Raihan dari Community Heroes Yogyakarta: “Sudah Profesi Bukan Lagi Sebatas Hobi”

0
109
Raihan dari Community Heroes Yogyakarta: “Sudah Profesi Bukan Lagi Sebatas Hobi.”

Penitian Komunitas Community Heroes Yogyakarta

Perkembangan esports yang semakin gencar membuat para milenial untuk menjadi kompetitif. Komunitas, menjadi salah satu tempat penghubung mereka dalam berdiskusi mengenai olahraga elektronik yang kini tengah naik daun.

Begitu juga dengan Community Heroes Yogyakarta yang memiliki Raihan sebagai salah satu founder dari komunitas esports ini.

Mini Tournament perdana yang diadakan di Cafe K24. Walaupun cuaca tidak kondusif tapi tidak menurunkan semangat teman2 untuk hadir
Mini Tournament perdana yang diadakan di Cafe K24. Walaupun cuaca tidak kondusif tapi tidak menurunkan semangat teman2 untuk hadir

Bisa dikatakan sifatnya dadakan mengenai asal usul komunitas ini. Ini semua bermula dari program “community heroes” yang diadakan oleh Moonton, sehingga Raihan dan rekannya membentuk komunitas Mobile Legends di Yogyakarta.

Anggota yang tergabung di dalamnya terdiri dari para pemain Mobile Legends dari seluruh lingkup usia dan juga jenis pekerjaan. Sebagai komunitas olahraga elektonik pertama di Yogyakarta, Raihan dan rekannya masih merintis dengan usia yang masih dapat dikatakan seumuran jagung.

Komunitas ini juga dengan tangan terbuka turut menyambut rekan-rekan yang berada di Yogyakarta untuk bergabung dan menjadi bagian dari komunitas CH  Yogyakarta.

Untuk dapat bergabung, komunitas ini masih memiliki satu sarana media sosial, yaitu Instagram. Untuk berhubungan langsung, silakan DM saja melalui akun IG @CH_Jogja.

Kegiatan Community Heroes Yogyakarta

Ibarat melakukan pendekatan dengan gebetan, hal yang sama juga berlaku dengan kegiatan yang diadakan oleh komunitas ini. Tiap kegiatan diusahakan untuk bersifat intens dan konsisten dengan tujuan agar para anggota komunitas mendapatkan bonding yang kuat, baik dengan sesama anggota, maupun dengan komunitas itu sendiri.

Sejak terbentuk, Raihan dan rekan komunitas sudah melaksanakan kegiatan Gathering Mingguan. Kadang hanya sekedar perkumpulan, atau bisa juga menjadi turnamen kecil-kecilan. Kegiatan mingguan tersebut diadakan di Otakon Solo setiap hari Sabtu dan Minggu.

Mini Tournament ke-2 yang diadakan di @thepointcoffee.
Mini Tournament ke-2 yang diadakan di @thepointcoffee.

Berkaitan dengan mini turnamen tersebut, jika memungkinkan akan dilaksanakan setiap minggu. Jika tidak, maka dilakukan sekitar setiap dua minggu sekali. Tentunya lokasi kumpul sesuai dengan kesepakatan.

Adapun kegiatan lain yang dilaksanakan berupa gathering, turnamen by one, fun match, serta giveaway skin.

Mini turnamen tersebut juga menjadi sarana bagi para pemain untuk menyalurkan bakat mereka, termasuk mengasah kemampuan sambil berdiskusi mengenai peningkatan skill dan strategi dalam bertanding, membangun teamwork yang baik.

Baca juga:  Apa Itu Mobile Legends?

Bersyukurnya, segala kegiatan yang dilaksanakan komunitas ini disambut baik, tidak hanya oleh anggota komunitas, tapi juga para peserta yang ikut mendaftarkan diri ketika diadakannya mini turnamen.

Perkembangan Esports di Yogyakarta

Sejak awal dibentuk, Raihan dan rekan lainnya berharap komunitas ini kelak dapat menjadi wadah untuk merangkul para player-player yang tidak mempunyai tempat untuk berdiskusi dan yang masih saja bermain solo.

Ketika sudah bergabung dengan komunitas, mereka akan lebih mudah untuk menemukan tim untuk bermain dan berlatih bersama sembari mengatur strategi.

Pesatnya perkembangan kota Yogyakarta ini syukurnya sejalan dengan perkembangan esports yang berada di dalamnya.

Peran yang sangat terasa yang berasal dari pemerintahan ialah dengan dibentuknya IeSPA Jogja, dengan harapan: Raihan bersama dengan IeSPA dapat merangkul seluruh rekan komunitas MLBB yang  berada di Yogyakarta agar semakin besar, dan dapat diperkenalkan dengan komunitas regional lainnya.

Mini Tournament ke-3 yang diadakan di @gandroengkopijogja
Mini Tournament ke-3 yang diadakan di @gandroengkopijogja

Sekalipun Yogyakarta tergolong kota besar dan maju, bukan berarti semua berjalan mulus tanpa pro dan kontra terkait tren olahraga elektronik ini. Masih saja ada masyarakat yang beranggapan bahwa ini hanya sekedar permainan yang menghabiskan waktu.

Mereka tidak mendapatkan informasi terkini bahwa atlet esports kini sudah diakui menjadi mata pencaharian yang layak. Ketika membahas soal rentang usia, hal ini menjadi lebih rumit mengingat di zaman now anak usia muda sudah banyak yang memiliki ponsel pintar untuk bermain game secara kompetitif.

Namun, pihak Community Heroes Yogyakarta sendiri juga tidak mendukung adanya pemain esports yang berumur di bawah 17 tahun. Seyogyanya para remaja ini harus terlebih dahulu mengutamakan dan fokus terhadap dunia pendidikan.

Semakin banyaknya turnamen yang diadakan turut membuat para player menjadi lebih konsisten dalam melatih kemampuan mereka.

Polemik lain yang tidak seharusnya muncul di saat esports sudah mulai didukung pemerintah adalah terkait isu pelanggaran/kecurangan. Menanggapi hal ini, Raihan mengatakan bahwa komunitasnya sejak dini sudah menghimbau untuk menjaga atmosfer fair play dalam setiap permainan.

Ditambah lagi, setap anggota Community Heroes Yogyakarta sudah melakukan pendaftaran data diri di komunitas, dengan tujuan untuk menjaga nama baik komunitas dari hal-hal negatif seperti kecurangan, penipuan dalam hal jual beli akun, serta tindakan ilegal dari standarisasi game, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Mobile Legends: Judul Esports Paling Dinamis di Indonesia

Suka Duka Community Heroes Yogyakarta

Bukber Community Heroes Jogjakarta
Bukber Community Heroes Jogjakarta

Dimulai dari hanya beranggotakan beberapa orang saja, kini komunitas Mobile Legends Yogyakarta sudah memiliki penambahan banyak anggota.

Salah satu pencapaian terasyik adalah ketika Raihan dan rekannya berhasil mengirimkan beberapa tim untuk mengikuti turnamen-turnamen MLBB yang ada. Juga dengan turnamen yang mereka adakan sendiri ketika mendapatkan antusias yang luar biasa dari para peserta.

Tentu saja pencapaian hingga sejauh ini  juga berbarengan dengan tantangan. Perselisihan antar anggota juga terjadi, namun selalu dapat diatasi. Ini menjadi sebuah pengingat bagi sesama rekan untuk lebih mempertajam komunikasi dan intens membangun keterikatan dalam bermain.

Bukan menjadi rahasia umum lagi, jika permasalahan lain tidak jauh dari para anggota yang masih berstatuskan pelajar sekolah, khususnya untuk tetap mendukung mereka dengan kemajuan pendidikan mereka di sekolah dan tetap mampu menyisihkan waktu untuk berlatih. Tentu saja, dalam hal ini kemampuan membagi waktu sangatlah penting untuk terasah.

Sebagai penutup, Raihan mengatakan bahwa, “terjun ke dunia esports membutuhkan banyak pengorbanan dan kesiapan yang tidak setengah-setengah. Di saat esports sudah menjadi sebuah karir dan profesi, bukan lagi sebatas hobi. Sesungguhnya mencintai apa yang dilakukan adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan.”

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here