Steven Marsha, Jebolan Esports hingga Sukses Jadi Streamer

0
28
steven marsha kurniawan
Steven Kurniawan, pro player yang menjadi streamer gaming sukses./getcraft.com.

Steven “Marsha” adalah seorang influencer gaming yang cukup beken di Indonesia. Sosoknya dahulu dikenal sebagai “Marsha No Mercy” karena kemampuannya bermain dalam bermain Mobile Legends yang bar-bar.

Namanya dikenal sejak ia bergabung dengan squad RRQ Mobile Legends Bang-Bang. Ia menjadi pro player dengan role hero Assassin atau pun Marksman. Memiliki jejak karier yang besar dalam skema Mobile Legends, ia menjadi salah satu pemain yang cukup berpengaruh seperti Donkey dan Oura.

Pemain bernama lengkap Steven Kurniawan saat ini sudah pensiun dari skema kompetisi Mobile Legends. Ia masih sibuk dengan kegiatannya menjadi streamer dan aktif di sosial media dan YouTube dengan membagikan permainannya sekaligus bersama Geng Kapak.

“Marsha No Mercy”

steven marsha
Dikenal sebagai pemain tanpa ampun yang mampu mengalahkan semua musuhnya/Kincir.com.

Marsha No Mercy sendiri memiliki arti tersendiri, yakni ia mampu mengalahkan musuhnya tanpa ampun. Steven “Marsha” Kurniawan mengawali kariernya di dunia esports bersama tim besar Rex Regum Qeon (RRQ) yang dahulu bernama RRQ O2 atau RRQ Oxygen bersama Lemon dan rekan-rekan timnya.

Steven saat itu memegang role yang cukup penting di tim. Ia menjadi kapten, support, sekaligus tank. Ia bersama tim juga berhasil mengantarkan RRQ.O2 ke berbagai final dalam turnamen-turnamen besar.

Marsha membela RRQ belum genap setahun, tetapi prestasi yang ia cetak selama tujuh bulan bersama tim cukup membanggakan. RRQ berhasil mendapatkan juara 3 MPL Season 1 dan juara 1 WOG Djogja Battle Royale.

Selepas bermain dengan RRQ, dirinya bergabung dengan EVOS Legends bersama Sebastianus “IOS” Kusuma, Emperor, Oura, dan Jess No Limit. Perjalanan kariernya dalam EVOS hanya singkat, ia keluar dari EVOS pada akhir 2018. Keluarnya Marsha juga diikuti Jonathan “Emperor” Liandi yang cukup mengejutkan penggemar EVOS karena mereka keluar setelah MPL Season 2.

Marsha dikenal sebagai pemain yang blak-blakan dan dapat disebut toxic karena suka mengumpat. Namun, bukan karena perangainya. Melainkan merupakan keputusannya sendiri, tim, manajer, dan kru.

Ia menjelaskan bahwa dikarenakan tidak pernah menjuarai turnamen, timnya tersebut sepakat untuk hanya bermain di MPL Season 2. Setelah MPL Season 2 mendapatkan runner-up, mareka membicarakan arah EVOS akan berlanjut.

Berdasarkan hasil meeting bersama tim dan manajer, ternyata keputusan EVOS Mobile Legends akan dibentuk menjadi dua tim. Marsha dengan Emperor, Jess No Limit bersama Oura dan IOS. Namun akhirnya ia dan Emperor tidak sepakat dengan adanya dua tim.

Membentuk dua tim, pada akhirnya akan dibanding-bandingkan. Kedua pemain tersebut akhirnya mengundurkan diri karena sudah tidak satu visi dengan EVOS. Keduanya digantikan oleh Rekt dari Louvre dan G dari Aerowolf Roxy.

Perjalanan karier Steven Marsha tidak berhenti sampai di EVOS. Ia mendapatkan tawaran bergabung dengan Louvre Esports dan akhirnya menjadi salah satu roster dari tim tersebut. Namun, pada Juli 2019 lalu, tim Mobile Legends Louvre Esports dibubarkan oleh Erick Herlangga selaku owner.

Keputusan dibubarkannya salah satu tim terkuat di Indonesia itu membuat penggemar heboh. Selama bermain, tim ini sudah meraih runner-up Piala Presiden Esports 2019, MPL Season 3, dan MSC 2019.

Dengan adanya keputusan itu, tim Louvre tidak bisa mengikuti MPL Season 4. Tim tersebut diakuisisi oleg Genflix Aerowolf. Semua roster Mobile Legends Louvre akhirnya hijrah ke tim serigala. Masuknya tim ke dalam skuad diharapkan dapat membuat tim Genflix semakin kuat.

Namun,ia memilih tidak bermain selama MPL Season 4. Ia mengungkapkan bahwa ia perlu istirahat sejenak dalam pro scene Mobile Legends. Keputusan ini sudah diambil sebelum MPL Season 4.

Genflix Aerowolf belum sepenuhnya mengeluarkan Marsha. Ia akhirnya menjadi content creator dalam tim Genflix Aerowolf. Selepas MPL Season 5, akhirnya ia resmi berpisah dengan Aerowolf Pro Team dan meninggalkan skema kompetitif Mobile Legends.

Aktif Menjadi Streamer Gaming

"Marsha No Mercy"
Pernah bermain dalam tim-tim besar seperti RRQ, EVOS, Louvre, dan Genflix Aerowolf/getcraft.com.

Dengan pengalamannya sebagai pro player dengan berkecimpung di tim besar seperti RRQ O2, EVOS, Louvre, dan Aerowolf menjadikannya sebagai pemain Mobile Legends veteran yang memiliki penggemar setia.

Papi Ler, panggilan akrab lain Steven Kurniawan, saat ini aktif menjadi streamer dan sering berkolaborasi dengan veteran lain, seperti Donkey dan Oura. Mereka menyebut tim publik tersebut dengan Geng Kapak.

Meski menjadi pemain lawas, skill ketiga pemain tersebut masih hebat dan jauh dari kata cupu. Bahkan, ada investor yang tertarik dengan Geng Kapak. Maka tidak mustahil jika mereka dapat kembali meramaikan pro scene Mobile Legends Bang-Bang di Indonesia.

Steven Marsha sendiri sudah aktif di YouTube sejak Oktober 2018. Ia membuat berbagai konten gaming yang cukup disukai karena ia mengeluarkan kata-kata toxic. Karakter Marsha yang unik juga menjadi salah satu faktor ia banyak digemari oleh banyak orang.

Saat ini ia sudah memiliki 1,24 juta subscriber di channel YouTube Marsha Ozawa. Selain di YouTube, ia juga sering melakukan streaming di Nimo TV. Ia juga sering mabar bersama player lain.

Tidak hanya menjadi streamer, Steven juga pernah dipercaya untuk melatih player Mobile Legends di ajang pencarian bakat Esport Star Indonesia yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Meski sudah pensiun, ia tidak pernah memensiunkan skill profesionalnya sebagai pro player.

Jauh Lebih Bebas Setelah Pensiun

Marsha dan Oura
Aktif menjadi streamer gaming bersama Geng Kapak, yang dipelopori oleh dirinya, Oura, dan Donkey.

Marsha merasa lebih lepas setelah memutuskan untuk pensiun. Ia tidak merasa tertekan dengan berlatih dan tampil maksimal di setiap turnamen. Beban menjadi pro player sudah tidak lagi dirasakan.

Ia justru merasa lebih senang dan bebas, apalagi jika berkata-kata. Banyak yang mengira bahwa ia akan menjadi kesulitan setelah pensiun. Nyatanya, ia masih tetap berkarier sebagai streamer dan lebih bebas karena tidak ada peraturan yang dulu harus dipatuhi dan disiplin sebagai pro player dalam sebuah tim.

Saat ini ia juga sudah mulai fokus dengan dunia streamer dan bergabung bersama Geng Kapak yang diisi oleh Donkey dan Oura. Geng Kapak berisi ketiga veteran dan beberapa anggota lainnya dibentuk karena pertemanan yang kuat selepas mereka pensiun.

Skuad ini berdiri pada 17 Mei 2020 dengan Oura sebagai pemimpin, Marsha sebagai sekretaris, dan sisanya adalah anggota. Mereka berinisiatif untuk menciptakan ekosistem esports yang fun dan asik, maka dibentuklah nama tersebut.

Ketiga pemain itu rajin berkolaborasi dalam streaming, mulai dari game, hingga “ngejulidin” esports dan Mobile Legends. Di dalam Geng Kapak tidak hanya melibatkan pro player saja, melainkan influencer-influencer lain yang tertarik dengan esports Mobile Legends, seperti Baim Wong dan Ingyin RR.

Banyak rumor yang tersebar di berita dan sosial media bahwa Geng Kapak akan membentuk tim esports seperti tim-tim lain. Apakah ini nantinya akan menjadi comeback Steven Marsha bersama Donkey dan Oura?

Belum ada berita pasti terkait hal ini. Pastinya, kabar ini akan menjadi kabar baik bagi penggemar Steven Kurniawan yang menantikannya kembali dalam jagad kompetisi Mobile Legends.