Hansel “BnTeT” Ferdinand, Mengharumkan Indonesia Melalui CS:GO

0
1168
Hansel
via HLTV.org

Ranah esports Indonesia telah menghasilkan banyak pemain berkualitas. Para pemain ini telah membuktikan kualitas mereka tidak hanya di dalam negeri tapi juga di kancah internasional.

Telah banyak pemain Indonesia yang sering mengharumkan nama Indonesia. Sebut saja salah satu pemain Counter Strike: Global Offensive (CS:GO), BnTeT. Pemilik nama asli Hansel Ferdinand ini pernah tergabung ke beberapa tim raksasa CS:GO, seperti nxl dan Recca.

Saat ini ia sedang memperkuat salah satu tim raksasa Tiongkok yaitu TYLOO. Tidak hanya itu BnTeT juga pernah memperkuat beberapa tim debutan seperti xcn, Jakarta Juggernauts, dan Fortius.

Awal mula BnTeT berkarir di esports

Pemuda kelahiran 28 Agustus 1995 ini mulai bermain Counter Strike sejak versi 1.6 dan kemudian beralih ke CS:GO pada tahun 2013. Meskipun sempat mendapat tentangan dari orang tua dalam bermain game, BnTeT dapat melunakkan pendapat orang tuanya setelah direkrut oleh nxl>.

Counter Strike

Hansel Mulai menitis karir di esports saat bergabung dengan tim nxl>, tim yang sempat merajai CS:GO di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara. Namun pada masa keemasannya ini ia harus melanjutkan kuliah dan sempat vakum untuk beberapa saat.

Hal ini juga yang membuat ia harus keluar dari tim nxl>.

Namun seperti sudah mendarah daging pada dirinya. BnTeT tidak sepenuhnya berhenti dari CG:GO. Ia justru membentuk timnya sendiri yang tidak memiliki jadwal latihan ketat seperti pada saat berada di tim nxl.

Setelah sempat meninggalkan tim nxl>, pada tahun 2016 ia kembali dipanggil ketika hampir menyelesaikan perkuliahannya. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan dan disambut baik oleh BnTeT karena dapat kembali merintis debutnya di ranah esports.

Akan tetapi, hal ini tidak berlangsung lama. Di akhir tahun 2016, BnTeT bersama Roseau, dan FrostMisty secara mendadak keluar dari nxl>. Tidak disebutkan secara jelas kenapa mereka keluar dari nxl>.

Ketiga atlet esports ini pun kemudian bergabung ke Recca.

Dari nxl> ke Recca

Pada debutnya di tim Recca, nama BnTeT semakin melejit. Tim Recca menjadi tim CS:GO yang sangat disegani di Asia Tenggara. Apalagi setelah mengalahkan nxl> dengan skor 2-0 di kualifikasi DreamHack Masters.

Baca juga:  Danylo “Dendi” Ishutin, Sosok Ikonik Dunia Esports
DreamHack Masters Nxl vs Recca
via YouTube (@LoL Gaming)

Meski tidak mencapai final setelah ditaklukan oleh VG.CyberZen di semifinal, performa Recca tidak dapat dipandang sebelah mata. Decak kagum penonton dapat terundang setelah tim Recca mampu mengalahkan The MongolZ dengan skor 2-0, dan pada saat Recca mampu mencuri 1 kemenangan dari VG.CyberZen.

Tapak tangga karir BnTeT di TYLOO

Bertepatan pada tanggal 15 Maret 2017, lanskap esports Indonesia kembali dibuat bangga oleh BnTeT. Pada tanggal ini BnTeT resmi dikontrak oleh salah satu tim raksasa asal Tiongkok, yakni TYLOO.

Tyloo
via Liquipedia

Debut BnTeT bersama TYLOO berjalan indah usai mengalahkan Fnatic Academy di Final China Cup 2017 lalu.

Saya merasa sangat senang TYLOO menghubungi saya untuk bergabung dengan tim mereka, saya sangat menyukai gagasan untuk mencoba tantangan baru, seperti bergabung dengan sebuah tim internasional. Bagi saya, TYLOO adalah salah satu organisasi esports yang sangat sukses di Asia. Saya harap saya dapat membuktikan kualitas saya kepada TYLOO dan membantu mereka menggapai pencapaian baru dan mencapai hal-hal besar.dikutip dari hltv.org

Pada tahun 2016 lalu, BnTeT bisa dikatakan berada pada puncak karirnya. Menurut rating hltv.org, BnTeT mencapai rating 1,41.

China Cup CS:GO
via CSadria

Meskipun tidak selamanya berada di titik tertinggi karena dari perolehan selama 3 bulan terakhir BnTeT sempat mendapat rating 1,06; sehingga perolehan rating-nya secara keseluruhan menjadi 1,23. Namun BnTeT tetap berada di urutan teratas dalam tim TYLOO.

Di tengah masa keemasannya, perjalanan karirnya tidak selalu berjalan mulus. Pada ELEAGUE Atlanta 2018 yang merupakan tahap kualifikasi untuk mengikuti ELEAGUE Major 2018 di Boston, BnTeT tidak dapat ikut memperkuat TYLOO karena permasalahan visanya. Posisinya pun digantikan oleh Luis ‘peacemaker’ Tadeu.

BnTeT, TYLOO, dan IEM Sydney 2018

Dalam sebuah wawancara ekslusif CSGO2ASIA dengan BnTeT pada ajang IEM Sydney 2018, BnTeT merasa sangat senang karena TYLOO dapat mencapai babak semifinal pada turnamen bergengsi ini.

Pengalaman BnTeT bersama TYLOO di IEM Sydney sungguhlah menakjubkan. Mereka yang awalnya harga menargetkan untuk hanya bermain di babak playoff, malah mendarat hingga babak perempat final.

Baca juga:  SumaiL, Gamer Dota 2 Muda Paling Berpengaruh di Dunia
Skema pertandingan IEM Sydney 2018
Skema pertandingan IEM Sydney 2018 via respawn.ninja

TYLOO yang masih menganggap dirinya sebagai tim underdog ternyata mampu mencapai babak semifinal tanpa mengalami kekalahan di 1 map pun. Pengalaman ini menjadi motivasi tersendiri bagi BnTeT dan rekannya.

Menganggap dirinya sebagai tim underdog, TYLOO dalam perjuangannya di IEM, berhadapan dengan banyak tim ternama, seperti SK, Cloud9, dan Renegades. Bukannya bernasib seperti underdog sungguhan, TYLOO justru mampu membuktikan diri bahwa ia bukanlah underdog.

Kesuksesan TYLOO, diakui oleh Hansel, adalah berkat rasa kepercayaan dan juga dukungan yang terus diberikan oleh satu sama lain dalam tim. Meskipun jika salah satu dari anggota tim tidak bermain dengan terlalu bagus, para anggota tim yang lain akan terus mendukung dan menjaga atmosfer permainan.

Apa yang dilakukan oleh TYLOO terbukti efektif terutama pada situasi dimana kesalahan sangat rentan terjadi. Menyikapi alur permainan dengan santai dan fun adalah kunci untuk menjaga performa permainan tetap baik.

BnTeT dan tim Tyloo
via Esports ID

Sikap tersebut tetap perlu diterapkan meskipun sedang berada dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Menjaga mindset untuk tetap positif adalah satu langkah menuju kemenangan.


Begitulah sedikit profil mengenai rekam jejak esports Hansel “BnTeT” Ferdinand. Melihat pengalaman dimiliki oleh BnTeT, tentu kamu penasaran seberapa apik dia bermain. Yuk, kita lihat kecakapannya bermain.

Melihat performa BnTeT yang begitu wah di turnamen bergengsi, tentunya sangat menginspirasi teman-teman yang memiliki impian untuk menjadi atlet esports.

Esportsnesia sungguh berharap ke depannya akan lahir lebih banyak lagi BnTeT dari berbagai cabang esports dan dapat mengharumkan nama Indonesia di ranah kancah esports nasional maupun internasional.

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here