup D: EVOS LEGENDS (MPL INDONESIA), ONIC Esports PH (MPL PHILIPPINES), Deus Vult (M1 Rusia Qualifier), 10Seconds Gaming (M1 Japan Qualifier)

Indonesia sendiri akan diwakili oleh EVOS Legends dan RRQ yang sukses mengamanakan posisi 2 besar di MPL ID Season 4. Meski demikian, kerja keras kedua tim dirasa belum cukup mengingat lawan mereka berisikan pemain dan tim terbaik dunia.

Proses kualifikasi di Indonesia, MY/SG, Myanmar, dan Filipina berasal dari para juara di MPL masing-masing regional. Untuk Myanmar sendiri hanya diwakili oleh sang juara, yaitu Burmese Ghouls.

Sedangkan regional MY/SG mengirim 3 wakil, yaitu sang juara EVOS SG, Todak, dan AXIS Esports Club. Selanjutnya, di masing-masing grup diacak 2 tim dari jalur kualifikasi yang sudah diselenggarakan di Kamboja, Thailand/Laos, Brazil, Rusia, Vietnam, Amerika Serikat, Turki, dan Jepang.

Baca juga:  KK Super Mart: Retailer Resmi UniPin di Malaysia

M1 World Championship akan menjadi sejarah baru mengingat tidak banyak informasi yang tersedia untuk dilakukannya analisa peluang keberhasilan tiap tim.

Namun, mengingat Indonesia memiliki tren positif selama gelaran tingkat dunia Mobile Legends di 2 tahun terakhir (MSC 2018 dan 2019), tak heran rasanya bila Indonesia berada di atas angin.

Bagaimana potensi tim Indonesia di hadapan tim-tim Mobile Legends dunia?

Shoutcaster MPL ID Season 4, Ryan “KB” Batistuta membagikan pandangannya mengenai tim-tim yang berpotensi menjuarai M1.

“Tim Filipina dan Indonesia akan selalu kuat karena mereka selalu punya jagoan-jagoan yang berbeda-beda,” pungkas KB. KB juga turut memprediksi 5 tim yang berpeluang besar menjadi juara, antara lain:

Todak (Malaysia)
Via Todak.com

“Untuk Todak, tentu karena menjadi sang tuan rumah ditambah Cikkuuu selaku carry mainnya bagus banget,” pungkas KB. Todak merupakan salah satu tim Mobile Legends terbaik di Malaysia yang juga mengikuti gelaran MPL MY/SG Season 4.

Selain itu ada juga sosok Marksman yang patut diwaspadai, yaitu Cikkuu. Pemuda berumur 18 tahun tersebut merupakan bintang muda Mobile Legends Malaysia yang penuh sanjungan. Permainannya yang sangat luwes dengan hero pool yang luas membuat bintang satu ini patut disegani oleh para lawannya.

Todak juga menjadi juara 2 di gelaran MPL MY/SG Season 4 setelah kalah lewat pertarungan sengit melawan EVOS SG dengan skor 3-2. Namun Todak menempati grup neraka di M1 World Championship mengingat para lawannya yang kuat, salah satunya Sunsparks sang juara MPL PH Season 4.

Sunsparks menjadi juara setelah menekuk ONIC PH dengan skor sengit 3-2. Roster yang komplit dan lini pertahanan yang solid membuat lawan sulit menembus formasi tim satu ini. Ditambah GEO Esports dari Brazil dan Evil Esports dari Turki yang memiliki roster terbaik di kelasnya.

Sunsparks (Filipina)
Sunsparks (Filipina)
via Facebook Page (@BrenSunsparks)

Sunsparks adalah sang juara MPL Filipina yang sukses membungkam ONIC PH dengan comeback indah setelah tertinggal 2-1. Sunsparks sendiri merupakan tim yang dibentuk oleh para pemain serta tim urutan 5-6 pada gelaran MPL PH Season 3 yang dikepalai oleh Kielvj.

Baca juga:  Yuk, Kenalan dengan EVOS Esports

Dominasi Sunsparks di MPL PH Season 4 semakin terasa setelah merekrut Renzio dan Fuzaken dari tim Ownage. Meski memulai babak Regular Season di posisi 4 besar, akhirnya Sunsparks mampu memuncaki gelaran klasemen Regular Season dengan Jaypee sebagai ujung tombak tim.

Sunsparks sendiri memiliki kelebihan dari segi kerjasama tim yang teratur meski berada di bawah tekanan. Terbukti dari kemenangan dramatis pada pertandingan ke-4 melawan ONIC PH di babak Grand Final MPL PH Season 4.

Meski demikian, Sunsparks tetap harus mewaspadai para lawannya di babak grup, salah satunya tim bintang dari Malaysia, Todak. Tim tersebut masih menjadi momok menakutkan mengingat statusnya sebagai tim Asia Tenggara dengan META yang agresif serta kemampuan individu yang memukau.

ONIC Philippines
via Instagram @onic.esports

Kompetitor kuat sekaligus runner-up di ajang MPL PH Season 4 ini memiliki rentetan permainan yang sangat konsisten. Meskipun sang saudara, ONIC Esports tampil mengecewakan selama gelaran MPL ID Season 4, kehadiran ONIC PH tampil seperti obat kangen mengingat absennya sang juara MSC 2019 di M1.

“ONIC PH sama Sunsparks di Grand Final MPL PH Season 4 bermain sangat all-out dan hal ini bakal membuat penampilan mereka kuat di ajang M1 World Championship,” ujar KB di sela-sela wawancara.

Tim yang memiliki nama Dream High Gaming sebelum diakuisisi ONIC ini menyongsong gelaran MPL PH Season 4 dengan sangat optimis. Permainan gemilang setiap individu membawa fleksibilitas rotasi dan gank bagi keseluruhan tim.

Ly4knu dan Wise masih menjadi tonggak utama permainan ONIC PH. Meskipun demikian, armada landak kuning harus siap bertemu dengan EVOS Legends (Indonesia) yang memiliki dominasi selama gelaran MPL ID Season 4 berlangsung.

EVOS Legends (Indonesia)
via Liquipedia

Sang harimau putih siap mewakili Indonesia di ajang dunia dan berusaha melanjutkan dominasi dari MPL ID Season 4 ke M1 World Championship 2019. Bukan tanpa alasan, EVOS Esports menjadi tim paling dominan dari gelaran MPL ID Season 4 sekaligus menyabet gelar juara MPL ID Season 4.

Formasi yang ditunjukkan oleh keseluruhan tim sangat dinamis, kuat saat menyerang dan disiplin saat bertahan. Perubahan laning juga menjadi nilai lebih, apalagi sosok Luminaire yang mampu mengisi kekosongan tim.

Baca juga:  NEST CLAN, Berawal dari Komunitas Hingga Menjadi Tim Esports

Pusat perhatian tertuju pada sosok Rekt dan Donkey. Dua pilar penting EVOS dengan inisiasi yang sempurna serta kemampuan farming yang sangat cepat. Rasanya membiarkan Rekt mengambil Claude merupakan keputusan yang salah untuk semua lawannya.

Asa juara EVOS di babak grup juga bukan tanpa tantangan, karena ada ONIC PH, runner-up MPL PH Season 4 dan para wakil dari Rusia dan Jepang. EVOS Esports juga menjadi satu-satunya tim yang mengirim dua wakil pada gelaran akbar M1 World Championship, yaitu EVOS SG dan EVOS Legends (Indonesia).

VEC Fantasy Main (Vietnam)
VEC Fantasy Main (Vietnam)
via game.thanhnien.vn

Satu-satunya tim favorit juara oleh Ryan “KB” Batistuta yang berpartisipasi di M1 World Championship melalui proses kualifikasi. Fantasy Main merupakan tim asal Vietnam yang sudah berpartisipasi di ajang tingkat dunia Mobile Legends pada gelaran MSC 2018.

Tim ini juga sempat melawan EVOS Esports dan RRQ pada ajang MSC 2018, namun berakhir dengan dua kekalahan berturut-turut. Meski demikian, Fantasy Main yang dulu berbeda dengan yang sekarang.

“Fantasy Main dari Vietnam selalu menjadi SEA Slayer di event-event esports Mobile Legends mana pun,” ucap KB. VEC Fantasy Main kini mengandalkan sosok Hide dan Broly sebagai ujung tombaknya.

Penampilan luar biasa Hide dan Broly sukses mengalahkan para tim-tim Vietnam lain, seperti Oldboys Esport dan Cerberus pada babak kualifikasi dengan torehan sempurna tanpa kekalahan.

VEC Fantasy Main sendiri akan melakukan pertandingan ulang melawan RRQ dan mengusung misi balas dendam setelah keklahan di MSC 2018. Selain itu, Broly dkk. akan menjamu sang juara MPL MY/SG, yaitu EVOS SG dan Impunity KH.


Tentu para peserta di gelaran M1 World Championship bukan nama-nama yang patut diremehkan. Meskipun demikian, beberapa tim memang layak difavoritkan terkait rentetan prestasi positif, kompetisi ketat di masing-masing regional serta pengalaman para roster yang berbeda.

Setiap tim juga memiliki strategi yang berbeda dan kemampuan teknis yang hebat, mengingat semua tim yang berpartisipasi merupakan juara dari masing-masing negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here