Esports Resmi Hadir Sebagai Cabor di AIMAG 2021 Pattaya

0
108
AIMAG 2017

Setelah sebelumnya esports dipertandingkan di Asian Games 2018 dan SEA Games 2019, kini esports kembali hadir sebagai cabor yang memperebutkan medali di ajang Asian Indoor and Martial Art Games (AIMAG) 2021 di Pattaya, Thailand.

Asian Electronic Sports Federation (AESF) mengumumkan bahwa AIMAG 2021 akan menghadirkan cabang esports setelah keputusan itu dibuat pada pertemuan tertutup yang diselenggarakan oleh AESF, Federasi Olahraga Elektronik Thailand (TESF), dan Komite Olimpiade Thailand (OCT).

AESF belum mengungkapkan judul esports apa yang akan dimainkan pada ajang esports AIMAG. AIMAG sendiri merupakan acara olahraga indoor terbesar di Asia, dan diselenggarakan setiap empat tahun. Ajang ini awalnya merupakan pagelaran terpisah antara indoor games dengan martial arts, namun kedua acara tersebut digabungkan pada tahun 2009.

Esports sebelumnya sudah pernah ditampilkan sebagai acara medali di Asian Indoor Games 2007 dan 2009, serta AIMAG 2013. Di kala perhelatan Asian Indoor Games 2007, esports dihiasi dengan kompetisi FIFA 07, NBA LIVE 07, dan Need for Speed: Most Wanted.

Sementara itu di tahun 2013, cabang esports semakin populer dan menghadirkan 6 judul game

Advertisement
, yaitu: FIFA 13, Need for Speed: Shift 2 Unleashed, StarCraft 2: Heart of the Swarm, Tekken Tag Tournament 2, League of Legends, dan Special Force.

Sedangkan untuk StarCraft 2, pertandingan sengit berlangsung antara Maru dari Korea Selatan melawan Nice dari Taiwan. Indonesia sendiri juga turut mengirimkan atlet, namun perjalannya harus terhenti ketika berhadapan dengan Iran.
StarCraft II via starcraft2.com

Setiap perhelatan esports di AIMAG, berbagai judul gim terus mengalami variasi. Sebagai contoh pada tahun 2017, esports untuk genre olahraga dan racing sudah tidak lagi dipertandingkan, melainkan diperkenalkannya genre baru untuk collectible card games (CCG).

Judul esports yang dipertandingkan di AIMAG 2017 tidak lain adalah: Hearthstone, StarCraft 2: Legacy of the Void, The King of Fighters XIV, dan Dota 2.

Di perhelatan tahun 2013 kemarin, Korea Selatan merupakan negara yang paling sukses dalam bertanding di cabang ini. Korsel berhasil menyabet 4 medali emas dan 2 medali perak, mengalahkan Tiongkok, Malaysia, Vietnam, Taiwan, Uzbekistan, dan Kazakhstan.

Sementara itu di tahun 2017, Tiongkok mulai menunjukkan dominasinya dimana ia berhasil mengumpulkan 3 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu; disusul oleh Taiwan, Mongolia, dan Filipina.

Tren esports yang terus berkembang dan mendapatkan pengakuan internasional, tidak heran bila efek bola salju membawanya untuk hadir di tingkat Olimpiade.

(Sumber: The Esports Observer, Wikipedia)