Apa Itu Atlet Esports? Apa Itu Pro Player?

2
402
atlet esports
Atlet esports mulai dikenal sebagai profesi yang menjanjikan dan menyenangkan.

Dunia game saat ini telah tumbuh pesat dengan berbagai potensi yang besar. Saat ini game sudah memasuki pasar kompetitif karena adanya esports atau olahraga elektronik. Esports yang tumbuh memberikan banyak benefit kepada para pemain yang ingin menjadi pemain profesional (pro player) atau atlet esports.

Dengan adanya motivasi itu, stigma buruk tentang game saat ini sudah berkurang dan berhasil dipatahkan. Pasalnya game dianggap buruk karena membuat anak-anak kecanduan memainkannya. Saat ini game sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan di berbagai turnamen olahraga besar seperti Asian Games.

Bagaimana Game Menjadi Bidang Olahraga?

atlet esports
Video game berkembang hingga mencapai puncak kompetisi yang biasa disebut esports.

Esports dikenal sebagai olahraga yang menggunakan game sebagai bidangnya. Jadi meski bukan olahraga fisik, game untuk pertandingan bisa disebut olahraga seperti bermain catur, bridge, dan masih banyak game lainnya. Game tersebut mengandalkan otak dan strategi dalam bermain.

Para atlet esports dilatih secara profesional, mulai dari persoalan mental, kebugaran, dan permainan untuk menunjang performa. Pelatihan profesional itulah yang membedakan atlet esports dengan pemain yang hanya memainkan game sebagai hobi.

Hadirnya esports sebagai salah satu cabang olahraga tidak luput dari mahasiswa Universitas Stanford pada 1972. Mereka memulai babak sejarah baru tentang turnamen video game pertama. Mereka memulai sebuah turnamen Spacewar untuk mahasiswa Stanford dengan hadiah satu tahun langganan gratis majalah Rolling Stones.

Pada 1980, Atari mengadakan kompetisi video game Space Invader terbesar kala itu dengan 10 ribu peserta. Memasuki tahun 90-an, kompetisi video game mulai membesar dan berkembang karena mudahnya akses internet dan komputer PC kala itu. Kemudian ekosistem esports semakin tumbuh hingga sekarang.

professional player
Esports semakin berkembang pada tahun 90-an hingga 2000-an semenjak adanya internet dan komputer PC.

Pada awal 2000-an, berbagai turnamen esports besar mulai bermunculan seperti Electronic Sports World Cup dan World Cyber Games. Korea Selatan disebut sebagai negara esports modern tumbuh pesat. Berkembangnya esports di Korea Selatan karena didukung infrastruktur yang sangat baik, seperti game center dan warnet serta internet yang super cepat.

Turnamen esports pertama kali yang ditayangkan di TV adalah StarCraft: Blood War dari Korea Selatan. Game itu menjadi game paling populer dalam sejarah esports Korea Selatan. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak game yang dipertandingkan.

Beberapa kultur esports mulai merambah di berbagai negara, seperti Indonesia dengan esports yang semakin membesar. Banyak pemain yang ingin menjadi seorang atlet esports karena profesi yang prestisius dengan bayaran yang cukup besar.

Benefit yang didapatkan sangat banyak dengan berbagai tunjangan dan menjadi influencer untuk banyak orang Meski begitu, menjadi atlet esports juga tidak mudah. Tidak sembarang orang dapat bermain menjadi atlet esports profesional, sama halnya dengan pemain bola profesional.

Apa Itu Atlet Esports?

player gamers
Atlet esports merupakan pekerjaan profesional.

Atlet esports dikenal sebagai pemain profesional atau professional player. Sebutan pro player sering kita dengar jika melihat pemain yang menguasai game. Bisa disebut mereka merupakan pemain yang ahli dalam game yang dimainkan.

Atlet esports merupakan profesi pemain game profesional, bekerja dan berpenghasilan dengan bermain game yang ia mainkan. Mereka dituntut untuk fokus mengembangkan skill bermain dalam satu game yang ia mainkan. Gunanya untuk meningkatkan peringkat individu dan tim dalam turnamen.

Menjadi atlet esports bukan sekadar hobi di kala waktu senggang, melainkan bermain game sebagai pekerjaan dan passion mereka. Mereka berpartisipasi dalam turnamen bergengsi mewakili tim atau negara atlet. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi menjadi pemain profesional.

Ada kerja sama, tim, dedikasi, disiplin, dan masih banyak hal non teknis yang berpengaruh di dalam permainan atlet esports. Berbeda dengan pemain yang hanya menggunakan game sekadar bersenang-senang meski ia sangat jago memainkan game tersebut. Sebutan bagi pemain yang ahli tetapi bukan dalam bidang profesional adalah pro gamer.

Saat ini banyak orang yang memiliki keinginan untuk menjadi pro player. Sudah ada beberapa akademi pencetak atlet profesional layaknya akademi olahraga konvensional. Ada pula yang menjadi pro gamer dan berusaha meniti karier menjadi atlet esports.

Apa Bedanya dari Atlet Olahraga Konvensional?

atlet esports
Atlet esports sama seperti atlet pada umumnya, yakni berprofesi sebagai atlet.

Jangan dikira menjadi atlet esports hanya bermain game saja. Para atlet esports memiliki pelatihannya sendiri seperti atlet-atlet pada umumnya. Mereka juga melakukan latihan fisik untuk menjaga kebugaran tubuh saat bertanding, apalagi mereka banyak melakukan kegiatan pasif (duduk dan melihat monitor) saat latihan gameplay.

Hampir tidak ada perbedaannya dengan atlet olahraga konvensional. Atlet esports membutuhkan latihan. Hanya bidang esports jauh lebih baru dibandingkan olahraga-olahraga lainnya, seperti sepakbola, basket, dan lainnya. Kemudian, esports memiliki jangkauan games yang lebih luas.

Esports tidak hanya terbatas satu game saja. Game Mobile Legends, PUBG, StarCraft, Dota 2, dan masih banyak game lainnya bisa menjadi bidang esports yang dipertandingkan dalam turnamen. Sehingga, banyak atlet esports dari berbagai game tersebut.

Thomas 'ZooMaa' Paparatto
Thomas ‘ZooMaa’ Paparatto pensiun dini karena cidera yang dialaminya.

Bahkan, beberapa atlet esports lainnya bisa berpindah ke game yang lebih baru. Artinya, mereka memiliki basic skill untuk memainkan game yang berbeda tetapi di genre yang sama. Misalnya, pemain Dota 2 dapat menjadi pemain Mobile Legends setelah pensiun dari Dota 2, karena kedua game tersebut bergenre sama meski memiliki gameplay yang berbeda.

Atlet esports juga ada yang pernah mengalami cedera fisik seperti para atlet konvensional. Mereka juga cepat mengalami performa dalam bermain seiring kariernya karena alasan masalah psikis saat berkompetisi.

Salah satu atlet esports yang bermain di tim New York Subliners, Thomas “ZooMaa” Paparatto mengalami cedera jempol dan pergelangan tangan. Pemain game Call of Duty tersebut akhirnya memutuskan untuk pensiun dini di usia 25 tahun. Menjadi atlet esports juga harus mampu menjaga kesehatan diri agar tidak terkena risiko cedera fisik dan psikis.

Bagaimana Cara Menjadi Atlet Esports?

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menjadi atlet esports adalah bermain game kesukaan. Mereka harus menguasai game tersebut. Lebih bagus lagi jika mereka mampu memainkan game dengan genre atau tipe yang sama seperti MOBA, Battle Royale, FPS, dan berbagai genre lainnya.

Dalam video game online sendiri ada ranking atau tingkat rank. Perlu menaikkan rank dengan menguasai gameplay untuk menang. Dari sini, kemampuan akan benar-benar diuji karena menjadi atlet esports perlu peningkatan yang dinamis dalam bermain.

Kedua, untuk meningkatkan pengalaman, pemain dapat bergabung dengan komunitas game. Dengan bergabung, pemain akan mendapatkan rekan bermain, informasi tentang seleksi, hingga turnamen kecil.

Lewat komunitas, skill dapat diuji dengan sesama pemain lain lewat mabar (main bareng). Kemampuan bermain dan kerja sama akan meningkat jika antar pemain dapat bermain dan memberikan feedback. Dengan ini, pemain akan mendapatkan gambaran cara kerja tim dalam suatu tim esports.

atlet esports
Beberapa atlet profesional lahir dari komunitas game.

Jika pemain dapat bermain dengan baik bersama tim dan mendapatkan juara, biasanya pemain akan dilirik oleh beberapa tim esports besar. Ada banyak nama atlet esports yang mengawali kariernya lewat turnamen-turnamen menengah dan komunitas.

Lalu, tidak ada salahnya bergabung dengan akademi esports untuk meningkatkan kemampuan jika mampu. Akademi esports saat ini sudah sangat banyak berdiri. Beberapa tim esports besar juga membuka akademi esports untuk beberapa game seperti PUBG dan Mobile Legends: Bang Bang.

Menjadi atlet profesional dibutuhkan usaha yang keras. Jika berkeinginan menjadi atlet esports, jangan putus asa dan tetap semangat. Akan ada banyak tantangan kedepannya untuk meraih impian menjadi pro player.