UniPin SEACA 2019: Pintu Naik Kelas Atlet Esports

0
39
SEACA 2019 Day 1

Bila kamu bercita-cita untuk menjadi sosok atlet esports berprestasi seperti Danylo “Dendi” Ishutin, mengikuti sekumpulan turnamen-turnamen kecil saja tidaklah cukup. Masih ada pintu lain yang harus didobrak!

Delapan November kembali diperingati sebagai hari diadakannya kembali turnamen esports berskala internasional, yaitu Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) yang diadakan di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta.

Di debutnya yang kedua ini, terdapat sebanyak total 464 finalis dari 66 tim yang berasal dari 24 kota/kabupaten di Indonesia serta beberapa negara di Asia Tenggara yang saling bertanding memperebutkan gelar juara pada Grand Final UniPin SEACA 2019.

UniPin telah mempersiapkan total hadiah sebesar 2,4 miliar rupiah untuk 3 pertandingan Free Fire, DOTA 2 dan PUBG Mobile. Sebelumnya, UniPin hanya menjangkau 13 kota dan mempersiapkan hadiah sebesar 1,3 miliar rupiah.

SEACA 2019 Day 1

Rangkaian turnamen SEACA ini diawali dengan babak kualifikasi UIC (UniPin Indomaret Championship) dan UCL (UniPin City League)yang dimulai sejak April 2019 lalu.

Tak hanya itu UniPin juga menggelar babak kualifikasi di Malaysia UKK Cup dan UniPin SEACA 2019 Philippines Qualifier di Filipina.

SEACA sendiri merupakan gerbang untuk para gamers “naik kelas”, dari yang bertaraf lokal menjadi taraf internasional.

UniPin berhasil menjaring 10.000 tim bibit esports selaku cabang olahraga baru di Indonesia. UniPin juga menekankan pentingnya ekosistem esports yang sehat demi terbentuknya budaya esports yang lebih baik.

Pemerintah menginginkan cikal bakal atlet-atlet ini dibina sejak dini hingga mencapai usia emas dengan jenjang karir yang baik.

Menurut Sekretaris Jendral Komite Olahraga Nasional, Mukridin Ade Lukman,  “esports adalah cabang olahraga yang berprestasi. Saat ini sudah banyak atlet-atlet yang mengharumkan Indonesia tetapi banyak yang belum tau. Saya rasa dengan adanya esports dan dukungan pemerintah, maka akan lebih berkembang dengan baik.”

Dalam acara ini UniPin juga turut mengadakan sebuah ekshibisi bertajuk Southeast Millennials Expo (SEAME) untuk mengajak pengunjung menikmati berbagai produk lokal dan internasional.

Untuk turut meramaikan SEAME, UniPin juga mengundang ratusan cosplayers asal Indonesia untuk berkompetisi di SEACA Cosplay Showcase 2019; serta mengadakan mini tournament Tekken 7 dan Chess Rush.

Baca juga:  Sudah Kenal Belum dengan Kassandra? Salam Esports Influencer dari Medan!

Day 1 SEACA 2019

Hari pertama SEACA menghadirkan pertempuran Free Fire, disusul dengan pertandingan DOTA 2 pada hari kedua, dan PUBG Mobile pada hari ketiga.

Banyak anak muda yang memiliki skill luar biasa. Salah satunya adalah seorang mahasiswa BSI Bandung yang bernama Endo Rizki. Rizki yang berusia 23 tahun dan asal Bandung ini mengaku sudah bermain PUBG Mobile sejak April 2018 tahun lalu, mulai dari season 1-10.

Endo bermain PUBG awalnya hanya hobi, lalu mengikuti turnamen dari ajakan sesama  gamers PUBG, dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan teman-temannya.

Tak hanya PUBG Mobile Endo, juga menyukai judul esports lain seperti Point Blank. Dalam mempersiapkan dirinya, Rizki berlatih selama 3 bulan. Ia mulai berlatih di jam 7 hingga 10 malam.

Tidak hanya SEACA, Endo juga sebelumnya sudah mengikuti pertandingan di Sabuga Bandung dan meraih juara 3 PUBG Mobile seluruh Indonesia.

Di lingkungan Endo, bermain game masih dinilai negatif, seperti mengganggu jam tidur, dan waktu belajar. Video game seperti PUBG masih dianggap kurang baik, dan dianggap sebagai game yang dapat mengubah pola pikir pemainnya.

Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Endo sebagai gamer untuk membuktikan bahwa game ini justru melatih keseimbangan antara otak kanan dengan otak kiri, serta melatih pertahanan diri.

Endo Rizki berharap untuk dapat menjadi seorang pemain yang profesional, khususnya melihat peluang-peluang dalam esports ini yang sangat menjanjikan.

Melihat tren esports yang sudah masuk di SEA Games dan Asian Games, Endo pun berpendapat bahwa kemungkinan di Olimpiade 2023 mendatang, esports bakal turut bergabung di Jepang. Ia pun bercita-cita untuk mewakili Indonesia dalam ajang esports mendatang.

SEACA 2019 Day 1

Endo berharap di SEACA 2019 ini untuk bisa keluar sebagai juara 1. Ia pun memiliki pesannya untuk para gamers di Indonesia.

“Tetap fokus belajar. Main game boleh, tapi harus ke arah positif. Contohnya mengikuti turnamen. Jangan hanya bermain game tapi tidak ke arah yang positif,” ujarnya.

Dengan adanya SEACA ini kita mendapatkan wadah untuk mengembangkan potensi kita di bidang esports. Bagi para pemula, ini jelas merupakan gerbang menuju tahap yang lebih tinggi atau profesional, khususnya untuk mendapatkan prestasi di bidang esports kancah dunia.

Baca juga:  4 Tim yang Maju ke Final Piala Presiden Esports 2019 dari Grup A

(Disunting oleh Satya Kevino)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here