Sudahkah Esports Resmi Menjadi Cabang Olahraga di Asian Games 2022?

0
939
Sudahkah Esports Resmi Menjadi Cabang Olahraga di Asian Games 2022?

Pelaksanaan esports sebagai cabang olahraga yang didemonstrasikan di Asian Games 2018 barusan telah berlangsung sukses. Indonesia sebagai tuan rumah juga turut membawa pulang medali emas dari cabang esports Clash Royale dan medali perak dari cabang esports Hearthstone.

Namun, dengan keberhasilan penyelenggaraan lomba tersebut, apakah esports sudah akan dimasukkan sebagai cabang olahraga resmi untuk Asian Games 2022? Belum dikonfirmasi. Begitulah jawaban dari Olympic Council of Asia (OCA).

Komite eksekutif OCA bertemu di Jakarta awal bulan Agustus untuk menyetujui sekitar 40 cabang olahraga yang diperlombakan untuk Asian Games 2022. Menurut direktur umum OCA, Husain Al-Musallam, esports membutuhkan sebuah federasi internasional sebelum dapat dimasukkan sebagai cabang olahraga.

Kompetisi esports saat ini diselenggarakan oleh beragam kalangan, dari platform turnamen pihak ketiga hingga penerbit game, tanpa adanya sebuah badan pengatur yang mengawasi standar permainan.

Esports membutuhkan federasi internasional tunggal sebelum dapat dimasukkan sebagai cabang olahraga

Namun, dengan keberhasilan penyelenggaraan lomba tersebut, apakah esports sudah akan dimasukkan sebagai cabang olahraga resmi untuk Asian Games 2022? Belum dikonfirmasi. Begitulah jawaban dari Olympic Council of Asia (OCA). “Mereka [aktor-aktor yang memiliki kuasa di industri esports] harus bersatu untuk membentuk sebuah badan yang mengatur,” komentarnya. Menjadi ‘sebuah olahraga internasional’ adalah kunci untuk membuat esports menjadi resmi.

Asian Games (yang juga dikenal sebagai Asiad) memiliki atlet yang bersaing dari 45 negara, dan merupakan acara multi-olahraga terbesar kedua setelah Olympics. Esports telah menjadi olahraga demonstrasi di Asian Games tahun ini, yang berlangsung dari 18 Agustus hingga 2 September.

Berbagai jenis judul esports termasuk League of Legends dan mobile esports Arena of Valor pun telah dihadirkan. Demonstrasi esports di Asian Games kemungkinan akan menjadi ajang pengujian yang berguna agar esports masuk ke dalam acara olahraga tradisional berskala besar. Kompetisi esports pada dasarnya sedang diawasi oleh Federasi Olahraga Elektronik Asia (AESF), yang dipimpin oleh Kenneth Fok, VP dari Sports Federation dan Olympic Committee of Hongkong.

Telah ditetapkan bahwa jenis permainan yang melibatkan kekerasan atau penembakan tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade

Telah ditetapkan bahwa jenis permainan yang melibatkan kekerasan atau penembakan tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade

Tahun lalu, kepala Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan bahwa esports dapat dianggap sebagai cabang olahraga di Olimpiade. Namun, telah ditetapkan bahwa jenis permainan yang melibatkan kekerasan atau penembakan tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade.

Selain itu, para eksekutif esports dan IOC bertemu bulan Juli lalu di Lausanne, Switzerland pada Forum Esports IOC yang pertama, dimana lebih dari 150 eksekutif dari dunia esports, olahraga dan juga perwakilan industri gaming bertemu untuk mendiskusikan peluang kolaborasi di masa depan.

Sebagai hasil dari forum tersebut,  IOC dan Asosiasi Global Federasi Olahraga Internasional membentuk Esports Liaison Group, yang dijadwalkan menghadiri Olympism di Action Forum Buenos Aires akhir tahun ini untuk diskusi lebih lanjut.

Intisari

  • Masuknya esports sebagai cabang olahraga pada Asian Games 2022 mendatang masih belum bisa dipastikan.
  • Dewan Olimpiade Asia menyatakan bahwa esports membutuhkan satu badan regulator ssebelum dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi.

  (Sumber: esportsobserver.com; Disunting oleh Satya Kevino)