Luna Nera Esports, Tunjukkan Women’s Empowerment Lewat Esports

1
598
Luna Nera Esports
Luna Nera Esports dibentuk oleh Debora Imanuella untuk mewadahi pro player perempuan.

Dunia esports semakin tumbuh dan menguntungkan, terlebih jika melihat perkembangannya saat ini yang sudah tidak mengenali batas gender. Luna Nera Esports menjadi salah satu tim esports khusus perempuan yang bermula dari komunitas.

Komunitas tersebut kemudian berkembang menjadi tim yang cukup dikenal oleh penggiat esports di Indonesia.

Luna Nera Esports adalah salah satu organisasi ladies esports baru yang memiliki perkembangan pesat. Tim ini langsung menjadi sorotan karena prestasinya yang sangat baik dalam dunia esports perempuan di Indonesia.

Baru terbentuk di era pandemi COVID-19, tidak menghentikan semangat Luna Nera Esports untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Profil Luna Nera Esports #1: Awal Terbentuknya Luna Nera 

Debora Imanuella
Debora Imanuella, sosok perempuan yang paling berpengaruh di scene esports Indonesia.

Debora Imanuella, CEO Luna Nera Esports, didapuk menjadi salah satu perempuan yang berpengaruh dalam dunia esports Indonesia. Pasalnya, ia membentuk Luna Nera Esports tidak semata-mata keuntungan, tetapi memperlebar sayap pro player perempuan agar lebih mudah bersaing di industri esports.

Bermula dari kembalinya Debora memainkan Mobile Legends dengan intens, ia berencana membuat komunitas. Lewat komunitas itu pula, Debora kembali bertemu dengan mantan pro player perempuan. Keduanya terpanggil untuk memajukan esports Indonesia, terlebih untuk pemain perempuan.

Luna Nera Esports dibentuk dengan tujuan women empowering. Salah satu penyebabnya adalah masih terdapat diskriminasi antara pemain perempuan dan laki-laki di esports. Banyak yang menstigma pro player perempuan, sehingga posisi mereka tidak equal, baik dalam permainan maupun turnamen.

Masyarakat masih memiliki stigma terhadap perempuan yang bermain game. Seakan hal itu tidak wajar, apalagi jika berkaitan dengan game kompetitif. Selain itu, masih banyak yang menganggap pemain perempuan hanya sebagai hiburan semata, bukan dianggap sebagai pro player.

Debora menjelaskan, stigma tersebut yang dapat membuat pemain perempuan sedikit terlambat untuk bermain game. Sehingga wajar jika proses belajarnya sedikit jauh lebih lama. Kesenjangan ini bukan menjadi bahasan baru lagi di dunia olahraga, termasuk esports.

Stigma pro player perempuan
Gamers maupun pro player perempuan masih mendapatkan stigma dan pelecehan.

Banyak pemain perempuan yang mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan. Mereka seringkali diremehkan dan kemampuannya tidak diakui. Tidak hanya itu, pro player perempuan juga pernah mengalami pelecehan seksual secara verbal.

Debora mengaku sebelumnya ia betul-betul tidak mengetahui industri esports, bahkan ia tidak mengetahui EVOS dan RRQ. Ia melihat industri esports yang sangat besar, kemudian belajar dari dalam dan luar negeri, meliputi tim dan organisasi esports yang sudah besar.

Setelahnya, ia membentuk Luna Nera yang awalnya adalah komunitas gaming perempuan. Bahkan ia terjun langsung membentuk tim ini, mencari para pemainnya, dan mengurus komunitas yang berisi para pemain perempuan.

Profil Luna Nera Esports #2: Menorehkan Banyak Prestasi

Luna Nera Esports
Luna Nera Esports mencetak berbagai prestasi meski baru seumur jagung.

Luna Nera Esports memiliki beberapa divisi tim esports, antara lain Mobile Legends Bang Bang, PUBGM, dan LoL: Wild Rift, yang sayangnya sudah disband. Mereka juga memiliki divisi khusus untuk bertanding di turnamen mix. Meski baru seumur jagung, mereka mampu mencetak prestasi yang cukup baik.

Tim Luna Nera divisi MLBB mampu masuk ke babak playoff dan mendapatkan gelar juara keempat Woman Star League (WSL) pada akhir tahun 2020 lalu. Padahal tim tersebut baru terbentuk dua bulan dan anggotanya belum pernah bertemu secara langsung. Namun, chemistry yang dibangun sudah sangat baik, begitu pula dengan skill mereka yang klop.

Capaian ini menjadi modal yang baik untuk tim Luna Nera. Banyak penggemar yang berharap mereka mendapatkan prestasi yang banyak dan terus konsisten. Dalam turnamen WSL 2020, Luna Nera Esports berhasil masuk ke babak playoff bersama Siren Moon, Belletron Battle Angels, dan EVOS Ladies (saat ini bernama EVOS Lynx).

Beberapa prestasi yang berhasil diraih dari tim Mobile Legends: Bang Bang adalah juara kedua EVOS Fams Ladies Series, juara kedua Female Esports Tournament, juara dua Winner Holicat Cup MLBB Ladies, juara utama Mojang Purwakarta Championship 2020, dan mendapatkan juara dua Dignity of Srikandi Championship 2020.

Dalam turnamen Mobile Legends khusus perempuan, sepak terjang Luna Nera ini cukup memukau. Bahkan mereka sering memenangkan pertandingan melawan tim-tim papan atas, seperti EVOS Lynx, Belletron, dan Alter Ego. Luna Nera Esports bahkan sudah memiliki beberapa sponsor, salah satunya adalah UniPin.

Untuk tim PUBGM sendiri, mereka sudah berhasil mencetak beberapa prestasi yang membanggakan. Tim ini berhasil masuk dalam turnamen PUBG Mobile Cyber Arena (PMCA) 2021.

Profil Luna Nera Esports #3: Terus Perbaiki Diri

Luna Nera
Tim ini terus memperbaiki diri untuk tampil lebih maksimal.

Meski mencetak prestasi yang membanggakan di tahun 2020 lalu, bukan berarti Luna Nera Esports memiliki masa-masa yang sulit. Pada turnamen UniPin Ladies Series 2021 kali ini Luna Nera gagal masuk ke babak playoff.

Pada turnamen Woman Star League Season 2, tim MLBB Luna Nera, yakni Luna Nera Vixens mendapatkan direct invite. Tim yang mendapatkan direct invite artinya mendapatkan hak istimewa, yakni langsung lolos ke babak kualifikasi. Namun, kali ini Luna Nera Vixens harus tetap mengikuti babak kualifikasi.

Setelah ditelisik lebih lanjut, Luna Nera Vixens tidak memenuhi salah satu syarat invitasi. Mereka melakukan perombakan roster, padahal untuk mendapatkan invitasi, tim harus mendaftarkan minimal tiga roster yang sama pada musim sebelumnya.

Sedangkan Luna Nera melakukan perombakan sampai tidak menyisakan 3 pemain yang sama seperti musim sebelumnya.

Begitu pula pada Woman Star League Season 3 kali ini, Luna Nera sebagai salah satu peserta mengundurkan diri dari turnamen tersebut. Keputusan mereka untuk mundur yakni saat ini mereka sedang melakukan perombakan roster MLBB dalam tim mereka. Perombakan tim ini membutuhkan waktu lebih sehingga mereka tidak dapat mengikuti WSL Season 3.

Banyak penggemar yang menyayangkan keputusan tersebut karena penampilan mereka dinantikan oleh penggemar. Tetapi mereka tetap memberikan dukungan kepada tim agar mampu menjadi lebih baik lagi dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya.

PMPL Ladies
Tim PUBGM untuk PMPL dari tim Luna Nera Esports.

Alhasil, slot WSL Season 3 musim reguler ini diberikan kepada Geek Girls secara resmi. Saat ini masih belum diketahui, apakah Luna Nera Esports akan merombak tim MLBB secara menyeluruh atau hanya pemainnya saja. Saat ini, WSL Season 3 sedang melakukan babak open qualifier.

Berkembangnya esports untuk perempuan di Indonesia dengan keberadaan tim dan organisasi esports perempuan perlu kita apresiasi. Luna Nera Esports membuktikan bahwa perempuan mampu bersaing dengan setara sebagai pemain profesional.

Selama ada akses yang sama, seperti latihan yang cukup, diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, dan mendapatkan pelatih yang tepat, perempuan juga mampu menjadi pemain yang hebat. Jadi, jangan terus-terusan membuat stigma buruk kepada gamers perempuan karena itu bisa menghambat kemajuan esports.