Mengenal Pertumbuhan Game Startup Indonesia Melalui Indigo Game Startup Incubation

0
9
Mengenal Pertumbuhan Game Startup Indonesia Melalui Indigo Game Startup Incubation (IGSI)

Game Startup Indonesia – Menurut penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Game Indonesia (AGI) bersama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) terhadap lanskap industri game di Indonesia pada tahun lalu, ditemukan bahwa produktivitas yang dilakukan oleh game developer Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Produktivitas yang dimaksud adalah jumlah game yang diproduksi oleh developer gim lokal yang meningkat dari 143 gim pada 2017 menjadi 225 gim di 2018, dan terakhir menjadi 322 gim dalam kurun waktu satu tahun di 2019.

Selain itu, juga terdapat kenaikan revenue sebesar hampir 56% dari 2018 (sekitar 19 Miliar Rupiah) ke 2019 (sekitar 30 Miliar Rupiah), dimana sepertiga dari revenue tersebut didapatkan dari dalam negeri yang berarti produk gim lokal ini berhasil terjual di luar negeri.

Dari berbagai data di atas dapat dikatakan bahwa hal ini merupakan perkembangan yang cukup baik dan positif bagi industri pengembangan gim di Indonesia dan harapan ke depannya agar bisa menjadi lebih baik lagi.

Di sini peranan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maju seperti Telkom serta perusahaan berbasis teknologi yang telah mendunia seperti Google menjadi sangatlah penting dalam hal membantu percepatan pertumbuhan para game startup Indonesia.

Setelah menjalankan 3 batch dalam programnya, pada tanggal 19 Maret 2021 kemarin program IGSI dan DGA membuka pendaftaran untuk batch ke-4.

Sebagai bentuk perkenalan kembali program IGSI maupun DGA, pada hari Jumat, 26 Maret 2021, IGSI mengadakan sosialisasi programnya bertajuk Akselerasi Pertumbuhan Game Startup Lokal yang diadakan secara live streaming melalui kanal YouTube IGSI.

Acara ini dimoderatori oleh Wimindra Lee (Game Design Mentor IGSI) untuk membahas mengenai pertumbuhan game startup di Indonesia bersama dengan para tamu undangan dari AGI, Telkom, dan juga Google.

Menurut Adam Ardisasmita sebagai Vice President AGI, jika ingin melihat industri gim di Indonesia lebih maju misalnya seperti di Korea, Jepang, atau bahkan Amerika, kuncinya adalah ekosistem.

Ekosistem dalam industri game menurutnya merupakan satu rantai nilai (value chain), yang dimulai dari kreasi hingga monetisasi, dan akan kembali lagi ke studi yang mengawali rantai tersebut.

Melihat dari rantai tahapan developer dimulai dari Fresh Graduate, Amatir, Startup, Professional, dan seterusnya, dapat dikatakan posisi IGSI berada di titik yang sangat strategis, yaitu di titik yang menjembatani amatir yang ingin membuat gim yang bagus menjadi developer profesional sehingga ekosistem atau value chain industri gim jadi tidak tersendat.

AGI sendiri berharap dari program IGSI dapat melahirkan lebih banyak lagi game developer yang berkualitas ke depannya, karena menurut mereka fasilitas dari IGSI ini merupakan salah satu kesempatan yang bagus untuk para game developer lokal karena belum ada yang lebih bagus di Indonesia untuk saat ini.

“Harapannya opportunity ini bisa menjadi kesempatan bagi yang ingin bikin gim, yang punya masalah seperti tidak punya modal, tidak punya tim, atau tidak tahu harus mengerjakan apa, IGSI bisa menjadi jawaban bagi semua developer yang mau masuk dan pengen bikin game,” harap Adam.

Sebagai perwakilan dari Telkom, Muhammad Rizal Prihandoko selaku Indigo Incubation Management turut hadir untuk membahas apa peran dari Telkom sebagai sebuah BUMN dalam pertumbuhan game startup lokal saat ini.

Melihat pasar yang sebagian besar masih dipegang oleh konten gim dari luar negeri, dibentuklah sebuah visi untuk ekosistem gim oleh Telkom Group, yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa produsen gim.

Dari visi tersebut dibentuklah sebuah program yang dapat mendukung dan membina game developer agar menghasilkan produk atau karya yang inovatif yang dapat turut membawa Indonesia ke pasar dunia, yaitu program inkubasi dan akselerasi yang merupakan bagian dari program Indigo Creative Nation (ICN).

Dikatakan Rizal, “harapannya IGSI dapat menjadi suatu platform pengembangan startup game yang efektif dan produktif hingga mampu menghasilkan produk game yang dapat diterima di pasar nasional bahkan hingga internasional atau global.”

Google yang menunjukkan ketertarikan akan program IGSI, kemudian mengirim Ferdian Gunawan selaku Strategic Partner Manager, Online Partnerships Group dari Google Singapore untuk berdiskusi bagaimana peran Google dalam membantu pertumbuhan game startup di Indonesia.

Dikatakan olehnya, bahwa semua yang dikerjakan oleh Google ini bersumber dari misi mereka secara perusahaan, yaitu untuk organize informasi di dunia dan membuatnya agar dapat diakses dan digunakan secara universal.

Maka spesifik untuk game developers, Ferdian mengatakan bahwa, “kami (Google) ini ingin membawa dan membagikan semua informasi yang ada dan relevan untuk membangun dan men-support ekosistem game developers,” menyambung dari misi Google tersebut.

Google akan men-support IGSI dengan memperkaya sumber daya yang sudah ada di program IGSI melalui seminar daring bertajuk Google Week. Pada acara tersebut akan diundang berbagai pembicara atau tamu dari tim internal Google, partner regional dan global, juga pakar-pakar di dunia game untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dari berbagai macam aspek.

Google Week ini akan diadakan secara gratis dan juga ekslusif bagi para peserta program IGSI, tidak hanya untuk peserta batch baru, tetapi juga terbuka bagi para alumni IGSI batch sebelum-sebelumnya.

“Kita (Google) harap juga untuk membawa nama-nama gamedev Indonesia di pasar global, bukan hanya sebagai pabrik yang bisa mengembangkan dan menjual game yang berkualitas, tapi juga dapat sukses memasarkan game berkualitas secara mandiri,” imbuh Ferdian.

Sebelum acara masuk pada sesi tanya jawab, kemudian Restya Winda Astari selaku Program Director IGSI hadir untuk memberikan sosialisasi lebih detail mengenai program IGSI dan DGA.

Dimana ada beberapa hal baru yang disebutkan seperti bagaimana kualifikasi dari game yang akan dikembangkan dalam program IGSI, persyaratan dari tim dan individu yang dapat bergabung, dan juga perubahan jangka waktu dari masa program IGSI yang terbagi menjadi ke fase bootcamp selama 3 bulan dan fase inkubasi selama 5 bulan.

Program IGSI dan DGA batch ke-4 masih membuka pendaftarannya bagi yang ingin mengikutinya. Jika ada yang tertarik untuk mengembangkan game dengan berbagai macam benefit dapat mendaftarkan tim atau dirinya di bit.ly/igsi004-reg.

Untuk yang ingin memperdalam hobinya atau mempunyai keinginan berkarir di industri game bisa belajar tentang pengembangan game secara daring dan gratis di bit.ly/dga-web.