Lee “Faker” Sang-hyeok, Sang Raja Iblis Abadi dari Korea

0
245
Lee “Faker” Sang-hyeok, Sang Raja Iblis Abadi dari Tanah Korea
via Flickr (@LoL Esports Photos)

League of Legends adalah salah satu judul esports yang turut difasilitasi dengan atmosfer permainan kompetitif dunia, yaitu League of Legends World Championship.

Ajang turnamen bergengsi tahunan itu, telah diadakan selama bertahun-tahun, dan pada tiap masanya, dominasi Korea Selatan dalam judul esports tersebut sangatlah kental.

Pada kesempatan kali ini Esportsnesia akan membuka profil pemain dari salah satu judul esports aliran MOBA, yaitu LoL (League of Legends).

League of Legends (LoL) adalah judul esports paling populer untuk genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang memimpin 3 hari kompetisi dari tim Tiongkok, Korea Selatan, Indonesia, Taiwan, Kazakhstan, Vietnam, Arab Saudi, dan Pakistan.
League of Legends via Gunnar

Game yang dikembangkan oleh Riot Games ini pun menjadi semakin populer semenjak diikutsertakannya menjadi cabang olahraga ekshibisi Asian Games 2018.

Dalam perhelatan Asian Games sendiri, banyak atlet LoL papan atas yang berpartisipasi untuk membela negaranya. Salah satunya adalah Lee “Faker” Sang-hyeok.

Pemuda Korea kelahiran 7 Mei 1996 ini sedari kecil sudah menyukai permainan. Mulai dari puzzle hingga video game, seperti memainkan custom map dari Warcraft III.

Sebelum memasuki dunia LoL, Faker sempat bermain game MOBA yang berjudul Chaos dan dikenal dengan nama “GoJeonPa”.

Pencapaian Faker di esports

Sepanjang karirnya di LoL, berbagai macam prestasi telah berhasil ditorehkan oleh Lee “Faker” Sang-hyeok. Ia juga merupakan salah satu anggota dari tim esports asal Korea, yaitu SK Telecom T1. Ia pun direkrut pada tahun 2013 lalu.

SK Telecom T1 merupakan salah satu tim yang acap kali mewakili Korea dalam kompetisi LoL. Faker sendiri juga adalah salah seorang atlet yang tergabung dengan timnas Korea untuk bertanding di Asian Games 2018.

Faker dikenal dengan teknik permainan yang tinggi dan kemampuannya di berbagai kompetisi pada tingkatan profesional kelas atas. Faker berada pada posisi pertama menurut para analisis dan mendapat julukan “God” of League of Legends.

Disegani kawan dan ditakuti lawan, pepatah itu sangat cocok bagi Lee “Faker”. Ia sering juga disebut sebagai “Unkillable Demon King” (Raja Iblis Abadi), baik oleh fans maupun lawannya.

Champion LoL World Championship 2016 via Yahoo! Sports
Champion LoL World Championship 2016 via Yahoo! Sports

Selain titel yang melekat pada dirinya, Faker pun kerap menoreh prestasi baik pada tingkat nasional maupun international. Ia merupakan salah satu dari dua orang yang memenangkan League of Legends World Championship sebanyak tiga kali pada musim 2013, 2015, dan 2016.

Baca juga:  3 Fakta Menarik Seputar World Championship League of Legends 2018

Di samping World Championship, Faker juga pernah memenangkan berbagai pertandingan lainnya seperti All-Star Paris 2014, Mid- Season Invitational Tournament 2016, IEM World Championship 2016, dan masih banyak lagi.

Dalam karirnya, Faker juga telah menghasilkan lebih dari 1 juta dolar dari total hadiah yang ia dapat dari kemenangannya. Hal ini membuat dirinya berada di ranking 52 untuk pendapatan total terbanyak dari penghasilan esports.

Perjalanan karir Lee “Faker” Sang-hyeok

Berbicara tentang bagaimana perjalanan karir Lee “Faker” Sang-hyeok, ia mulai menampakkan prestasinya pada musim ketiga LoL. Pada waktu itu, ia tergabung di SK Telecom T1 K pada tahun 2013, dan mendapat posisi sebagai starting mid laner.

SKT T1 K pun mulai mendominasi arena kompetitif Korea. Tepat pada bulan Oktober tahun 2013, Faker berhasil memimpin tim untuk membawa kemenangan pertama di League of Legends World Championship.

SK Telecom T1
via es.me

Setelah itu, pada HOT6iX Champions Summer 2013, Faker mengukuhkan statusnya sebagai pemain berbakat dengan permainan yang sempurna melawan mid laner Ryu Sang-wook dari KT Rolster Bullets, dimana fenomena ini menjadi momen ikonik di sepanjang sejarah League of Legends.

Pada musim ke-4, kesuksesan pun mengikuti SKT T1 K di OGN Winter Season, dengan memenangkan seluruh pertandingan tanpa kekalahan sama sekali. Kesuksesan tersebut terus berlanjut hingga kemenangan lain di All-Star 2014 Paris.

Akan tetapi, kesuksesan pada musim dingin tersebut ternyata tidak berlanjut di musim yang lain. SKT T1 K gagal menembus kualifikasi League of Legends World Championship 2014.

Setelah World Championship 2014, Riot Games mengukuhkan aturan baru dimana setiap organisasi hanya dapat mengirim satu tim pada setiap liga. Hal ini menyebabkan kedua roster SKT T1 K dan SKT T1 S dilebur menjadi SKT T1.

Pada musim selanjutnya, Faker semakin menunjukan tajinya di berbagai pertandingan. Di musim kelima ini, ia memberi penampilan yang apik dengan melakukan pentakill melawan NaJin e-mFire.

SKT T1 mengakhiri musim ini sebagai peringkat pertama pada World Championship 2015; dan pada musim berikutnya, SKT T1 kembali memenangkan World Championship 2016.

Baca juga:  Hansel "BnTeT" Ferdinand, Mengharumkan Indonesia Melalui CS:GO

Pada musim ketujuh, Faker memperbaharui kontraknya dengan SKT Telecom T1, dan rumor pun beredar bahwa nilai kontrak tersebut mencapai hingga 2,5 juta dolar.

Streaming via Twitch
Streaming via Twitch

Setelah menuai banyak prestasi, pada 6 Februari 2017, Faker melakukan live streaming pertamanya di Twitch dan mendapat 245,100 penonton. Ini merupakan rekor penonton terbanyak untuk streaming tunggal pada situs ini.

Di musim ini juga, angin kemenangan SKT T1 harus terhenti ketika merelakan piala World Championship 2017 pada Samsung Galaxy. Kalah dengan skor 3-1 pada pertandingan final, Faker merupakan target utama untuk diserang habis-habisan oleh midlaner dari tim Samsung Galaxy.

Dominasi SKT T1 pun harus berakhir pada musim ini. Akan tetapi, layaknya Michael Jordan dari League of Legends, Faker telah berhasil mencuri perhatian dari banyak fans LoL di seluruh penjuru dunia.


Faker yang memulai debut pertamanya pada musim 2013 sebagai tim underdog kini telah berhasil menjadi figur legendaris dengan dominasi permainan apiknya hingga hari ini.

Seperti halnya pasang surut, tidak selamanya perjalanan karir Faker menyenangkan. Pada musim kali ini, SKT T1 gagal menembus tahap kualifikasi untuk World Championship 2018 ini.

Berada di banyak masa sulit, Faker pun tengah menghadapi dilema untuk tetap bertahan di SKT T1 atau pergi mencari rumah baru.


Nah, itu dia sedikit perjalanan karir dari seorang Lee “Faker” Sang-hyeok, sang Unkillable Demon King. Perjalanan hidupnya sebagai seorang atlet esports yang sukses tentu akan menginspirasi lebih banyak pembaca Esportsnesia untuk terus mendukung ekosistem esports Indonesia.

(Sumber: LoL Gamepedia; Disunting oleh Satya Kevino)