Nadya “OhBaby” Safura: Jadi Pro Player Nggak Sesederhana Main Game Dibayar

1735
oh baby

Nama OhBaby sudah tidak asing lagi di kancang esports tanah air. Gadis manis bernama asli Nadya Safura ini dulunya aktif sebagai pro player Free Fire dari tim Island of Gods Bali United. Saat ini Baby tengah fokus berkarir sebagai host di saluran YouTube Dunia Games sekaligus sebagai caster turnamen-turnamen esports.

Buat kamu yang penasaran tentang kesibukan OhBaby saat ini, Esportsnesia telah berbincang seru dengannya yang bisa kamu simak berikut ini.

OhBaby Masih Aktif Main Gameoh baby

Meski saat ini OhBaby lebih fokus berkarir sebagai host dan caster, gadis ini mengaku tetap masih aktif bermain game.

“Kalau sekarang aku masih aktif main game karena kalau di Dunia Games itu ada konten live mabar Free Fire jadi setiap minggu pasti ada main Free Fire. Selain itu aku juga suka sama beberapa game. Namanya juga gamer ya, jadi udah pasti nggak akan bisa lepas dari yang namanya game,” tuturnya ceria.

Selain bermain Free Fire, Baby mengaku suka bermain dan mencoba game-game lain.  “Banyak banget game yang aku coba mainin kayak Valorant dan yang lainnya. Karena sekarang di Dunia Games kan isinya banyak banget gamenya, otomatis aku harus tahu juga semua game, jadi nggak Free Fire doang,” ujarnya.

Lebih Menyenangkan Jadi Player atau Jadi Caster?oh baby

Sebagai seseorang yang sudah merasakan suka duka baik sebagai player maupun caster, Baby memiliki pandangan tersendiri terhadap kedua profesi ini. Menurut Baby, kedua profesi ini memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. “Plus minus sih dua-duanya,” ujarnya.

Meski demikian, secara pribadi Baby mengaku lebih menikmati pekerjaan sebagai seorang caster. “Kerjaan nge-cast itu selalu berasa kayak nggak kerja, lho. Karena saking fun-nya, trus mungkin karena suka ngomong juga kali ya?” ungkapnya.

Sementara, meski profesi sebagai pro player juga menyenangkan, Baby merasa ada beberapa hal yang menuntut komitmen lebih dan penyesuaian dengan anggota tim yang lain.

“Ngomongin kerja jadi pro player itu harus ngetim, nyocokin jam, dll. Waktu aku di Island of Gods kan aku lagi kuliah, jadi kalau ada jam scrim, turnamen, dll harus nyocokin jadwal dengan tim. Sedangkan sambil kuliah, bagi waktunya jadi susah banget,” terangnya.

Baby menyimpulkan, saat ini dia lebih menikmati profesi sebagai seorang caster. “Jadi player sebenernya mungkin pantangannya jauh lebih banyak sih dari menjadi caster, jadi kalau ngomongin seneng ya lebih seneng jadi caster,” ujarnya sambil tertawa.

Salah satu hal yang Baby garis bawahi dari pengalamannya sebagai pro player adalah bahwa profesi ini tidak bisa dijalankan secara setengah-setengah.

“Nggak bisa setengah-setengah. Kemarin aku ngejalanin itu bukan hal yang gampang. Tantangannya jauh lebih banyak, nggak sesimpel kata orang ‘Wah, enak banget ya, main game dibayar.’ Di luar itu banyak banget tuntutannya. Kita harus komit supaya bisa menang,” katanya.

Meski demikian, OhBaby mengaku mendapatkan banyak pengalaman yang menyenangkan dan berarti dari menjalani profesi sebagai pro player.

“Waktu itu dari Island of Gods butuh satu tim lagi karena Garena lagi ada liga pertama namanya Summer League. Nah, tim aku join di Summer League. Dan waktu itu kita satu-satunya tim perempuan yang ada di liga pertama Free Fire waktu itu.

Pengalaman yang aduh, nggak bisa dijelasin dengan kata-kata sih,” tutur Baby mengenang perjalanan timnya dulu. Apalagi waktu itu Baby dan rekan-rekan satu timnya harus bertanding melawan tim-tim laki-laki.

Gamers Cewek Favorit Oh Baby?oh baby

Ketika ditanya mengenai gamers perempuan idolanya di Indonesia, Baby langsung dengan bersemangat menceritakan rekan-rekan satu timnya dulu.

“Favorit gamers cewek di Indonesia mungkin anak-anak tim aku yang dulu sih. Mereka ini masih pada muda-muda, lho. Waktu itu aja masih kelas 1 SMA sama 3 SMP, tapi dedikasinya tinggi banget. Kelas 3 SMP itu kan ada kesibukan UN gitu kan? Nah, bagusnya mereka tetap on fire banget.” 

Baby mengakui, dedikasi dan komitmen merekalah yang membuat kagum. Karena fokus dan komitmen yang tinggi membantu perkembangan mereka. Hal ini  terbukti dari skill mereka yang meningkat.

“Mereka sempat juga ikut turnamen lawan laki-laki. Waktu itu aku nge-cast pas turnamennya BEKRAF. Aku kaget karena ternyata ada mereka dan mereka skillnya udah bagus banget. Jadi aku nge-fans sama mereka sih.”

Menanggapi Komentar Netizenoh baby

Meski tiap bekerja Baby sudah mengikuti prosedur dan berpakaian formal, nyatanya masih ada saja pemirsa yang berkomentar tidak enak seperti mengenai penampilan dan mengarah ke arah seksual.

“Kadang aku heran soalnya kalau ngecast biasanya pakaiannya selalu formal pakai jas. Tapi masih ada aja yang komen kayak gitu. But it’s okay sih. Paling aku cuma ingetin, aku ajak viewers buat komentar yang positif atau aku alihkan ke hal lain.”

Mengenai hal ini Baby memang memilih untuk tidak menganggap serius komentar netizen. “Aku nggak take it seriously. Karena orang ngetype itu kadang mereka belum tentu mikir mereka mau nulis apa. Tapi aku baca juga buat introspeksi diri juga, tapi nggak pernah ambil pusing segala macem sih.” 

Tantangan Berkarir di Industri Esportsoh baby

Baby mengakui salah satu tantangan terbesar berkarir di industri esports adalah perkembangan dari industri itu sendiri yang terbilang sangat pesat.

Esports ini kan di Indonesia terutama sejak ada game mobile langsung booming banget. Harus menyesuaikan diri dan mengikuti perkembangan esports,” terangnya.

Menurut Baby, pemahaman akan game itu sendiri sangat penting bagi siapapun yang ingin terjun di industri ini.

“Satu hal yang perlu di-notice adalah kita harus paham game-nya. Karena kalau kita nggak tahu game-nya pasti aneh juga. Jadi harus punya ilmu tentang game-nya itu sendiri.” 

Harapan OhBaby akan Ekosistem Esports yang Sehatoh baby

Baby tidak menampik adanya hal-hal atau perbuatan yang bisa dibilang toxic di industri ini. Oleh karena itu, Baby mengajak semua penggemar game di tanah air untuk bersikap lebih positif.

“Mungkin hal pertama yang harus dikurangi adalah hate speech dari game satu ke game yang lain. Itu bisa dikurangin,” ujarnya.

Menurutnya, penggemar game tanah air harus bersatu untuk mendukung tim gamer Indonesia. Bukannya malah saling menjelekkan.

“Ngomongin esports sekarang ujung-ujungnya bakal ngebela nama negara Indonesia. Jadi kita semua satu, jadi nggak perlu hate speech dari game yang satu ke game yang lain. Kalau ngedukung tim sih boleh banget, tapi tetep nggak boleh hate speech,terangnya.

Selain itu, OhBaby memiliki harapan yang sederhana untuk industri esports tanah air, yaitu kembalinya turnamen-turnamen offline yang berkualitas.

“Harapannya makin banyak lagi turnamen-turnamen yang kualitasnya jauh lebih bagus. Aku kangen banget turnamen offline. Kangen sama vibe-nya. Semoga pandeminya cepat berlalu biar makin banyak turnamen offline lagi yang jauh lebih bagus,” harapnya.

banner iklan esportsnesia