Miracle-, Pemain ‘Ajaib’ Dota 2 Pemecah Rekor 9000 MMR

0
445
Miracle- di StarLadder i-League Invitational #2
via Liquipedia.net

Dota 2 hingga saat ini masih menjadi salah satu judul esports yang paling digandrungi.Hal ini tampak dari euforia yang dihasilkan dari pagelaran turnamen bergengsinya The International yang tahun ini akan diadakan di Shanghai.

Dalam setiap turnamennya, Dota 2 telah berhasil mempertemukan banyak tim dengan pemain profesional yang handal di dalamnya. Salah satu pemain profesional yang cukup terkenal akan skor MMR-nya yang tinggi adalah Miracle-.

Penasaran dengan kisahnya di Dota 2? Yuk, kita cari tahu bersama.

Miracle- di The Frankfurt Major 2015
via Liquipedia.net

Miracle- yang memiliki nama asli Amer Al-Barkawi merupakan pemain berdarah campuran, dimana sang ayah berasal dari Yordania dan sang ibu berkebangsaan Polandia. Hal itu juga yang membuat Miracle- berkewarganegaraan ganda.

Miracle- yang lahir pada tanggal 20 Juni 1997 ini memulai karirnya sebagai pemain game profesional saat ia bergabung dengan tim Balkan Bears di tahun 2015. Meskipun demikian, Miracle- sebenarnya telah mulai bermain Dota sejak tahun 2007 ketika usianya baru genap 10 tahun.

Performa Miracle- saat bergabung dengan tim Balkan Bears tidak begitu baik dan hanya sempat untuk mengikuti beberapa event turnamen minor. Oleh sebab itu, 4 bulan setelahnya Miracle- keluar dari tim pertamanya itu.

Memuncaki leaderboards dengan MMR 9000

Di saat Miracle- tidak tergabung dengan tim manapun, ia kembali bermain dalam ranked mode MMR dan berhasil meraih MMR 9000. Dengan memuncaki leaderboard, Miracle- menarik perhatian kalangan pemain Dota 2 saat itu.

Dengan modal MMR 9000, ia dinobatkan menjadi pemain pertama di dunia yang mencapai angka 9000, mengalahkan pendahulunya w33 dengan skor MMR 8000.

MMR Dota 2

Bingung dengan apa itu MMR?

Sekilas tentang MMR, jadi di dalam permainan Dota 2 terdapat sebuah mode kompetitif yang bernama ranked match. Setiap pemain dalam mode ini akan dinilai dengan sistem poin MMR atau Multi Matchmaking Ranked.

Apabila pemain memenangkan permainan maka ia akan mendapat tambahan poin sebesar +24/+25, dan sebaliknya apabila kalah, maka ia akan mendapat pengurangan -24/-25. Besar kecilnya poin MMR secara tidak langsung menjadi bahan penilaian apakah seseorang dapat bermain dengan baik atau tidak di Dota 2.

Baca juga:  Berawal dari Pekerjaan dan Hobi, Mari Berkenalan dengan Maechael, Sang Founder Ibarat Esports

Berkat pencapaiannya dalam mencetak 9000 MMR, Miracle- diundang oleh N0tail untuk bergabung dengan tim (monkey) Business pada bulan Agustus 2015. Tim baru ini dibentuk pasca helatan The International 2015 dan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi Major.

Pada bulan Oktober di tahun yang sama tim (monkey) Business berganti nama menjadi OG, setelah tim tersebut disponsori oleh Red Bull. Kompetisi Major pertama bagi OG adalah Frankfurt Major. Di kompetisi ini Miracle- dapat menunjukkan kemampuannya secara maksimal dengan menggunakan hero andalannya, Shadow Fiend, sepanjang turnamen.

Dengan performa yang gemilang tersebut OG keluar sebagai pemenang di Frankfurt Major. Berawal dari kesuksesannya di kompetisi Major, Miracle- bersama rekan timnya dapat menunjukkan eksistensi dan kemampuannya yang cemerlang dengan memenangkan beberapa turnamen lain di pertengahan tahun 2016.

(monkey) business sebelum dikenal dengan OG
(monkey) business sebelum dikenal dengan OG via Liquipedia.net

Sebut saja DreamLeague Season 5 dan ESL Frankfurt 2016. Selain itu Miracle- dan tim OG juga berhasil mengklaim kemenangannya untuk kedua kalinya di event Major dari Valve, yaitu Manila Major 2016.

Tim OG juga berhasil tembus untuk mengikuti turnamen paling bergengsi The International 2016. Akan tetapi sayangnya mereka harus rela dikalahkan oleh TnC pada babak kedua permainan bracket bawah dan harus berpuas diri duduk di peringkat 9-12th.

Hal ini tentu saja mengecewakan banyak pihak yang dari awal menjagokan tim OG.

Memulai Musim Baru Dengan Team Liquid

Pasca kekalahannya di The International 2016, Miracle- memutuskan untuk meninggalkan tim dan berpindah ke Team Liquid yang saat itu kekurangan pemain karena FATA- memutuskan untuk vakum sementara sebagai pro gamer.

The Boston Major 2016
via Liquipedia.net

Di tim ini Miracle- berperan sebagai midlaner. Miracle- memulai musim barunya di Team Liquid dengan cukup lambat karena ia dan timnya tidak berhasil mengikuti babak kualifikasi pada turnamen Boston Major.

Setelah kompetisi ini, anggota timnya BuLba, memutuskan untuk vakum dan kemudian digantikan oleh GH sebagai stand in. Dengan bergabungnya anggota tim baru, Team Liquid mulai bangkit dan mendominasi di turnamen DreamLeague Season 6 yang berlangsung bulan November 2016 hingga akhirnya keluar sebagai pemenang.

Setelahnya Miracle- bersama rekan timnya di Team Liquid mengikuti beberapa turnamen penting sepanjang tahun 2017 seperti StarSeries Season 3, StarLadder i-League Invitational #2, dan EPICENTER. Dari beberapa turnamen tersebut Team Liquid kembali keluar sebagai pemenang.

Baca juga:  Sudah Kenal Belum dengan Kassandra? Salam Esports Influencer dari Medan!

Kemenangannya di turnamen bergengsi tersebut menjadi jaminan bagi Team Liquid untuk diundang pada The International 2017. Ini juga menjadi kesempatan bagi Miracle- untuk membuktikan kemampuannya dan membalaskan kekalahannya di tahun 2016.

Namun sebelumnya Miracle- dan rekan setimnya harus berlaga di event DreamLeague Season 7. Di turnamen tersebut Team Liquid juga menyabet gelar pemenang setelah mengalahkan Planet Odd dengan skor 3-2 di babak final.

Prestasi Gemilang di The International 2017

Lalu, perhelatan akbar The International 2017 pun dimulai. Miracle- dan Team Liquid telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk bertarung memperebutkan gelar juara. Pada babak awal Team Liquid mengukuhkan diri sebagai tim yang unggul dengan memenangkan pertandingan grup dan mencetak rekor 13 – 3.

Pada babak selanjutnya, Miracle- dan kawan-kawan harus menelan pil pahit karena dikalahkan oleh Invictus Gaming yang membuat Team Liquid terperosok pada lower bracket.

Walaupun berada di lower bracket bersama dengan tim yang bernasib serupa lainnya, Miracle- bersama Team Liquid dapat bangkit dan mendominasi permainan hingga akhirnya melaju ke babak Grand Final berhadapan dengan Newbee.

Team Liquid (2017) via amanz.my
Team Liquid (2017) via amanz.my

Dengan permainan yang solid dan kapten Team Liquid yang tangguh yakni KuroKy, mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan skor memuaskan 3-0 mengalahkan Newbee. Hasil dari kemenangan ini Team Liquid berhasil mengantongi hadiah sebesar $10 juta dolar Amerika.

Kemenangan Team Liquid di The International 2017 menjadi ajang pembuktian diri untuk Miracle- yang sebelumnya kalah secara dramatis di The International 2016. Dengan pencapaiannya di kancah professional gaming, Miracle- meraih dua penghargaan yang membanggakan.

Di antaranya adalah eSports Rookie of the Year 2016 dari the eSports Industry Awards dan PC Player of the year dari Esports Industry Awards 2017. Apabila dilihat dari sepak terjangnya sebagai pemain pro gamer Dota 2, Miracle- layak mendapat pengakuan sebagai salah satu midlaner terbaik di sejarah Dota 2.

(Disunting oleh Satya Kevino)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here